-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hidup adalah Kasih

Minggu, 07 Juni 2020 | 12:52 WIB Last Updated 2020-06-07T06:00:01Z
Hidup adalah Kasih
Hidup adalah Kasih (Ilustrasi: google)

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian)
Minggu, 7 Juni 2020
Edisi: Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Saudara-saudari seperjalanan yang terkasih, salah satu hal yang tidak mudah atau bahkan sangat sulit kita katakan atau jelaskan kepada orang lain adalah ketika kita tidak tahu dan tidak mengenal sungguh-sungguh (seutuh-utuhnya) sesuatu atau seseorang (pribadi) dalam hidup ini. Pun pula sebaliknya kita akan mudah mengatakan dan menjelaskan kepada orang lain ketika kita mengetahui dan mengenal sungguh-sungguh sesuatu atau seseorang (pribadi) tersebut. Dan itulah logika hukum kebenaran. Demikian juga IMAN kita akan ALLAH TRITUNGGAL MAHA KUDUS. Allah Tritunggal Mahakudus di satu sisi adalah IMAN KITA di sisi lain adalah MISTERI.

Nonton juga SFN Channelhttps://www.youtube.com/watch?v=wvXwGhsqqto (Tolong Subscribe dan like ya)

Saudara-saudari seperjalanan yang terkasih, dalam perayaan iman kristiani ini, saya hanya hendak membagikan sedikit dari apa yang selama ini saya pahami tentang-Nya. Semoga dari yang sedikit ini pelan-pelan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang kemudian akan semakin meneguhkan iman saya, Anda, dan Kita akan Allah Tritunggal Mahakudus. Tritunggal sendiri berasal dari bahasa latin yaitu TRINITAS. Artinya Allah yang kita imani itu satu tetapi memiliki tiga pribadi: Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. SATU DALAM TIGA, TIGA DALAM SATU. Pribadi-pribadi Ilahi tersebut kita ungkapkan ketika kita menerima sakramen pembaptisan dan ketika kita membuat tanda salib sebagai tanda kemenangan. Meski tanpa harus dengan kata-kata tapi sudah menunjukkan misteri Allah Yang Esa. Bahwa Tuhan kita adalah Allah Yang Penyayang, dan Pengasih, Panjang Sabar dan berlimpah Kasih Setia-Nya" (Kel.34:4b-6.8-9).

Ketiga peribadi Allah ini saling berhubungan satu sama lain di dalam KASIH. IKATAN KASIH inilah yang mempersatukan-Nya. ALLAH BAPA menciptakan semuanya karena KASIH. ALLAH PUTERA datang, tinggal bersama kita, hidup, berkarya, sengsara, wafat untuk menyelamatkan kita karena KASIH. Dan ALLAH ROH KUDUS membimbing dan menuntun kita dalam kebenaran karena KASIH. Maka peran dari ketiga Pribadi ini dapat disimpulkan bahwa ALLAH adalah KASIH (bdk.1Yoh.10). Eksistensi ALLAH yang Esa yang mewujud dalam Tiga Pribadi ini senantiasa diimani oleh Gereja. St. Agustinus dari Hipo merefleksikan kesatuan Allah Tritunggal Mahakudus itu dalam bentuk RELASI. Ia mengatakan bahwa "ketiga Pribadi Allah Tritunggal Mahakudus bukan sesuatu yang masing-masing berbeda dalam Diri-Nya sendiri, melainkan hanya berbeda dalam relasi-Nya satu sama lain dan terhadap dunia. Maka, paham relasi mengacu baik kepada kehidupan batin Allah (inter- trinitaris, antara Bapa, Putera, dan Roh Kudus) maupun kepada hubungan antara Allah dengan dunia ciptaan.

St. Agustinus kembali memberikan pendasaran akan kesatuan Allah Tritunggal Mahakudus dalam bukunya 'de Trinitate'. Ia mengatakan "sebab bukan setiap mereka merupakan Bapa atau Putera terhadap Diri-Nya sendiri melainkan yang satu terhadap yang lain. Di dalam Allah segala sesuatu adalah satu 'kecuali' apa yang mengenai masing-masing Pribadi dikatakan berhubungan dengan yang lain.." Apa yang dikatakan dan di imani oleh St. Agustinus ini didasari pada Sabda Yesus sendiri....." Baptisalah mereka dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus...." (lih. Mat.28:19-20). Terlebih ketika kita mendoakan Syahadat Para Rasul (Credo) disitulah ungkapan iman kita akan Dia.

Saudara-saudari yang terkasih, saya, Anda, dan Kita semua sangat dan pasti menyadari sebagai ciptaan. Sadar dan mengakui bahwa kita adalah pribadi-makhluk yang terbatas dalam segala-galanya termasuk dalam hal memahami Allah apalagi Allah Tritunggal Mahakudus yang masih menyimpan misteri namun kita imani sebagai Kebenaran Ilahi. Kesadaran ini justru menjadikan kita rendah hati. Dan dari kerendahan hati itu menumbuhkan sikap PERCAYA (berserah diri secara total pada Allah) sebagaimana pengalaman rohani St. Agustinus dalam memahami Allah yang Maha segalanya yang digambarkan keyakinannya untuk dapat memasukan dan menampung seluruh air laut ke dalam sebuah botol. Dan itu tidak mungkin terjadi. Demikian halnya dalam usaha memahami Allah yang Maha segalanya hanya dengan menggunakan pikiran. Agustinus menyadari bahwa tidak mungkin dan tidak bisa. Kitapun yang sudah pasti tidak memiliki pengetahuan sedalam St. Agustinus tak akan mampu memahami misteri ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS. Yang dapat kita lakukan adalah menaruh sikap PERCAYA-IMAN.

Dalam perayaan Tritunggal Mahakudus ini, saya mengajak kita semua untuk HIDUP DI DALAM KASIH ALLAH. Ketika kita hidup di dalam kasih-Nya itu berarti kita mengimani ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS yang adalah KASIH. Dan ketika saya, Anda, dan Kita ditanya oleh saudara-saudari kita tentang ALLAH TRITUNGGAL jawabnya sederhana KASIH. Maka tunjukkan KASIH itu kepada siapapun disitu kita menunjukkan ALLAH TRITUNGGAL yang kita iman.

JANGAN RAGU, BIMBANG, DAN TAKUT MENGIMANI IMAN KITA. PERCAYALAH ALLAH BEKERJA DALAM HIDUP KITA. DIA MEMANG TIDAK DAPAT KITA LIHAT SECARA FISIK TETAPI SECARA SPIRITUAL-ROHANI IA ADA. KARENA DIA KITA ADA, HIDUP, DAN BERGERAK. Selamat merayakan hari raya Tritunggal mahakudus.

TOTUS TUUS ERGO SUM

BERKAH DHALEM.
×
Berita Terbaru Update