-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dilaporkan ke Polda Sumbar, Dosen Ade Armando: Yang saya kecam pelarangan Injil

Rabu, 10 Juni 2020 | 10:16 WIB Last Updated 2020-06-10T03:16:21Z
Dilaporkan ke Polda Sumbar,  Dosen Ade Armando: Yang saya kecam pelarangan Injil
Dilaporkan ke Polda Sumbar,  Dosen Ade Armando: Yang saya kecam pelarangan Injil

Dosen Ade Armando dilaporkan ke Polda Sumatera Barat (Sumbar) terkait komentarnya di media sosial (medsos) terkait penolakan aplikasi Android Kitab Suci Injil Minangkabau yang dianggap menyinggung masyarakat Sumbar.

Selain urusan pidana, Mahkamah Adat Alam Minangkabau (MAAM) juga akan memproses Ade secara adat, jika yang bersangkutan merupakan orang asli Minangkabau. 

"Kita akan periksa dan proses di mana sosok jeraminya, di mana kampungnya, siapa ninik mamaknya dan kita akan proses dengan hukum adat," kata Tuanku Irwansyah didampingi Ketua Umum Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (Bakorkan) Sumbar Yuzirwan Rasyid Dt Rajo Tongga usai melapor ke Polda Sumbar, Selasa (9/6/2020).

Namun Ade tidak ambil pusing. "Buat saya nggak masalah dipolisikan. Memang salah saya apa?" kata Ade, Selasa (8/6/2020).

Ade merasa aneh Injil berbahasa Minang dilarang. Menurutnya, Injil bukan kitab maksiat. Dia menekankan tidak menyebarkan ujaran kebencian, namun mengecam pelarangan Injil.

"Saya bilang masyarakat Minang kok terkesan terbelakang karena melarang aplikasi Injil berbahasa Minang. Memang Injil itu kitab maksiat? Memang masyarakat Minang mengharamkan Kristen? Injil berbahasa Arab saja ada, kok Injil berbahasa Minang dilarang. Itu yang saya sebut terbelakang," ujar Ade.

"Kok kebencian? Yang saya kecam pelarangan Injil!" sambungnya.

Komentar Ade dilaporkan ke Polisi dan dihukum secara adat karena komentarnya menyinggung banyak orang khususnya masyarakat Sumbar. 

Menurut Tuanku Irwansyah, adat memiliki hukum sendiri, yakni hukum adat salingka nagari. Jika terbukti Ade Armando memang orang Minang, dia mengatakan hukum adat akan diberlakukan kepada Ade.

"Kalau terbukti memang orang Minang, kita akan hubungi ninik mamaknya untuk memberi kabar akan dijatuhi hukuman terhadap yang bersangkutan. Hukum terberatnya adalah dibuang sepanjang adat," jelas Tuanku.

Dengan hukum tersebut, Ade Armando tidak bisa lagi memakai label atau mengaku sebagai orang Minang. Ia juga tidak berhak atas harta pusaka.

"Kalau jadi orang Sumatera Barat boleh, tapi bukan jadi orang Minang. Hilang hak sako pusakonya dan apabila itu tidak diindahkan, maka satu keturunan sampai kapan pun juga tidak lagi berhak," tegasnya.

Belum diketahui secara pasti apakah Ade Armando benar-benar orang Minang. Namun dalam beberapa posting-an di media sosial, Ade mengaku sebagai orang Minang. (EF)
×
Berita Terbaru Update