-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bukit Lemes: 'Mutiara Baru' Wisata Mabar

Senin, 08 Juni 2020 | 19:05 WIB Last Updated 2020-06-08T12:45:26Z
Bukit Lemes: 'Mutiara Baru' Wisata Mabar
Ilustrasi: google

Oleh: Sil Joni*

Adakah sesuatu yang menarik datang dari Lemes? Kampung Lemes yang terletak di kawasan Selatan Labuan Bajo, relatif 'tidak terkenal' sebelum para pemburu keindahan alam 'terpesona' dengan aura estetis dari sebuah bukit yang dulunya disebut Golo Buleng. Kini, Lemes atau lebih tepat 'Bukit Lemes' menjadi bahan perbincangan publik seantero Mabar. Tidak terhitung warga-net yang 'terpikat' dan penasaran dengan bukit itu.

Pertanyaan di atas harus dijawab tegas bahwa Lemes memiliki 'kekayaan' yang patut diperhitungkan dalam kancah kepariwisataan saat ini. Bukit Lemes, dari postingan dan testimoni warga-net yang sudah menjenguk tempat itu, sangat potensial untuk 'disulap' menjadi destinasi wisata paling elegan di Mabar ini.

Ini sebuah berita gembira bagi publik Mabar umumnya dan para pemangku kepentingan bidang kepariwisataan khususnya. Pemerintah Daerah (Pemda) Mabar mesti menjemput dan merespons 'kondisi ini' melalui sentuhan kebijakan politik pariwisata yang kreatif dan produktif.

Saya kira, intervensi kebijakan politik berkaitan dengan 'penataan obyek wisata', belum diterapkan secara optimal selama ini. Padahal, negara (Pemda) punya segalanya untuk mengatur dan mendorong partisipasi warga dalam pelbagai aktivitas di bidang pariwisata. Dengan itu, keberadaan obyek wisata di satu wilayah, benar-benar membawa berkat bagi warga di sekitar lokasi tersebut. Pemda mesti pastikan bahwa pengelolaan sebuah obyek, termasuk Bukit Lemes itu, harus berbasis partisipasi dan pemenuhan kepentingan publik lokal.

Nonton juga SFN Channel: https://www.youtube.com/watch?v=BJB_gia3kSs (SUbscribe, like dan share ya)

Boleh jadi, bukit mungil nan asri di sekitar kampung Lemes, Desa Macang Tanggar, Kec. Komodo  yang 'ramai dikunjungi warga lokal' hari-hari ini merupakan lahan milik pribadi atau lembaga tertentu. Kepemilikan secara privat itu, tentu tidak menghilangkan 'kemungkinannya' menjadi salah satu obyek wisata alam di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ini. Bukan sebuah hal tabu, atau pemali jika aset pribadi atau organisasi dijadikan destinasi wisata, sejauh tidak 'melanggar' hak kepemilikan atas lahan itu.

Kisah 'keterkenalan Bukit Lemes', (ada yang menyebutnya Bukit Teletubbies) menjadi bukti bahwa masih banyak 'mutiara wisata Mabar' yang belum dilirik dan ditata secara kreatif. Bukit Lemes hanya salah satu contoh soal 'harta wisata' yang dipendam sekian lama. Tetapi, sebenarnya masih terlalu banyak obyek atau tempat yang layak "diorbitkan" sebagai destinasi wisata alternatif di Mabar ini.

Kabupaten di ujung Barat Pulau Flores ini memang sudah lama dikenal dengan panorama keindahan alam yang mengagumkan. Lekukan lereng dan bukit sepanjang kawasan Selatan dan Utara Mabar memang menyajikan lanskap alam yang sangat memanjakan mata wisatawan. Flores umumnya dan Mabar khususnya 'dibalut' dengan keindahan alamiah yang tiada duanya.

Sayangnya, pelbagai 'mutiara nan elok' itu, belum mengalirkan 'keuntungan' yang optimal bagi publik Mabar. Kita belum sanggup 'mengubah' keindahan itu menjadi aset mendulang rupiah bagi warga lokal. Industri turisme yang sedang menggeliat di Kabupaten ini, belum sepenuhnya berkontribusi pada peningkatan level mutu kemaslahatan publik. Keunggulan komparatif itu tak berbanding lurus dengan keunggulan kompetitif. Alhasil, para pebisnis dari luar Mabar yang lebih banyak 'mengecap' manisnya pesona alam dan budaya yang eksotis di wilayah ini.

Pemda tidak boleh 'lengah dan lalai' dalam mengurus sektor pariwisata. Kita tidak ingin model penataan pariwisata yang lebih melayani agenda agen kapitalisme-neoliberalisme dipraktikkan secara vulgar di Bukit Lemes. Warga lemas dan Pemda mesti sigap dalam 'membaca tanda-tanda zaman' di mani kaki tangan kapitalis atau investor bergentayangan di wilayah itu. Terlampau besar ongkosnya jika Bukit Lemes jatuh dalam pelukan pemilik modal yang rakus.

Bukit Lemes itu, pertama-tama 'hadir dalam kancah industri pariwisata' bukan untuk melayani hasrat ekonomis para kapitalis, tetapi untuk peningkatan ekonomi orang Lemes dan sekitarnya. Karena itu, pemerintah mesti mempunyai komitmen dan agenda yang jelas dalam memberdayakan warga Lemas untuk mencari untung dari keindahan bukit itu.

"Keterikatan wisatawan pada Bukit Lemes" menambah 'daftar bukit  wisata' populer di Mabar. Jauh sebelum Bukit Lemes 'ditemukan publik', kita sudah mengenal dan mungkin pernah mengunjungi bukit lainnya di Labuan Bajo seperti Bukut Cinta, Bukit Amelia, Bukit Golo Koe, Bukit Sylvia dll. Mabar tidak kekurangan 'stok perbukitan' untuk memuaskan dahaga para pelancong.

*Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik.
×
Berita Terbaru Update