-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jangan Takut Untuk Berbakti Kepada Bunda Maria

Senin, 01 Juni 2020 | 10:12 WIB Last Updated 2020-06-01T03:12:05Z
Jangan Takut Untuk Berbakti Kepada Bunda Maria
Jangan Takut Untuk Berbakti Kepada Bunda Maria-Ilustrasi:google

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian)
Senin, 1 Juni 2020
Edisi: Maria Bunda Gereja

Baru kemarin (31 Mei) umat Kristiani (Gereja) menutup bulan Maria sekaligus merayakan Pentakosta. Dan hari ini Gereja kembali merayakan Maria Bunda Gereja (Marie Mater Ecclesiae). Hal ini mau mengatakan kepada kita akan peran penting dan sentral Maria dalam sejarah keselamatan umat manusia. Perannya tidak dapat digantikan oleh oranglain. Dan inilah pola bertindak yang diikuti ketiga pribadi Allah Tritunggal Mahakudus saat penjelmaan sampai pada akhir zaman. Allah Tritunggal akan tetap setia kepada pola yang sama yaitu MARIA. 

Dalam permenungan ini, saya selalu terinspirasi dari St. Louis Marie Grignion de Montfort. Refleksinya tentang Maria begitu mendalam sehingga pantas untuk saya jadikan acuan atau rujukan. Ia mengatakan dalam bukunya The Truth Devotion of Mary demikian; "Allah Bapa yang Mahabesar itu mempunyai sebuah khazanah, sebuah gudang yang berisi penuh, di mana Ia menyimpan segala sesuatu yang indah, yang gemerlapan, yang langka dan berharga yaitu Putra-Nya sendiri. Khazanah yang luar biasa besar itu adalah MARIA. Orang-orang kudus menyebutnya khazanah Tuhan. Dari kepenuhannya semua orang menerima bagiannya secara melimpah. (BS. no.23). 

Ia melanjutkan refleksinya bahwa "Allah Putra telah menyampaikan kepada Bunda-Nya segala sesuatu yang diperoleh-Nya melalui kehidupan dan kematian, yakni pahala-pahala Yesus yang tak terhingga dan keutamaan-keutamaan-Nya yang mengagumkan. Segala sesuatu yang telah dihadiahkan Bapa kepada Yesus sebagai milik yang tak dapat dialihtangankan, diserahkan-Nya kepada Bunda-Nya..." (BS. No.24). Demikian juga Allah Roh Kudus telah memberi kepada Maria, mempelai-Nya yang setia, anugerah-anugerah yang tak terkatakan. Dia memilih Maria menjadi pembagi segala sesuatu yang dimiliki-Nya. Oleh karena itu Maria membagi semua anugerah dan rahmat  itu kepada siapa dia mau, sebanyak dia mau, seperti dia mau dan apabila dia mau. jadi, tidak ada satu pun anugerah surgawi yang diberikan kepada manusia, yang tidak melalui tangan Bunda Maria yang suci murni... (BS. No.25).

Oleh karena itu segala sesuatu yang MARIA  punya dan yang ia terima dari ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS, MARIA bagikan kepada GEREJA (UMAT ALLAH). Kepada putra-putri ALLAH BAPA, kepada saudara-saudari ALLAH PUTRA dan kepada umat ALLAH ROH KUDUS. Sungguh Maria menjadi ibu Gereja "Ibu, ini anakmu.... Inilah ibumu" (Yoh.19:26-27). Ibu yang senantiasa menyertai para Rasul dan Gereja Kristus (Kis.2:1-13) yang berziarah hingga mencapai kepenuhannya kelak ketika Yesus datang untuk kedua kalinya. Artinya bahwa peran penting dan sentral Maria tetap ALLAH perlukan dalam sejarah keselamatan. Apa yang telah ALLAH mulai dalam inkarnasi akan diselesaikannya pula melalui MARIA saat parusia. Namun, perlu disadari bahwa janganlah orang memandang ketergantungan ini sebagai semacam perendahan atau ketidaksempurnaan dalam diri Yesus Kristus. Sesungguhnya Maria berada sangat jauh di bawah Putranya yang adalah Allah. 

St. Montfort dalam hal ini menegaskan  bahwa Maria tidak memberi perintah kepada-Nya seperti layaknya sorang ibu duniawi memberi perintah kepada seorang anak yang tunduk kepadanya. Maria telah sepenuhnya berubah rupa di dalam Allah, oleh rahmat dan kemuliaan yang mengubah semua orang Kudus di dalam Dia, sehingga Maria tidak meminta sesuatu pun, tidak menghendaki atau melakukan sesuatu pun yang bertentangan dengan kehendak Allah yang kekal dan tak berubah. (BS. No.27). Sebagaimana yang dikatakan oleh St. Bernardus, St. Bernardinus, St. Bonaventura dan lain-lain bahwa Allah berkenan memberikan kuasa yang begitu besar kepada Maria. Maka tidak pernah Ia menolak doa Bunda yang terkasih karena selalu disampaikan dengan rendah hati dan sesuai dengan kehendak Allah...Dari kesaksian iman para kudus itu, diajarkan kepada kita untuk tidak ragu-ragu mempercayakan setiap doa-doa kita kepada Maria, Bunda Gereja dan Bunda kita semua. Maria akan menghantarkan dan mempercayakan semuanya itu kepada Putra-Nya dalam Roh Kudus dan Sang Putra akan menghantarkannya kepada Bapa. Dan Bapa akan mengabulkan doa-doa kita seturut kehendak-Nya. 

Mengakhiri renungan sederhana hari ini, saya hendak mengajak kita semua untuk tidak jemu-jemunya mempercayakan dan membaktikan seluruh kehidupan kita, keluarga-keluarga kita, kecemasan-kecemasan, maupun kebahagiaan-kebahagiaan kita kepada Yesus melalui Maria. Seberat apapun penderitaan dan beban kita, Maria Bunda Kristus, Bunda Gereja, dan Bunda kita umat beriman akan senantiasa berjalan bersama kita. Keyakinan ini hendaknya selalu ditanamkan dalam diri kita sebagaiman yang telah ditunjukkan oleh para kudus. St. Yohanes Paulus II bersaksi kepada kita bahwa "Maria yang penuh rahmat mengingatkan kita akan besarnya kemungkinan bagi kebaikan, keindahan, kebesaran, dan kebahagiaan yang bisa dijangkau manusia bila mereka membiarkan dirinya dituntun oleh kehendak Allah serta menjauhi dosa..."
Semoga Bunda Maria mendoakan kita semua dan menghantar kita mencapai keserupaan dengan Putranya. TOTUS TUUS ERGO SUM...

BERKAH DHALEM
×
Berita Terbaru Update