-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Antara Harta (Uang), Cinta dan Kekitaan Kita

Jumat, 12 Juni 2020 | 00:19 WIB Last Updated 2020-06-12T04:36:47Z
Antara Harta (Uang), Cinta dan Kekitaan Kita
Antara Harta (Uang), Cinta dan Kekitaan Kita - (Nasarius Fidin)

Bicara tentang harta, cinta dan kekitaan kita membuat saya, anda dan kita bergumul tentang arti hidup. Hidup tidak terpisah dari materi dan cinta, serta kita yang menjadi aktor dari semuanya. Berikut ini saya mencoba memahami cinta dan harta dalam konteks hidup yang serba maju dan menantang. Seperti apa cinta, harta dan kekitaan kita?

Cinta adalah jembatan emas dalam ziarah kehidupan menuju kemurnian hidup. Cinta pula menyatukan dua orang dalam mengarungi bahtera keluarga.

Ada yang mengatakan cinta itu sama dengan uang, padahal cinta adalah itu yang melampaui harta benda. Orang yang menyamakan cinta dengan uang dipengaruhi paham materialisme yang dapat mengaburkan kesejatian cinta itu sendiri.

Dulu waktu saya belajar Moral di kampus, dosen saya mengatakan "segalanya memang butuh uang tapi uang bukan segalanya". Di era tehnologi yang serba maju apalagi hidup di tempat sekelas Jakarta, uang merupakan yang paling urgen. Kemana pun pasti uang.....! Ada juga yang mengatakan jika membeli sesuatu, kita tidak membayarnya dengan cinta tetapi uang. Uang itu segalanya. 

Cara berpikir materialistik membuat saya, anda dan kita jatuh dalam budaya hedonisme. Hati dan rasionalitas seolah-olah tak berdaya karena kita menjadikan harta yang pertama dan satu-satunya ukuran dalam standar cinta atau memilih pasangan hidup. 

Ketika belajar tentang filsafat cinta, saya menyadari bahwa cinta bukan sekedar harta karun yang kita bawa dalam hidup, tetapi cinta adalah hidup itu sendiri. Cinta merupakan pemberian diri secara utuh tanpa menyamaratakannya dengan uang. Cinta menjadi logika tersendiri untuk menelurkan dan menyalurkan pelbagai berkat atau rejeki entah harta, uang, profesi atau apapun namanya. Dari dan karena cintalah semua akan tercapai. Apa yang hendak kita mimpikan akan terpenuhi. Sebab cinta merupakan motivasi, inspirasi dan energi positif yang memantik api perjuangan dalam diri kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Cinta yang membuat kita yang jatuh bangun kembali dan pantang menyerah.

Dalam cinta kita memahami arti penderitaan. Dalam cinta kita belajar peduli, rendah hati, murah hati dan kasih sayang. Dalam cinta kita mengerti tentang segala sesuatu, kita mau berkorban demi orang yang kita cinta. Dalam cinta kita mematahkan arogansi dan egois yang membuat kita menjauh dari sesama ataupun pasangan hidup. Sebab cinta mengajari kita bahwa harta, uang dan tahta bersifat sementara. Semuanya membuat kita kaya raya namun hilang sekejap karena ditelan keegoisan dan arogansi itu sendiri. Cinta adalah cara hidup yang menyadari dan mendorong kita mampu menjadi kaya yakni kaya harta dan kaya hati. Harta hanya sebagai sarana agar hati kita sebening embun surga. Kejarlah harta tanpa meniadakan cinta dan cintailah kekitaan kita tanpa mengesampingkan daya juang untuk menjadi kaya. Kaya Harta, kaya hati yakni hati yang mencinta!!!

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update