-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Maria Menghantar Kita kepada Pengenalan Diri

Kamis, 11 Juni 2020 | 16:09 WIB Last Updated 2020-06-11T09:15:20Z
Maria Menghantar Kita kepada Pengenalan Diri
Maria Menghantar Kita kepada Pengenalan Diri

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian)
Kamis, 11 Juni 2020
Edisi: KATEKESE Marial

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan,
Saya yakin bahwa saya, Anda, dan Kita memiliki bentuk pernghormatan kepada orang-orang kudus. Dalam Gereja Katolik ada 3 jenis atau tingkatan dalam hal penyembahan atau penghormatan. Yang pertama Latria adalah bentuk penyembahan yang hanya ditujukan khusus kepada Allah (Trinitas). Kedua, Dulia adalah bentuk penghormatan yang ditujukan kepada orang-orang kudus Gereja: St. Antonius, St. Yosef, St. Ignasius dari Loyola, St. Fransiskus Asisi, St. Monika, St. Agata, St. Helena, St. Theresia dari Avilla, St. Theresa dari Kalkuta, St. Barnabas Rasul yang kita rayakan hari ini dll. Sedangkan yang ketiga Hiperdulia merupakan penghormatan yang ditujukan khusus kepada Bunda Maria (Rosario, Ziarah ke gua Maria, Doa Salam Maria, Mahkota Kecil St. Perawan Maria, Litani kepada St. Perawan Maria, doa Magnificat, Novea 3 x Salam Maria dll). Dikhususkan kepada Maria karena Maria memiliki peran yang sentral dan penting dalam sejarah keselamatan Allah. Namun demikian apa pun bentuk devosi yang ada dan yang kita praktikan dan hidupi sampai saat ini tujuannya hanya satu yaitu ALLAH TRITUNGGAL MAHA KUDUS. Sebagaimana di katakan oleh St. Louis Maria Grignion de Montfort "Yesus Kristus penebus kita, sungguh Allah dan sungguh manusia, harus menjadi tujuan akhir dari segala bakti-devosi kita, kalau tidak bakti-devosi itu tidak tepat dan menyesatkan..." (BS. No.61).

Saudara dan saudari seperjalanan yang terkasih dalam Tuhan,
Dalam hal ini, saya hanya memberikan sedikit apa yang saya tahu dan coba hayati dalam hidup ini. Dalam hidup keberimanan dan devosi-bakti kepada Allah dan orang-orang kudus Gereja. Saya mengajak KITA semua untuk tidak ragu-ragu atau takut mempraktikan bentuk devosi kita selama ini. Kita harus yakin dan percaya sebagaimana para kudus Gereja telah mempraktikannya dalam hidup sehari-hari hingga mereka menerima mahkota kekudusan dari Allah. Kita pun kelak akan memperoleh mahkota kekudusan yang sama ketika kita sungguh mempraktikannya secara benar dan menghayatinya dalam hidup sehari-hari. Sebab devosi yang kita lakukan selama ini menjadi sarana untuk meneladani hidup para kudus dan Bunda Maria yang akhirnya akan menghantar kita mencapai keserupaan dengan Yesus Kristus. Dalam permenungan SENIMAN hari ini, saya hendak membagikan salah satu hasil yang mengagumkan yang ditimbulkan oleh bakti-devosi khususnya kepada (Bunda Maria) bagi orang yang setia menjalankannya.

Salah satu hasilnya adalah BUNDA MARIA menghantar saya, Anda, dan Kita kepada pengenalan diri. Saya sangat yakin dan percaya bahwa melalui terang yang diberikan Roh Kudus kepada kita lewat Maria, mempelai-Nya yang terkasih, kita akan memperoleh pandangan yang jelas terhadap dasar yang jahat, kebusukan dan ketidakmampuan kita untuk melakukan segala yang baik. Selanjutnya hanya dengan rasa hina dan benci, kita masih akan memandang diri kita bagaikan seekor siput yang mengotori segala sesuatu dengan lendirnya, bagaikan seekor katak yang meracuni segala sesuatu dengan racunnya, bagaikan seekor ular yang licik yang selalu siap menipu. Maka Maria yang rendah hati akan membagikan kerendahan hatinya yang mendalam sehingga saya, Anda, dan Kita menganggap hina bukan orang lain melainkan diri kita sendiri, dan kita akan mencintai penghinaan itu... (bdk. BS. No213).

Saudara dan saudariku yang terkasih dalam Tuhan, Gereja melalui para pemimpinnya telah mengajarkan praktik devosi yang benar bagi kita umat beriman. Melalui mereka kita dibantu dalam penghayatan dan praktik devosi dan praktik hidup sehari-hari. Mari kita mohon rahmat ketekunan dalam menjalani hidup keseharian kita. Kita yakin dan percaya bahwa Allah senantiasa menyertai kita (bdk. Mat.28:20) dan Bunda Maria senantiasa mendoakan kita. Mari kita membaktikan seluruh diri kita kepada Allah melalui perantaraan Bunda Maria "aku milik-Mu semata-mata, dan segala milikku, ku persembahkan kepada-Mu, ya Yesus yang terkasih melalui Maria, ibu-Mu yang suci..."

TOTUS TUUS ERGO SUM
BERKAH DHALEM

Oleh: Fr. Ignasius Wahyudi Paweling (Calon imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta
×
Berita Terbaru Update