-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bukan Karena “Patah Hati” Untuk Menjadi Seorang Imam Atau Suster

Rabu, 24 Juni 2020 | 16:26 WIB Last Updated 2020-06-24T09:26:18Z
Bukan Karena “Patah Hati” Untuk Menjadi Seorang Imam Atau Suster
Bukan Karena “Patah Hati” Untuk Menjadi Seorang Imam Atau Suster

Banyak orang mengira bahwa seseorang menjadi imam atau suster karena dikecewakan atau disakiti oleh pacarnya. Banyak mengira karena pata hati. Namun ada pula yang mengira seseorang yang menjadi imam atau suster sebelumnya ketika masa-masa SMA atau masa-masa kuliah tidak pernah berpacaran.

Hal itu nampak dari pertanyaan beberapa orang; “pater, suster waktu SMA atau kuliah sebelum masuk biara pernah pacaran atau tidak”? Dan ketika mendengar jawaban; “Ya pernah”, yang muncul adalah perasaan kaget dan heran “kok bisa”?

Dan dari rasa kaget dan penasaran ini biasanya pertanyaan lanjutannya adalah demikian; “berapa pacarmu waktu itu”? Dan apakah masuk biara karena diputusin pacar?
Tidak ada yang salah dengan pertanyaan seperti ini yang mungkin karena ketidaktahuan yang mendorong rasa ingin tahu. Satu hal penting yang perlu diketahui adalah bahwa yang menjadi imam maupun suster adalah manusia-manusia normal. Artinya yang juga memiliki perasaan jatuh cinta pada lawan jenis waktu SMA atau semasa kuliah,

Mereka yang menjadi imam maupun suster adalah laki-laki normal dan perempuan normal yang juga “pernah” pacaran namun ada gerakan cinta yang lebih besar dalam diri mereka yang tidak dapat ditolak, hanya kepasrahan menanggapi dan mengikuti gerakan cinta yang lebih kuat dan dahsyat itu yaitu keagungan cinta Tuhan.

Sabda Yesus ini bisa menjelaskan kepada kita semua akan jawaban atas panggilan cinta Tuhan untuk menjadi seorang imam atau suster;

“Ada orang yang tidak dapat kawin...dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti." (Mat 19:12).

Dan karena demi Kerajaan Allah inilah, banyak dari mereka yang sudah menempuh pendidikan S-2 dan S-3 bahkan sudah bekerja dan memiliki posisi yang mapan dan nyaman dan memiliki keluarga yang kaya raya bahkan ada sudah memiliki bisnis yang menggiurkan dengan senang hati, tulus ikhlas MENINGGALKAN semuanya ini demi menjawab panggilan cinta Allah.

Dari pengalaman iman ini, saya pastikan dan percaya seratus persen bahwa mereka yang menjadi imam atau suster bukan karena mereka patah hati diputus atau ditinggalkan pacarnya melainkan merekalah yang dengan IMAN BERANI MEMUTUS ATAU MENINGGALKAN pacar mereka.
Demi Kerajaan Allah, demi cinta kepada Allah dan sesama secara lepas bebas yang tetap sebagai manusia normal yang memiliki perasaan jatuh cinta pada lawan jenis BERANI MENINGGALKAN SEMUANYA TERMASUK PACAR MEREKA untuk menjadi seorang imam atau suster dan bukan karena patah hati. (Bdk. Luk 18:29).

Manila: 24 Juni 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update