-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ekaristi Ekologis di Pongkor Ngguling dan Liang Nggama

Sabtu, 06 Juni 2020 | 12:05 WIB Last Updated 2020-06-06T05:05:32Z
Ekaristi Ekologis di Pongkor Ngguling dan Liang Nggama
Ekaristi Ekologis di Pongkor Ngguling dan Liang Nggama

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema "Time For Nature (Waktu untuk Alam)", masyarakat Kampung Puntu bersama Pastor, Bruder, Frater dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Tentang, OMK Paroki Pagal, Pemuda Penjaga Penyelamat Kampung (P3K), Siswa Seminari Pius XII Kisol dan masyarakat dari Tentang melaksanakan kegiatan Talkshow, Ekaristi Ekologis, Konservasi dan Berwisata di Pongkor Ngguling dan Liang Nggama. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Pongkor Ngguling dan Liang Nggama Kampung Puntu, Desa Tentang, Kec. Ndoso, Kab. Manggarai Barat, Jumat (05/06/20). 

Acara Talkshow dipandu oleh Stefanus Gancur memandu acara Talkshow yang bertema "Revitalisasi Kearifan Lokal" terdiri dari lima materi yaitu: 1) Wae Bate Teku atau Wae Barong (Sumber Air Minum), dibawakan oleh Dominikus Tep (Tua Adat Puntu); 2) Uma Bate Duat (Sumber Penghasilan/produksi), dibawakan oleh Darius Dahan (Tokoh Masyarakat Puntu); 3) Prospek Pariwisata Pongkor Ngguling dan Liang Nggama sebagai Destinasi Wisata di Kecamatan Ndoso, Manggarai Barat, dibawakan oleh Robertus Haman (Anggota DPRD Kab. Manggarai Barat); 4) Tanggungjawab Kristiani dalam Menjaga Bum,i Rumah Bersama dari Perspektif Biblis, dibawakan oleh Br. Damasus L. Ujian, OFM (Gardian OFM Fonte Colombo, Flores); dan 5) Spiritualitas Ekologis Fransiskus Asisi dalam Perjumpaan dengan Kearifan Lokal Wae Bate Teku dan Uma Bate Duat, dibawakan oleh P. Andre Bisa, OFM (Pastor Paroki Tentang). dilanjutkan dengan Ekaristi Ekologis dipimpin oleh P. Fery Kurniawan, OFM dan P. Andre Bisa, OFM.

P. Fery Kurniawan, OFM dalam khotbahnya mengajak umat yang hadir untuk lebih menjaga, melindungi, dan melestarikan alam. Karena tempat pariwisata sekarang adalah wisata alam. 
"Di mana alam dijaga di situlah wisata. Di mana alam dirusak di sana tidak ada tempat wisata," ucap Pater Fery seraya mengajak umat untuk menghormati alam. 

"Menghormati alam, waktu bagi alam adalah waktu bagi manusia dan juga waktu bagi Allah", tandas Pater Fery.

Setelah Ekaristi Ekologis dilanjutkan dengan melakukan kegiatan konservasi di sekitar Pongkor Ngguling dan Liang Nggama dengan menanam pohon Gayam, Waru, Enau, Beringin, Sawo dan Ara.

Rangkaian kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pongkor Ngguling dan Liang Nggama ini
diakhiri dengan aksi panjat tebing Watu Pongkor Ngguling dan Liang Nggama. 

Penulis : Enthos Kodrat
Editor : Robert Perkasa
Sumber: floresnews.net
×
Berita Terbaru Update