-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Terimakasih Untuk Setiamu Cinta (Pater Tuan Kopong, MSF)

Jumat, 29 Mei 2020 | 21:30 WIB Last Updated 2020-05-29T14:30:36Z
Terimakasih Untuk Setiamu Cinta (Pater Tuan Kopong, MSF)
Terimakasih Untuk Setiamu Cinta (Pater Tuan Kopong, MSF)

Terimakasih untuk setiamu. Itu yang bisa kusampaikan untukmu sebagai rasa syukur dan terimakasihku untukmu lantaran engkau telah mengikutsertakanku merayakan kebaikan dan setiamu.
Rindumu hanyalah sebuah kesunyian dan sepi dalam peluh pengorbananmu yang engkau baktikan agar mereka yang sedang meratap sakit boleh merayakan kebaikan dan setiamu. Dalam sunyimu engkau bahasakan sukacita dan kegembiraan hati. Dalam sunyimu engkau tautkan hatiku dan hatimu, rinduku dan rindumu semoga baik adanya.

Dalam sunyimu engkau sedang menggugat kegembiraan mereka yang berjubel di mall-mall dan di pasar. Bahwa mereka yang sedang berjubel membeli pakaian baru dan makan adalah orang-orang kesepian yang tak mampu mentautkan hati dalam kesunyian.
Terimakasih untuk kesabaranmu itu yang bisa kupelajari dari setiamu. Kesabaranmu telah mengikutsertakan saya di hari yang paling engkau nantikan setelah berjuang dan berjihad selama empat puluh (40) hari.

Dengan sabarmu engkau telah melibatkan aku dalam pengorbananmu, merayakan kebaikanmu di hari yang Fitri ini. Sabarmu menjadi kekuatan cinta yang mampu menekan gejolak nafsu untuk memperoleh yang baik dan lebih baik bagi dirimu sendiri. Sabarmu adalah pengorbanan cinta untukku dan untuk yang lain.

Kesabaranmu melukiskan imanmu yang mengingat Tuhan di atas segala kerinduanmu pada keluarga, anak-anak, sanak saudara dan orang tuamu. Kesabaranmu adalah lukisan cintamu yang meneguhkan rindumu bahwa dalam satu kesulitan yang bersama kita hadapi ada dua kemudahan yang didapatkan: bersua hati dengan Allah dalam doa, dan berjumpa rindu dengan orang kecintaan melalui media sosial.

Terimakasih, itu yang pantas kuhaturkan atas setia dan cintamu yang melibatkanku merayakan kebaikanmu di hari yang Fitri. Engkau singkirkan rindumu untuk mendapatkan hakmu mudik, engkau korbankan kangenmu untuk mendapatkan hakmu berlibur demi menyelamatkan hakku, hak sesama yang lain.

Hakmu tidak membuatmu menjadi egois. Hakmu tidak membuatmu lupa diri. Hakmu yang engkau korbankan untuk bersama merayakan kebaikan mengingatkanku untuk memberikan hak kepada Tuhan dan sesama karena tak jarang “AKU LEBIH SUKA MEMBERIKAN HAK PADA DIRIKU SENDIRI DAN HAK (KESELAMATAN) SESAMA TERMASUK TUHAN KUABAIKAN”.

Untukmu yang telah setia dalam kerinduan dan pengorbanan yang tulus, kuhaturkan terimakasih. Untukmu yang telah sabar dalam setia menyatukan hati dalam sebuah kesunyian untuk bersama merayakan kebaikan, kukidungkan puji dan syukur untukmu.

Untukmu yang telah setia dalam cinta dan pengorbanan, padamu kupersembahkan sebuah puisi indah dari Gus Mus:

Talbiyah dalam Kesendirian

Tuhan,
Engkau sepikan tempat-tempat kesibukan kami
Engkau sunyikan tempat kami membanggakan jumlah kelompok kami
Bahkan Engkau senyapkan rumah-rumahMu
yang selama ini kami ramaikan hanya untuk memuja diri-diri kami
MengingatMu pun demi kepentingan kami sendiri.

Tuhan,
Bila ini bukan karena kemurkaanMu kami tidak peduli
Bila ini karena cinta dan rinduMu kepada kami
Bimbinglah kami untuk segera datang,
Tuhan, memenuhi PanggilanMu
Terimalah.
LabbaiKa Allahumma labbaiKa
labbaiKa lã syariika laKa labbaiKa
Innal hamda wanni'mata laKa walmulk lã syarìika laKa.

KH Ahmad Mustofa BisriSumber: https://www.nu.or.id/post/read/117929/puisi-gus-mus--talbiyah-dalam-kesendirian

Manila: 25-Mei-2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update