-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Katolik itu Hanya Satu, Jika ada Katolik Bergaris, Katolik darimana itu?

Senin, 08 Juni 2020 | 19:30 WIB Last Updated 2020-06-08T12:45:09Z
Katolik itu Hanya Satu, Jika ada Katolik Bergaris, Katolik darimana itu?
Ilustrasi: vatikan news

Sejak awal berdirinya Gereja Katolik, hanya satu Katolik. Bahwa kemudian ada kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi dalam di dalamnya tetap berada dalam kesatuan dengan Geraja yang satu yaitu Katolik.

Entah itu PMKRI, Pemuda Katolik, WKRI dan juga kelompok kategorial lainnya selalu mengedepankan kesatuan sebagai satu kesatuan Gereja Katolik. Tidak ada pembedaan yang lucu atau tidak, yang pemarah atau baik.

Bahwa kemudian ada pribadi atau kelompok yang hendak menggunakan nama Katolik sebagai akun facebook group walaupun tidak “diakui” secara sah sebagai lembaga yang memiliki yurisdiksi dan diakui sebagai lembaga sah Gereja Katolik sebagaimana diatur dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) kanon 113-128, bukan berarti dengan seenaknya atau semaunya menjadikan nama Katolik hanya sekedar lucu-lucuan atau popularitas, melainkan tetap menghidupi nilai-nilai Injili dan moral serta sifat-sifat Gereja Katolik yang adalah Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik (bdk. KGK. 830-836; 838; 849).

Nonton juga SFN Channel: https://www.youtube.com/watch?v=BJB_gia3kSs (SUbscribe, like dan share ya)

Kitab Hukum Kanonik menuliskan dengan jelas bahwa penggunaan sarana-sarana sosial komunikasi yang salah satunya adalah facebook senantiasa dijiwai oleh semangat manusiawi dan kristiani yaitu yang dijiwai oleh semangat Injili (bdk. Kan. 822 §.2), juga untuk mendukung karya-karya pastoral Gereja (§.3).

Bahkan dalam Kanon 823-§.1 dengan jelas dikatakan bahwa

“Supaya keutuhan kebenaran iman dan moral terpelihara, para gembala Gereja berkewajiban dan berhak untuk menjaga agar iman dan moral dari kaum beriman kristiani tidak dirugikan oleh tulisan-tulisan atau penggunaan sarana-sarana komunikasi sosial... dan juga untuk menolak tulisan yang merugikan iman yang benar atau moral yang baik”.

Kita semua tahu mulai dari Injil Matius hingga Injil Yohanes serta tulisan-tulisan suci lainnya dalam Perjanjian Baru, dalam mewartakan Sabda Tuhan Yesus hanya menggunakan perumpaan untuk menerangkan pewartaan-Nya dan tidak pernah menggunakan joke atau lelucon.

Bahkan kadang sangat keras perkataan-Nya seperti dalam Injil Yohanes 6:60 dimana para murid sesudah mendengar penjelasan Yesus berkata di antara mereka satu sama lain; “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya”? Toh, Gereja Katolik tetap bertahan hingga hari ini.

Bahkan demi berdirinya Gereja Katolik, Yesus mengorbankan nyawa-Nya demikian juga nyawa dan darah para martir, tanpa ada kelucuan sekalipun, juga pewartaan seluruh anggota Gereja yang sangat serius sekalipun Gereja Katolik nyatanya tetap berkembang dan mampu berdialog dengan siapapun.

Lantas MENGAPA HARUS ADA KATOLIK BERGARIS.....INI DAN ITU?

Yang mengherankan lagi adalah bahwa menggunakan nama Katolik, tetapi mengatakan bahwa tidak mewakili pandangan Gereja Katolik manapun? Emangnya Gereja Katolik ada berapa? Apapun pandangan dan tulis meski beralasan tidak mewakili pandangan Gereja Katolik, tetapi nama yang tercantum di situ adalah Katolik maka yang jadi perhatian adalah Katoliknya.

Apapun yang ditulis dan diposting serta dibaca oleh orang lain, semua mata akan tertuju pada Katolik dan bisa saja menjadi batu sandungan ataupun boomerang bagi Gereja Katolik sendiri. Fokusnya bukan pada postingan tetapi Katoliknya. Apalagi simbol dan lainnya merujuk pada simbol yang melekat pada Gereja Katolik lantas dengan mudahnya mengatakan tidak mewakili pandangan Gereja Katolik manapun.

Yang lebih parahnya lagi adalah menuliskan dalam deskripsi akun;

“Berimanlah kepada Allah, Berimanlah kepada Yesus” (jangan lupa kepada Gusdur juga).

Maaf saya harus mengatakan ini adalah penyesatan. Katolik sangat menghargai Gus Dur sebagai tokoh bangsa yang berjuang untuk kebaikan bersama. Lantas ketika ada yang menggunakan nama Katolik lantas menempatkan Gus Dur meski ditempatkan dalam kurung sebagai yang “diimani” maka bukan sesuatu yang lucu yang ditampilkan tapi pelecehan dan penodaan terhadap kiprah dan perjuangan bapak Gus Dur sebagai tokoh bangsa, termasuk pelecehan terhadap Katolik sendiri.

Menjadi Katolik itu karena Iman. Bukan soal lucu, keras atau serius. Maka ketika ada akun fb atau oknum kelompok dengan menggunakan nama Katolik tetapi ada embel-embel garis ini dan itu, maka pertanyaannya;

“Apakah mereka yang tidak lucu atau lemah lembut bukan Katolik”?

Kiranya dua pandangan bijak ini menyadarkan kita semua bahwa Katolik itu hanya Satu dan tidak bergaris ini dan itu:

"Di mana ada dosa, di situ ada keanekaragaman, di situ ada perpecahan, sekte-sekte dan pertengkaran. Di mana ada kebajikan, di situ ada kesepakatan, di situ ada kesatuan, karena itu semua umat beriman bersatu hati dan bersama jiwa" (Origenes, hom. in Ezech. 9,1).

Dekrit Konsili Vatikan II mengenai ekumene menyatakan: "Hanya melalui Gereja Kristus yang katoliklah, yakni upaya umum untuk keselamatan, dapat dicapai seluruh kepenuhan upaya-upaya penyelamatan. Sebab kita percaya, bahwa hanya kepada Dewan Para Rasul yang diketuai oleh Petrus-lah Tuhan telah mempercayakan segala harta Perjanjian Baru, untuk membentuk satu Tubuh Kristus di dunia. Dalam Tubuh itu harus disaturagakan sepenuhnya siapa saja, yang dengan suatu cara telah termasuk Umat Allah" (UR 3).

Manila: 08 Juni 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update