-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Apologetik (Usaha Membela Iman Katolik)

Senin, 15 Juni 2020 | 20:46 WIB Last Updated 2020-06-15T13:46:11Z
Apologetik (Usaha Membela Iman Katolik)
Apologetik (Usaha Membela Iman Katolik)

Kebanyakan orang mencibir atau mengabaikan apologetik karena kelihatan sangat intelektual, abstrak dan rasional. Mereka berpendapat bahwa hidup dan cinta serta moralitas dan kesucian lebih penting dari alasan.

Mereka yang beralasan jalan atau cara seperti ini benar; tidak menyadari bahwa mereka berakal budi. Lebih lanjut akal budi adalah sahabat dan bukan musuh bagi iman dan kesucian, itu adalah sebuah jalan menuju kebenaran dan kesucian berarti mengasihi Allah yang adalah Kebenaran. Kita hanya bisa mengasihi Allah kalau kita mengenal-Nya.

Tidak hanya pemamahaman apologetik yang membimbing atau menuntun pada iman dan kesucian tetapi iman dan kesucian juga menjadi alasan untuk berapologetik. Karena kesucian berarti mengasihi Allah dan mengasihi Allah berarti menaati Kehendak Allah, dan Kehendak Allah adalah agar kita mengenal-Nya dan “bersiap”..... untuk memberikan pertanggungjawaban bagi harapan tentang harapan yang ada padamu (1 Ptr 3:15).

Kenyataan bahwa kebanyakan orang menganggap apologetik tidak sepenting Kasih, tidak berarti itu tidak penting, melainkan sangat penting. Kenyataan bahwa kesehatan tidak sepenting kebijaksanaan tidak berarti kesehatan tidak penting, justru lebih penting dari uang, misalnya.

Argumentasi dapat membawamu kepada iman dalam arti yang sama seperti sebuah mobil membawamu ke laut. Mobil tersebut tidak bisa berenang, engkau harus melompat untuk melakukannya. Tetapi engkau tidak bisa melompat ke kedalaman 100 mil. Yang pertama engkau butuhkan adalah sebuah mobil untuk membawamu ke titik di mana engkau dapat melakukan lompatan iman ke dalam laut.

Iman adalah sebuah lompatan tetapi sebuah lompatan di dalam terang dan bukan di dalam kegelapan.
Akal budi itu seperti navigator. Hati itu seperti kapten. (Yang Alkitab maksudkan dengan hati lebih dekat dengan kehendak daripada perasaan). Keduanya sangat dibutuhkan.
Abraham Lincoln berkata sebagai penerapan pertanggungjawaban apologetiknya bahwa; “Cara terbaik untuk menaklukan musuhmu adalah dengan menjadikan ia sahabatmu”.
#Diterjemahkandaribuku:HandbookOfCatholicApologetics,page,23)

Manila: 10-Juni 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update