-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Epik Cinta dan Corona (Pater Tarsy Asmat, MSF)

Kamis, 18 Juni 2020 | 23:41 WIB Last Updated 2020-06-18T16:43:31Z
Epik Cinta dan Corona (Pater Tarsy Asmat, MSF)
Epik Cinta dan Corona (Pater Tarsy Asmat, MSF) - Ilustrasi: google

Dalam filsafat cinta,  cinta memiliki ekspresi yang jauh melampaui akal dan menggetarkan.  Hanya melalui ekspresi, kita mampu menangkap cinta.  Sedangkan para penyair membahasakan cinta dan melukisnya dengan kata-kata yang indah.

Baca juga: Matematika Perkawinan

Cinta bukanlah rasa,  tetapi rasa adalah bagian dari cinta. Ekspresi Cinta yang adiluhung adalah pengorbanan dan terlibat dalam subjek yang dicintainya. Ia sering mengagumkan banyak orang. Ia membuat kita berefleksi dan mengenal makna kehidupan.

Tentang cinta itu,  kemarin,  di refter kami membahasnya bersama rekan pastor. Ya, kami berbagi kisah tentang  Cinta dalam sebuah keluarga yang terkena covid 19.  Keluarga itu aktivis Gereja.  Mereka terkena Covid 19.

Seorang pastor diantara kami berkisah begini:  minggu yang lalu istrinya meninggal karena Covid 19. Ia baru menyelesaikan studi doktoralnya dan kemudian terjangkit Covid 19, menderita dan kemudian meninggal.

Begitu juga Suaminya terkena Covid 19. Dua hari yang lalu ia meninggal.  Tetapi ketika dalam masa penderitaan, Sang suami yang positif covid 19  selalu menemani istrinya.  Bahkan ketika sedang sakratul maut,  Sang suami membisikan kata-kata rahasia pada istrinya.  Orang-orang menduga bahwa ia memberikan ketenangan kepada istrinya bahwa ia akan menyusulnya. Dugaan itu benar.  Ia menyusul kekasih hatinya.

Keduanya orang yang baik dan aktivis Gereja. Mereka menghadapi Covid 19 dan bahkan maut dengan cinta.  Dulu mereka dikarunia seorang anak namun beberapa tahun silam,  anak itu diambil kembali oleh sang empunya kehidupan. Mereka tidak kecewa tetapi berpasrah.

Dari cerita para pastor di refter, saya menangkap epik cinta di tengah ketakutan dan ambang maut dari pasangan tersebut.  Covid 19 memang merenggut mereka,  tetapi cinta mereka sangat kuat.
Ya, saya sendiri mengenal keduanya ketika saya bertugas di Paroki mereka. Mereka ramah dan penuh senyum dan selalu tenang dalam menjalani kehidupan ini.

Cinta memang selalu bersinar di tengah bahaya dan kesulitan.  Ia mengajarkan pengorbanan dan kehidupan.  Berbahagialah kita yang percaya pada Sang empunya Cinta.

RIP pak Wawan dan istri.

Oleh: Pater Tarsy Asmat, MSF
×
Berita Terbaru Update