-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jika Kekristenan Membuatmu Tersiksa, Kuatkan Imanmu

Senin, 15 Juni 2020 | 18:01 WIB Last Updated 2020-06-15T11:01:28Z
Jika Kekristenan Membuatmu Tersiksa, Kuatkan Imanmu
Jika Kekristenan Membuatmu Tersiksa, Kuatkan Imanmu - Pater Tuan Kopong, MSF

Jika Kekristenan Membuatmu Tersiksa, Kuatkan Imanmu
(Jangan hakimi “balon, pohon cemara dan kiri kanan”)

Gereja ditolak untuk dibangun bahkan ditutup dan dibakar. Kami tak marah. Karena itu bagian dari peziarahan iman kami yang meneguhkan dan menguatkan.
Aksi sosial yang kami lakukan ditolak dengan dalih kristenisasi kami terima, karena dengan menolak, kalian ikut mewartakan kearifan dan budaya cinta serta habitus pengampunan yang diajarkan oleh Sang Guru kami Yesus Kristus.

Aplikasi Injil berbasaha Minang diminta ditutup, kami tak protes karena itu semakin menyadarkan kami bahwa hidup dan karya-karya baik yang diwariskan kepada kami oleh Yesus adalah Injil kehidupan, Kabar Sukacita yang paling penting kami wartakan.

Tanda palang merah atau rambu lalu lintas mirip “salib” dipersoalkan kami santai aja, karena dengan itu kalian ikut membuka jalan bagi kami untuk memperkenalkan Salib Kristus yang sebenarnya kepada siapapun.

Ketika Salib Kristus yang kami imani dihina dan dipotong, termasuk peristiwa kelahiran Kristus yang dilecehkan, kami maafkan karena kami yakin bahwa dengan caramu yang oleh tata krama Indonesia tidak sopan, tetapi paling tidak membantu kami untuk menghidupkan nilai terdalam dari Salib dan kelahiran Kristus yang membawa pengampunan dan kedamaian untuk semua.

Dan beberapa hari terakhir ini rahim pertiwi dibuat tertawa oleh lagu anak-anak yaitu naik-naik ke puncak gunung dipersoalkan karena di dalamnya ada pohon cemara dan mengilustrasikan gaya Lionel Mesi yang mengangkat jari tangan kiri dan kanan ketika mencetak gol ke gawang lawan sebagai makna atau simbol Kristen dari lagu itu.

Tidak masalah bagi kami karena bagi kami itu bukan ekspresi iman kami. Itu adalah ekspresi jiwa dari seorang seniman atau ekspresi kegembiraan dari seorang Lionel Messi yang tidak ada hubungannya dengan ekspresi iman kami meski ia seorang Katolik.

Dalam Katolik, yang membuka tangan, merentangkan tangan dan mengangkat tangan (tidak tinggi-tinggi loh hehe) hanya imam yang memimpin misa. Itu yang disebut tata gerak dalam liturgi yang berarti membuka hati pada Allah dan sapaan pada umat (membuka tangan), kepasrahan pada Allah (merentangkan tangan) dan pujian serta syukur pada Allah yang Maha Tinggi (mengangkat) (bdk. PUMR, 42-44).

Sedangkan umat dengan tangan terkatup di dada, berlutut, membungkuk dan berdiri sebagai simbol penghormatan dan penyembahan pada Allah. Simbol perhatian dan kesiapan menerima kehadiran Allah.

Jika kemudian semua hal profan yang ada di Indonesia dipersoalkan dan dihubung-hubungkan dengan kekristenan yang didalamnya ada yang namanya agama Katolik, itu bukan karena kesalahan Indonesia mengandung tetapi karena betapa tersiksanya kalian melihat KESABARAN, KEBESARAN HATI KAMI UNTUK MENGAMPUNI DAN MENCINTAI lantaran tugas perutusan kami salah satunya adalah membawa dan mewartakan kedamaian bagi semua.

Jika karena tersiksanya kalian melihat kebesaran cinta kami maka cukup BERTOBAT DAN PERKUATLAH IMANMU. Karena hanya dengan pertobatan dan menguatkan imanmu kalian hanya bisa melihat dengan jelas dan terang benderang bahwa kekristenan dalam hal ini Katolik adalah PEMBAWA PERDAMAIAN.

Satu-satunya cara untuk membuat kalian tidak tersiksa lagi adalah dengan menaklukan siksaan itu dengan menjadikannya sebagai sahabatmu maka yang lahir adalah pikiran yang positif yang memberi energi perdamaian bagi semua. Salam.

Manila: 15 Juni 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update