-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kerelaan dan Ketulusan Hati

Sabtu, 06 Juni 2020 | 12:54 WIB Last Updated 2020-06-06T05:56:10Z
Kerelaan dan Ketulusan Hati
Kerelaan dan Ketulusan Hati - Ilustrasi: google

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian) 
Sabtu, 6 Juni 2020
Edisi: Akhir Pekan

Saudara seperjalanan yang terkasih, jika kita mengingat dan merenungkan kembali pengalaman dan peristiwa hidup yang terjadi selama sepekan ini, apa yang sudah kita berikan untuk Tuhan dan untuk sesama kita? Doa pribadi yang tak pernah padam?  Perhatian dan kehangatan sapaan kepada istri, suami, anak, anak dan seluruh anggota keluarga kita? Membantu orang yang kesusahan? Menuruti aturan protokoler pemerintah sebagai bentuk pencegahan virus Covid-19? Atau malah sebaliknya. Sikap acuh tak acuh? Sikap curiga?  Membicarakan kejelekan tetangga atau orang lain?  Bergosip?  Memfitnah dan berusaha menjatuhkan orang lain? Bersikap curang atau tidak jujur? Lalu dari semuanya itu perasaan apa yang dominan muncul dalam sepekan ini? Gembira?  Bahagia? Bersyukur?  Sedih? Muram? Marah? Masa bodoh? Jengkel? Biasa saja dll?  Silahkan saya, Anda, dan Kita menjawabnya sendiri-sendiri. Yang pasti dari semua suasana hati dan perasaan yang ada bahwa kita telah melewatinya. Melewati 7 hari itu dengan segala dinamikanya. 

Sahabat seperjalanan yang terkasih, tanpa disadari (mungkin) dalam sepekan ini kita ingin berbuat sesuatu yang besar kepada Tuhan dan sesama sehingga melupakan yang kecil-kecil,  sederhana dan yang biasa yang didasari dengan KERELAAN dan KETULUSAN HATI. TUHAN sesungguhnya tidak menghendaki sesuatu yang besar dalam hidup ini. Cukup yang kecil, sederhana, dan biasa namun dengan CINTA KASIH yang besar. Sesungguhnya,  melalui seluruh peristiwa dan dinamika sepekan yang kita lalui Yesus masuk ke dalam semua aspek kehidupan dan panggilan kita. Ia menuntut sekaligus menghendaki perilaku yang konsisten dalam menghayati cinta manusiawi di sekolah, di lingkungan kerja, dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dia memberi makna pada KEBAHAGIAAN dan PENDERITAAN, SEHAT dan SAKIT,  MISKIN dan KAYA serta HIDUP dan MATI. 

Dalam bacaan-bacaan suci hari ini, TUHAN ALLAH mengajarkan dan mendidik kita menjadi pribadi yang RELA dan TULUS MEMBERI apapun itu bentuknya. Rasul Paulus melalui suratnya kepada Timotius memperingatkan setiap orang untuk peduli terhadap orang lain "Siap sedialah selalu, baik atau tidak waktunya. Nyatakanlah yang salah, tegur dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran... " (2 Tim 4:1-8).  Ajakan ini merupakan ajakan yang sangat aktual dalam kehidupan kita sehari-hari di manapun kita berada. Entah ketika berada ditengah keluarga, di kantor atau tempat kerja, masyarakat, dalam kehidupan beragama (menggereja) dll. Dan ketika saya, Anda, dan Kita mau melakukannya maka rahmat sukacita dan kebahagiaan batin akan berlimpah dalam hidup. Tidak perlu yang besar-besar cukuplah yang kecil, sederhana seperti yang di teladankan seorang janda dalam Injil.

Saudara seperjalanan yang terkasih, Yesus meneguhkan dan menyadarkan kita agar memiliki hati seperti hati janda miskin. Yesus mengatakan kepada kita "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukan uang ke dalam peti persembahan.  Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya,  tetapi janda itu memberi dari kekurangannya, semuanya yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya" (Mrk. 12:38-44).  Mari jangan berpangku tangan. Kita mulai sesuatu yang baru dalam hidup ini. Kita lakukan hal-hal kecil, sederhana dan biasa dengan KERELAAN dan HATI YANG TULUS MURNI. Sehingga dalam hidup sehari-hari kita bersama pemazmur berdoa "Mulutku akan menceritakan keselamatan yang datang dari-Mu,  ya Tuhan..."

YAKINLAH BERSAMA TUHAN KITA BISA. 
TOTUS TUUS ERGO SUM
BERKAH DHALEM

Oleh: Fr. Ignasius Wahyudi Paweling (Calon imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta)
×
Berita Terbaru Update