-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tentang Sepatu, Tentang Perbedaan, Menyeduh Kopi

Rabu, 13 Mei 2020 | 10:28 WIB Last Updated 2020-05-13T03:28:33Z
Tentang Sepatu, Tentang Perbedaan, Menyeduh Kopi
Ilustrasi: google

Oleh: Sonny Kelen

Tentang Perbedaan (1)

Begitulah kau melukai sunyi
Selalu ada air mata yang kau hadirkan di sana
Begitu banyak harapan dari doamu
Percuma. Bibirmu menggelapar
Tak ada jawaban. Hanya ada lilin yang habis ditelan api
"Mengapa kita mencintai
Laki-laki yang sama?"
Katamu kepada wanita yang juga mencintaimu   

Tentang Perbedaan (2)

Perihal membosankan dan percuma
Selalu lebih dengan kata-kata yang kau kenangkan
Bagimu doa semata-mata jembatan yang seolah-olah
Tentang Tuhan., permohonan dan keinginan
Umpama. Kau membisikan pikiran
Dan perasaan yang merahasiakan diri dari permohonan 
Kepada wanita itu, sebelum dia dipuji sepuluh kali dari bibirmu
Setiapkali kau terpekur dihadapan wanita itu
Aku ada disana menemaninya. Ketika kau berusaha membuat
Dirimu cantik sekali lagi, pergiku barangkali
Menggenggam cermin untukmu
“ E “kusayang aku tidak ingin menggunakan 
Kebodohanku memilih kata melukai kecantikannya
Aku tidak ingin bahasa kehilangan kuasa dihadapan matanya
Biarlah semuanya menjadi cerita yang dikenang agar aku mampu
Mencintimu dengan caraku
Sebab aku berbeda.

Veronika

Perempuan yang berdiri disudut rindu
Masih merekah nerka pada belati yang terhentak jiwanya
Tidak ada bahagia
Hanya air mata
Tepat dibalik saputanganya
“Tuhan tunggu sebentar saya rindu”

Menyeduh Kopi

Kau pasti menarik napas panjang 
Ketika menyeduh kopi dalam cangkir itu
Bukan tentang pahitnya kopi 
Namun keajaiban yang ada dibalik kopi
Barangkali bagimu menyeduh kopi
Sama seperti sebuah usaha mengumpulkan tiga keping waktu
Dalam satu cangkir
Masa lalu, saat ini dan masa depan

Tentang Sepatu

Soal sepatumu bicara
Apa kepada jalan yang jauh?
Aku belajar dengan cara mengabaikan
Tapi. Sekarang aku ingin berhenti sejenak
Mengingat namamu dalam kepalaku.
Tidak lebih dari jarak
Mengeluh karena jauh tanpa sepatu
Yamg merindukan kakiku. Cukup kepalaku.
Mataku juga. Kalau boleh
Agar dalam matamu
Aku membaca setiap sajak yang belum usai
Ketika musim kembali menjelma 
Pada sepatu yang lain
Sesungguhnya matamu memberi saya rasa aman
×
Berita Terbaru Update