-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Memberikan Hak Kepada Yang Paling Berhak Mendapatkan

Rabu, 03 Juni 2020 | 23:24 WIB Last Updated 2020-06-03T16:24:22Z
Memberikan Hak Kepada Yang Paling Berhak Mendapatkan
Ilustrasi: google

Kemarin malam, Pastor Vikep kevikepan Christ the King, mengirimkan hasil rapat curia keuskupan Novaliches kemarin pagi kepada kami semua para pastor di kevikepan Christ the King.
Disamping hasil rapat, ada dua pertanyaan yang diberikan sekaligus meminta jawaban atau pendapat kami untuk dibawa dalam rapat pada hari Kamis mendatang (04 Juni 2020). Begini isi pesan pastor vikep:

Selamat malam para pastor: 
Hanya bertanya saja tentang apa saja yang tidak kita terima dulu pada bulan-bulan yang akan datang. (Apa usul atau tanggapan kalian tentang hal ini, saya akan melaporkan pada hari Kamis selama rapat Dewan Imam):
1) Stipendium pada semua misa di paroki 
2) 6.000 piso (bensin dan keperluan) dari paroki. 

Singkatnya bahwa semua imam yang berkarya di keuskupan Novaliches diminta kesediaannya untuk merelakan apa yang selama ini diterima berupa stipendium dan uang saku tidak diterima dulu untuk beberapa bulan ke depan untuk kepentingan kas paroki, kas pastoran, gaji karyawan dan untuk aksi sosial bagi umat dan masyarakat yang tentu masih mengalami kesulitan setelah keadaan normal.

Berhadapan dengan pertanyaan ini, ketulusan dan keikhlasan untuk tidak menerima menjadi jawaban bahwa tidak hanya para pejabat pemerintah atau orang kaya yang diminta untuk memberi namun juga sebagai imam, gembala umat memiliki kewajiban moral untuk berkontribusi berapapun itu demi kebaikan dan keselamatan banyak orang terutama mereka yang paling dekat yaitu para karyawan.

Setelah berdiskusi dengan pastor rekan saya, juga dengan sekretaris paroki dan rekan-rekan imam lainnya di kevikepan dan luar kevikepan, kami sepakat bahwa kami dengan tulus dan ikhlas untuk tidak menerima stipendium dan uang saku untuk beberapa bulan ke depan.

Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa tidak semua yang menjadi hak saya harus saya pertahankan semata untuk hak pribadi saya, tetapi yang paling bernilai dari hak saya adalah ketika “MERELAKAN DAN MEMBERIKAN HAK PRIBADI KEPADA MEREKA YANG PALING BERHAK MENDAPATKANNYA”.

Mempertahankan hak itu baik namun tidak berarti mengesampingkan dan menutup mata terhadap hak orang lain terutama umat dan sesama yang mengalami dampak covid 19 yang luar biasa.
Bahwa apa yang menjadi hak saya yang saya terima itu juga adalah dari kebaikan dan cinta umat, maka untuk sementara merelakan dan memberikan apa yang selama ini saya terima kepada umat dan sesama yang paling membutuhkan itu juga adalah bagian tertinggi dari hak yang kita sebut hak asasi.
Hak asasi bukan semata menghormati orang lain tetapi lebih dari itu menyelamatkan hak untuk hidup dan hak untuk kebahagiaan dan keselamatan sesama adalah hak asasi itu sendiri. Yang dalam bahasa Yesus hari ini adalah;

“Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah” (Mrk 12:17).

Manila: 02 Juni 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update