-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tahbisan Uskup Di Tengah Pandemi Covid 19: Sangat Indah dan Mengagumkan

Sabtu, 23 Mei 2020 | 15:47 WIB Last Updated 2020-05-23T08:52:46Z
Tahbisan Uskup Di Tengah Pandemi Covid 19: Sangat Indah dan Mengagumkan
Mgr. Charlie Malapitan Inzon, OMI

Tahbisan Uskup untuk Vikariat Apostolik Jolo-Sulu-Pilipina: Mgr. Charlie Malapitan Inzon, OMI pada hari ini, 21-Mei-2020, tepat pukul.03.30 sore di Katedral Perawan Tak Bernoda Cotabato City-Pilipina, berbeda dengan tahbisan-tahbisan lain entah tahbisak diakon, tahbisan imam ataupun tahbisan Uskup pada situasi normal atau biasa.

Tahbisan Mgr. Charlie justru terjadi pada situasi luar biasa, di mana seluruh dunia mengalami sakit yang luar biasa oleh pandemi covid 2019. Dan yang menjadi sangat luar biasa, indah dan mengagumkan karena tahbisan Uskup Mgr. Charlie tidak terbuka untuk umum melainkan tertutup dan disiarkan secara live. 

Tahbisan Uskup Mgr. Charlie hanya dihadiri oleh tiga (3) Uskup pentahbis yaitu: Mgr. Angelito R. Lamponi, OMI (Pentahbis utama), Mgr. Orlando Cardinal B. Quevedo, OMI (asisten pentahbis I) dan Mgr. Jose Colin Bagaforo, DD (sebagai asisten pentahbis II), serta tiga orang imam yang juga menjadi pelayan (lektor, misdinar) perayaan tahbisan dan satu orang frater OMI yang bertugas sebagai komentator, dan tiga orang umat sebagai koor.


Menyaksikan upacara pentahbisan Uskup Mgr. Charlie yang jauh dari kata meriah jujur saya terharu namun bangga atas pengorbanan Mgr. Charlie yang bersedia ditahbiskan sebagai Uskup tanpa dihadiri umat, kerabat, keluarga dan orang tua. 

Dalam sambutannya Mgr. Charlie mengatakan bahwa Beliau sendiri yang meminta kepada keluarga dan orang tua untuk tidak hadir dalam perayaan tahbisan itu. Perayaan bersama seluruh umat, keluarga dan orang tua akan dilaksanakan ketika situasi sudah normal, ungkap Beliau.
Tahbisan yang sangat sederhana, namun sangat Indah, Agung dan Mengagungkan karena kita mampu melihat dengan jelas pengorbanan Kristus yang hadir menemani dan menguatkan kita di tengah dukacita dan rasa sakit yang kita alami.

Mgr. Charlie dalam sambutannya mengatakan demikian;
“Saya sendiri yang meminta agar upacara tahbisan dilaksanakan dengan sangat sederhana karena dunia sedang sakit dan berdukacita karena covid 19. Namun saya justru mengalami bahwa upacara tahbisan Uskup hari ini sangat indah dan mengagumkan karena saya bisa menghadirkan pengorbanan Kristus di tengah dukacita dan rasa sakit yang dialami oleh seluruh umat manusia di dunia ini dan juga di Pilipina”.

“Dalam kesederhanaan tahbisan Uskup saya sebagai Vikaris Apostolik untuk Vikariat Apostolik Jolo, kita semua justru melihat kehadiran Tuhan secara nyata, pengorbanan-Nya demi dukacita dan rasa sakit kita. Kehadirian Tuhan sungguh menjadi pusat dari tahbisan Uskup saya ini”.

“Tahbisan Uskup adalah sebuah doa. Maka bukan kemeriahan, pun pula bukan berapa banyak umat yang menghadiri upacara pentahbisan saya. Karena yang menjadi pusat adalah Tuhan sendiri. Sehingga meski tanpa kehadiran umat secara langsung, saya bisa merasakan kehadiran ribuan umat yang hadir melalui kehadiran Tuhan dengan cara mengikuti secara live Perayaan Ekaristi Pentahbisan Uskup ini. Kita harus MOVE ON”; pungkas Mgr. Charlie.

Pengrobanan Kristus menjadi dasar pengorbanan Mgr. Charlie untuk mengorbankan kehendak pribadinya. Siapa yang tidak bangga dan bahagia ketika upacara tahbisan dihadiri oleh ribuan umat? Siapapun kita pasti mengharapkan demikian. Namun Mgr. Charlie berani dan mampu mengubur keinginan dan kehendak pribadinya karena semata-mata demi membahagiakan semua umat manusia yang sedang sakit dan berdukacita. 

Mgr. Charlie membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi umat manusia dengan cara berbeda yaitu; “mematikan kehendak pribadi” dan itu yang menjadi kebahagiaan dan sukacita sejati. Itu adalah sebuah keindahan dan keagungan dari tahbisan Uskup atas diri Beliau.

Mgr. Charlie mengingatkan kita semua bahwa menjadi pengikut Kristus dan ketika Kristus menjadi pusat hidup kita maka menyangkal diri sendiri, kehendak dan keinginan pribadi serta memikul salib sendiri termasuk dukacita dan rasa sakit umat manusia hari-hari ini oleh covid 19 adalah keharusan yang wajib dijalankan dan dilaksanakan oleh seorang pengikut Kristus sejati (bdk. Lukas 14:26-27).
Terimakasih Yang Mulia Mgr. Charlie atas Pengorbananmu, menghadirkan pengorbanan Kristus untuk kebahagiaan dan keselamatan kami umatmu yang sedang sakit dan berdukacita.

Manila: 21-Mei-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update