-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jaminan Kesehatan Ternak (Savio Mutu)

Rabu, 10 Juni 2020 | 22:41 WIB Last Updated 2020-06-10T15:41:27Z
Jaminan Kesehatan Ternak (Savio Mutu)
Jaminan Kesehatan Ternak (Savio Mutu)

Kalau Jamkesmas/ BPJS untuk manusia, kenapa jamkesNAK/ BPJS untuk ternak tidak ada?? 
Tulisan ini tidak sedang mengkritik dan hanya mewakili pribadi.
Pada prinsipnya jamkesNAK adalah sistem jaminan kesehatan ternak yang mengkosnsolidasi kekuatan peternak peternak skala kecil dengan menempatkan pemerintah sebagai investor, dokter hewan/ mantri peternakan sebagai PEKERJa dan peternak sebagai BOSS dengan pendekatan pelayanan kesehatan yang intensif, terjadwal terukur untuk memberi kepastian pada peternak akan pengolahan hasil ternak dengan tujuan meningkatkan produktifitas ternak daerah.

Selama ini posisi tawar peternak kita selalu kalah dengan pengepul atau pasar. Sadar tidak sadar masalah utama salah satunya adalah buruknya suply chain yang mestinya dijamin oleh pemerintah. Persoalan ini seolah memberi mereka kenyataan akan ketidak pastian dalam berusaha dan buruknya produktifitas ternak tidak signifikan. Tulisan ini coba mengambil sampel hanya untuk ternak babi. 
JamkesNAK hadir untuk memudahkan akses pelayanan, memberi informasi, pelayanan kesehatan hewan, edukasi rutin, perbaikan management, tata kandang, seminar dan diskusi masalah peternakan babi yang bisa dirasakan oleh peternak dengan biaya yang sangat rendah. 

Hitungan iuran berdasarkan perekor/ tahun dengan dibagi dua kelas yaitu kelas penggemukan dan kelas bibit/ induk. 
Biaya hidup kelas penggemukan 50.000 perekor pertahun dan kelas pembibitan / induk 100.000/ ekor/ tahun. Seandainya dalam kota labuan Bajo ada 1000 ekor babi  maka pertahun omset yang diperoleh sebesar 50.000 .000 hanya dari babi kelas penggemukan saja, belum ternak sapi, kambing, kerbau dsb. 

Peran pemerintah sebagai investor wajib membangun rumah potong hewan, depo hewan, penyediaan obat2 and, seminar/ diskusi, sistem suply chain dengan mendapatkan porsi keuntungan sebesar 80% dari pendapatan. 
Peran dokter hewan/ mantri hewan sebagai pekerja wajib mengunjungi peternak dengan pelayanan prioritas, seperti penyuntikan vitamin, obat cacing, management kandang dan pelayanan rutin lainnya.

Insentif yang diberikan Sebasar 20% dari pendapatan diluar gaji...
Kehidupan sosial masyarakat kita yang komunal sangat memungkinkan diterimanya program ini dimana efeknya adalah disparitas ditekan, peternak memperoleh AKSES INFORMASI dan KEPASTIAN. Sistem kolektifitas peternak lokal akan memberi dampak peningkatan produktifitas, menekan harga, biaya pemeliharaan sehingga daya saing dipasarkan meningkat.

Oleh: Savio Mutu
×
Berita Terbaru Update