-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bunda Maria: Catatan Saat Stay At Home covid-19

Jumat, 12 Juni 2020 | 11:57 WIB Last Updated 2020-06-12T04:57:13Z
Bunda Maria: Catatan Saat Stay At Home covid-19
Bunda Maria: Catatan Saat Stay At Home covid-19 - Ilustrasi: google

Oleh : Jon Kadis

Tubuh manusianya Yesus itu berasal dari daging tubuhnya Maria. Maka, bagian dari daging tubuhnya Marialah yang disalibkan itu. Logika ini bisa juga begini, "daging tubuh manusianya Yesus yang disalibkan itu sama dengan daging tubuhnya Maria". Ia hanya terpisah oleh apa? Daging manusianya Yesus itu sendiri adalah Firman /Sabda yang menjadi daging". Pusing? Ah tidaaak. 

Oleh karena itu, karya penyelamatan Yesus di dunia, mutlak harus mengakui peranan Bunda Maria, baik sejak hidupnya di dunia maupun hingga saat ini. Mengabaikan peran Bunda Maria dalam kehidupan, selain tidak alkitabiah, juga tidak lengkap sebagai orang Kristiani (Katolik).

Lukas menulis tentang pengakuan peran Bunda Maria sebagai berikut: Salam Maria, penuh rahmat,Tuhan sertamu; terpujilah engkau di antara wanita" (Luk.1:28) dan "terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu (Luk.1:42). Pertanyaannya: Apakah setelah Bunda Maria meninggal masih membantu anak-anak rohaniahnya? Jawaban pertanyaan ini mungkin sulitnya di sini, "Apakah ada kehidupan jiwa (tubuh baru) setelah mati? Atau lebih jelasnya, apakah mereka bisa bercakap-cakap dan manusia yang masih hidup bisa menyaksikan? Lho, ada! Di puncak gunung Tabor itu dong, muridnya menyaksikan Yesus bercakap-cakap dengan Musa dan Elia yang dulu sudah mati. 

Lalu Bunda Maria? Di Gereja Katolik Roma, tercatat penampakan Bunda Maria pada tahun 1917 di Fatima dan Lourdes, ia memberi arahan dan pesan untuk selalu dekat pada Tuhan. Situasi saat itu adalah perang dunia pertama.

Di Gereja Katolik Ortodox, tercatat Bunda Maria menampakan diri di Mesir pada thn 1968, ribuan orang dari berbagai macam keyakinan menyaksikannya. Situasi dunia saat itu adalah tersebarnya paham komunis-atheis. Juga pada tahun 77, ketika rasul Yakobus putus asa mengabarkan injil di Perancis, Bunda Maria menampakkan diri kepadanya dan teman-temannya untuk menguatkannya dan menyatakan kesediaannya untuk membantu. Situasi pada masa itu adalah penganiayaan pengikut Yesus. Dalam catatan Gereja Katolik Ortodoks, salah satu pemimpin, Irbianus berkata, "Adalah percuma anda menyapa Allah itu Bapa, kalau tidak menyapa Maria itu sebagai Bunda". Dengan kata lain, "manusia zaman now, anda tidak akan berjumpa Yesus jika tidak ada Maria. Atau karena peranan Maria yg melahirkan Yesus, maka para muridnya, termasuk manusia zaman now bisa berjumpa Yesus". Mengulangi ucapan Elisabeth sebagai tanda penghormatan kepada Bunda sudah cukup, "Salam Maria, penuh rahmat,Tuhan sertamu; terpujilah engkau di antara wanita" (Luk.1:28) dan "terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu (Luk.1:42)".

Tak ada yang tidak mungkin jika Bunda Maria menyampaikan masalah manusia kepada Yesus. Contoh yang pernah ada adalah ketika Bunda Maria menyampaikan 'anggur  sudah habis saat pesta penikahan di Kana. Meski Yesus berkata 'belum waktunya (untuk membuat mukjizat), tapi Yesus melakukannya, itu karena Bunda yg memintanya (Yohanes 2:1-11).

 Jika pada masa wabah covid-19 ini manusia meminta bantuan Bunda Maria "karena nafas kehidupan tercemar corona virus desease", dengan didahului sikap santun dalam sapaan seperti Elisabeth itu, bukan tidak mungkin alam kehidupan ini berubah menjadi anggur yang paling enak yang pernah ada daripada sebelumnya. 

Refleksi singkat saat stay at home covid-19 pada bulan Mei 2020 di Labuan Bajo.
×
Berita Terbaru Update