-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DATANG, MENYEMBAH, MEMOHON, DAN PASRAH

Jumat, 26 Juni 2020 | 08:44 WIB Last Updated 2020-06-26T01:44:30Z
DATANG, MENYEMBAH, MEMOHON, DAN PASRAH
Fr. Yudi dan teman seperjalanan

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian) 
Jumat, 26 Juni 2020
Edisi: Belas Kasih Allah

Sahabat-sahabat SENIMAN yang terkasih, selama perjalanan hidup ini, saya yakin dan percaya bahwa setiap kita pernah mengalami apa yang dinamakan dengan "SAKIT". Entah sakit yang biasa hingga yang tidak biasa. Dan tidak dapat kita pungkiri bahwa sakit yang kita alami turut mempengaruhi cara kita berpikir, bersikap, dan bertindak. Apalagi sakit kita alami tak kunjung-kunjung sembuh. Ditambah lagi kita mengetahui bahwa penyakit tersebut adalah penyakit yang ganas dan mengancam kehidupan kita (HIV-AIDS, Kangker, Liver, Jantung, Stroke, Gegar otak karena jatuh atau tabrakan, Covid-19 dll). Mengeluh, Putus asa, Tidak semangat, Menyalahkan diri sendiri, Marah kepada Tuhan, adalah sikap yang pernah menguasai saya, Anda, dan Kita. Dan itulah kenyataannya, namun demikian tidak melulu seperti itu. Ada masa, saat, dan waktunya kita berada pada titik kesadaran. Menerima dengan penuh 'legowo' sembari berusaha, Pasrah kepada Tuhan, Bersyukur turut menjadi bagian dalam proses menghadapi dan memaknai sakit atau penderitaan yang kita alami. Saya pun pernah mengalami sendiri dalam perjalanan hidup ini. Mengalami sakit berkali-kali dan dirawat di rumah sakit berminggu-minggu belum lagi perawatan di rumah yang cukup memakan waktu yang lama. Hingga berhenti pada satu titik 'pasrah"- "terjadilah padaku menurut kehendak-Mu". Sekali lagi saya yakin dan percaya bahwa sahabat-sahabat SENIMAN memiliki pengalaman pribadi yang beranekaragam namun tetap kita yakini bahwa apapun yang pernah dan sefang kita alami TUHANlah PENYELENGGARA KEHIDUPAN INI.

Saudara-saudara seperjalanan yang dikasihi TUHAN, bacaan-bacaan suci yang kita perdengarkan pada hari ini mewartakan kepada kita akan BELAS KASIH ALLAH YANG BESAR kepada UMAT MANUSIA. Kita melihat dan mendengar melalui Injil hari ini bagaimana orang berbondong-bondong mengikuti Tuhan Yesus termasuk orang kusta. Oran kusta itu datang kepada Yesus, sujud menyembah-Nya, dan memohon dengan penuh kepasrahan total. Ia memohon kepada TUHAN agar mentahirkan (menyembuhkan) dirinya. Tiga keutamaan ditunjukkan kepada orang kusta itu yaitu: DATANG KEPADA YESUS, MEMOHON KEPADANYA, DAN PASRAH. Justru ketiga hal itulah menunjukkan kualitas atau keutamaan seorang kusta di tengah situasi dan kenyataan yang tidak mudah baginya. Kenyataan yang terjadi bahwa sakit yang ia derita membuat ia dijauhi, disingkirkan, dan dikucilkan dari lingkungan masyarakat. Sebab bagi masyarakat Yahudi zaman itu, mempercayai bahwa sakit kusta merupakan kutukan dari Tuhan sekaligus menunjukkan bahwa orang itu berdosa. Namun TUHAN YESUS mau mengubah pandangan itu. Allah tidak pernah mengutuk ciptaan-Nya tetapi justru sebaliknya Allah sangat mencintai dan mengasihi ciptaanya dengan penuh kerahiman. Kehadiran Yesus Kristus itulah wujud Wajah Kerahiman ALLAH BAPA.  IA hadir untuk merangkul, menerima, menyembuhkan, mengangkat martabat manusia, dan menyelamatkan. Dan hal ini terungkap pada pribadi Tuhan Yesus yang mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang kusta itu dan bersabda "Aku mau, jadilah engkau tahir!". Dan seketika itu juga tahirlah orang kusta itu dari kusta yang dideritanya..... (Mat.8:1-4). Saya yakin bahwa saya, Anda, dan Kita pernah mengalami uluran tangan Tuhan yang menyembuhkan.

Saudara-saudari seperjalanan yang terkasih, melalui warta gembira hari ini, TUHAN memanggil kita untuk untuk PERCAYA bahwa DIA adalah ALLAH yang senantias hadir dalam seluruh perjalanan hidup kita. Apapun dan bagaimanapun situasi yang dulu pernah kita alami, dan sekarang yang sedang kita jalani, dan masa yang akan datang yang kita nantikan  mau menunjukkan kepada kita bahwa ALLAH ADA DALAM SEJARAH HIDUP MANUSIA. IA ADALAH ALLAH YANG SENANTIASA MENYERTAI PERJALANAN HIDUP KITA. ALLAH YANG TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA SEBAGAIMANA IA MENYERTAI PERJALANAN UMAT ISRAEL (Lih. 2 Raja.25:1-12). Semoga pengalaman dikasihi oleh ALLAH dalam hidup ini tidak membuat kita lupa dengan TUHAN apalagi meninggalkannya justru harus menjadi moment di mana kita mau menjadi saksi-saksi cinta kasih dan kebaikan-Nya. Untuk itu kita seharusnya tidak boleh malu karena Injil, dan tidak boleh takut untuk memperkenalkan bahwa kita orang Kristen-pengikut-murid-murid Kristus. Sebaliknya, kita harus terus berbicara, memperluas ruang warta keselamatan, karena Yesus telah berjanji untuk menyertai kita selama-lamanya dan Dia selalu berada di tengah-tengah kita murid-murid-Nya. Mari kita belajar dari seorang kusta dalam bacaan Injil hari ini. Apapun dan bagaimanapun situasi dan kondisi hidup kita, entah saat sakit atau sehat, untung atau malang, sedih atau gembira dll, kita harus selalu DATANG, MENYEMBAH, MEMOHON, DAN PASRAH kepada TUHAN (ALLAH). Yakinlah sukacita dan kebahagiaan sejati kita alami dalam hidup ini. dalam hidup keluarga kita, gereja, dan masyarakat serta di manapun kita berada. MARI KITA MENJADI SAKSI-SAKSI atau DUTA-DUTA BELAS KASIH ALLAH BAGI SESAMA. Kita mulai dari lingkup kecil keluarga kita masing-masing...

JANGAN TAKUT UNTUK MEMULAI.....
YAKINLAH TUHAN SELALU MENGULURKAN TANGAN-NYA UNTUK KITA....
PERCAYALAH BERSAMA TUHAN KITA BISA....
TOTUS TUUS ERGO SUM
BERKAH DHALEM
×
Berita Terbaru Update