-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TANGGA SANTO YOSEF

Jumat, 01 Mei 2020 | 15:39 WIB Last Updated 2020-05-01T08:39:53Z
TANGGA SANTO YOSEF
Ilustrasi: hidupkatolik

Oleh: Fransiskus Borgias M.

Pada tanggal 1 Mei ini, saya teringat akan sebuah cerita lucu, anekdot, yang terkait dengan Bapa Yosef ini. Saya sudah lupa kapan cerita ini saya dengar untuk pertama kalinya. Yang jelas saya dengar cerita ini dari seorang pastor Fransiskan, yang pandai mengisahkan kisah-kisah anekdot yang lucu dan menarik. Pastor itu ialah Pater Nico Syukur Dister OFM, Dosen teologi dan Filsafat, dulu di STF Driyarkara, tetapi kemudian lebih banyak di STFT Fajar Timur, ABEPURA, Papua. Saya ingat baik beberapa cerita lucu yang pernah saya dengar dari beliau. Semoga saya bisa ceritakan lagi pada kesempatan yang lain. Tetapi pada tanggal 1 Mei ini saya mau ceritakan cerita yang terkait dengan bapa Yosef ini. Ceritanya demikian: 

Pada suatu hari, Tuhan Yesus dengan sedikit nada menyelidiki, mendatangi santo Petrus, yang memegang pintu gerbang surga, caeli porta, yang punya kuasa untuk mengijinkan sesesorang untuk masuk surga atau tidak. Tuhan Yesus mendatangi dia, karena beliau melihat ada banyak sekali orang yang masuk Surga, tetapi yang selama hidupnya di dunia ini, benar-benar tidak patut, banyak bikin dosa dan pelanggaran. Pokoknya, benar-benar tidak menjadi suri teladan hidup yang baik sebagai orang yang beragama dan beriman. 

Begitu bertemu Petrus, Tuhan Yesus bertanya: 
"Petrus, mengapa ada banyak sekali orang yang masuk surga? Padahal mereka tidak layak sebenarnya masuk surga?" 

Karena tidak punya jawaban dan penjelasan langsung saat itu, maka Petrus pun berjanji untuk memberi jawaban besok harinya. Sebab hari ini dia berjanji untuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Lalu turunlah Petrus dari tahta Porta Caeli lalu mulai meninjau keliling taman surga. Setelah sampai di salah satu tembok surga, ia melihat ada tangga dan di ujung tangga itu ada jendela yang cukup besar, pas untuk meloloskan tubuh seorang manusia dewasa ke dalamnya. 

Penasaran dengan hal itu, maka Petrus pun menaiki tangga tersebut. Setelah sampai di atas ia melongok keluar jendela. Di luar sana ia melihat seorang pria tua, jenggotan sedang bekerja bikin tangga, lengkap dengan gergaji, palu dan serut dan pelbagai macam perlengkapan lain sebagai tukang kayu. Maka Petrus pun keluar dan turun melalui jendela itu menemui bapa tua tadi. 

"Bapa tua, bapa yang bikin tangga dan lobang jendela itu?" Dengan rada takut bapa tua itu menjawab: "Iya tuan." 

"Ikut saya yah... tetapi harus lewat pintu gerbang surga yah. Jangan lewat tangga dan jendela itu." Bapa tua itu pun ikut. Setelah sampai di dalam, Petrus menyuruh bapa tua itu tunggu di pintu gerbang Surga, lengkap dengan perlengkapan tukang kayunya. 

Tanpa harus menunggu sampai besok harinya, Petrus pun menghadap Tuhan Yesus untuk melapor. "Lapor, Tuhan. Saya sudah menemukan seseorang yang saya curigai telah menyelundupkan orang-orang, bahkan termasuk para pendosa ke dalam surga." "Mari ikut saya Tuhan." 

Maka Tuhan Yesus pun turun dari tahtaNya dan mengikuti Petrus ke pintu gerbang surga. Begitu Tuhan Yesus melihat bapa tua itu, sebenarnya Ia sudah mau menutup kasus itu. Tetapi karena ini urusannya Petrus maka Ia pun sabar menunggu apa kata penyelidikan Petrus. 

"Tuhan Yesus, ini bapa tua yang saya sebut tadi." Lalu Tuhan Yesus, dengan berlagak tidak kenal bapa tua itu, mendekati bapa tua itu: "Bapa tua, apa yang kau lakukan?" "Saya bikin tangga dan getok tembok bikin jendela." "Atas permintaan siapa?" tanya Tuhan Yesus lebih lanjut. Bapa tua itu menjawab dengan menunjuk kepada seorang perempuan yang tanpa mereka sadari sudah mendekati mereka. Begitu Tuhan Yesus menoleh ke arah telunjuk bapa tua itu, Ia melihat sang Bunda Maria yang memancarkan senyum kebundaan yang teramat manis. Melihat itu, Tuhan Yesus pun berkata kepada Petrus. 

"Petrus, case-closed yah... tidak usah dilanjutkan." Lalu Tuhan Yesus kembali lagi ke tahtaNya di sisi kanan Bapa. 

Rupanya, banyak yang meminta pertolongan sang bunda. Walaupun sang bunda itu bergelar Felix Caeli Porta, toh ia tidak bisa juga melewati birokrasi pintu surga yang kuncinya dipegang Petrus. Terpaksa Bunda pun meminta jasa seorang tukang kayu dari Nazaret, untuk membuat tangga di taman belakang surga sekalian membobol tembok. Banyak orang lolos masuk surga dengan menaiki tangga dan masuk ke dalam lewat jendela itu. 
×
Berita Terbaru Update