-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MENARUH RASA PERCAYA KEPADA DIA

Selasa, 02 Juni 2020 | 09:22 WIB Last Updated 2020-06-02T02:22:56Z
MENARUH RASA PERCAYA KEPADA DIA
Ilustrasi: google

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian)
Selasa, 2 Juni 2020
Edisi: Masa Biasa

Saudara dan saudara yang terkasih; meskipun Perayaan Paskah telah berakhir dua hari yang lalu namun bukan berarti semangat kebangkitan kita juga berakhir. Tidak sama sekali. Justru sebaliknya spirit dan gelora Paskah itu kini merasuk kedalam hari-hari hidup kita. Hari ini (dalam penanggalan liturgi) Gereja Semesta memasuki pekan biasa dengan warna liturgi yang dikenakan adalah hijau. Hijau melambangkan HARAPAN. Artinya HIDUP YANG PENUH PENGHARAPAN AKAN MASA YANG AKAN DATANG. MASA DI MANA KELAK KITA AKAN BERSATU DENGAN ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS DALAM KERAJAAN SURGA. Inilah misi kita dan juga harapan kita. Maka bacaan-bacaan suci hari ini mengundang kita untuk mengarahkan hati, pandangan dan seluruh diri kita kepada tujuan itu. Untuk itu betapa pentingnya kita MEMBERI MAKNA atas hari-hari kita di tengah kebebasan yang ALLAH percayakan kepada kita.

St. Yohanes Paulus II dalam nasihat spiritualnya mengatakan demikian "Betapa pentingnya menemukan kebebasan yang otentik! Kebebasan yang sebenarnya tidak selamanya seperti yang dikemukakan individu atau bahkan seluruh sistem sebagai ekspresi kebebasan. Sebuah jalan harus ditemukan untuk mempertahankan kebebasan sejati dan membangunnya dalam kebenaran dari hari ke hari..." Melalui nasihatnya ini saya merenungkan dan menterjemahkannya dalam konteks hidup sehari-hari. Kebebasan yang dimaksud oleh St. Yohanes Paulus II adalah kebebasan dari kelekatan tak teratur. Kelekatan yang membuat kita tidak merdeka sebagai anak-anak ALLAH. Kelekatan yang membelenggu kita dari kerinduan untuk selalu berada dalam kebenaran ALLAH. 

Yang saya maksudkan kelekatan tak teratur adalah keinginan untuk menuruti apa yang kita mau dan bukan apa yang TUHAN kehendaki atas diri kita. Keinginan untuk memuaskan diri dari nafsu-nafsu kedagingan kita: amarah yang tak terkendali, keinginan dipuji dan dihargai, hidup enak-enakan tanpa mau bersusah-susah, makan sepuasnya tanpa ada rasa empati, membicarakan kejelekan orang lain tanpa melihat kedalam diri, menyimpan dendam yang tak pernah kunjung berhenti. Keinginan untuk lepas dari tanggungjawab kita entah sebagai suami, istri, orang tua, anak dan lain sebagainya. Dan masih banyak kelekatan-kelekatan tak teratur lainnya yang seringkali ada dalam hati dan menguasai serta memperbudak diri kita. Dalam hal ini kita bisa merenungkannya masing-masing.

Hari ini YESUS KRISTUS, GURU, SAHABAT dan SUADARA SULUNG KITA mengajarkan kepada kita bagaimana menjalankan kewajiban dengan kesadaran penuh yang dibalut rasa cinta yang mendalam; "Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!" (Mrk.12:13-17). Dari sini saya, Anda, dan Kita disadarkan akan tanggungjawab kita baik sebagai warga negara maupun sebagai umat Allah. Yesus  telah memberikan teladan bagi kita akan hal ini berbakti kepada negara dan berbakti kepada ALLAH. Kiranya nasihat Rasul Petrus dalam bacaan pertama hari ini semakin meneguhkan iman kita; "Karena itu waspadalah! Jangan sampai kalian terseret kedalam kesesatan orang-orang yang tidak mengenal hukum, dan jangan sampai kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi hendaklah kalian bertumbuh dalam kasih karunia dan semakin mengenal Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus..." (2Ptr.3:12-15.17-18). 

Sahabat seperjalanan yang terkasih, kurang lebih 3 bulan kita berjalan bersama-sama ditengah pendemic Covid-19. Suka duka, pahit manis kita rasakan bersama. Jatuh bangun dalam menghidupi kebutuhan rumah tanggal kita perjuangkan bersama-sama. Sekarang makan besok tidak bisa jadi kita alami. Lelah, letih, tak berdaya, dan terkadang putus harapan tak bisa kita elakan. Ingin lari dari kenyataan mungkin pernah kita lakukan. Berbagai macam ungkapan rasa yang tak terkatakan seringkali memenuhi hati kita. Ingin berteriak sekeras mungkin dan berharap TUHAN mendengarkan berkali-kali kita usahakan hingga pada suatu titik kita hanya bisa diam dan terdiam. Saat-saat seperti ini kerapkali kita mempetanyakan TUHAN "Di manakah TUHAN...!!!! Mengapa TUHAN diam saja.....!!! Sungguhkah DIA ada? Jika ada kenapa semua menjadi seperti ini...?"

Kita tidak bisa membohongi diri bahwa kita pernah mempertanyakan-Nya..... Jika demikian apa yang dapat kita lakukan saat ini? Semua ada dalam diri saya, Anda, dan Kita. Kitalah yang memberi MAKNA atas kehidupan kita sehari-hari dengan tetapi menaruh rasa PERCAYA dan IMAN akan DIA yang menjadi muara serta tujuan hidup kita. DIA-lah TUHAN, pelindung kita turun temurun (Mzm. 90). 

Sahabat seperjalanan yang terkasih, di masa pandemic ini yang dapat kita lakukan dan berikan kepada negara adalah TETAP MENGIKUTI ANJURAN PROTOKOLER PEMERINTAH SEBAGAI USAHA MEMUTUS RANTAI PENEYEBARAN VIRUS CORONA. Marilah dengan kerendahan hati kita bersama-sama berdoa kepada-Nya "kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Biarlah hamba-hamba-Mu menyaksikan perbuatan-Mu, biarlah anak cucu mereka menyaksikan semarak-Mu...."

SELAMAT BERJUANG DAN JANGAN TAKUT.
TUHAN SENANTIASA ADA DAN MENYERTAI KITA. PERCAYA (IMAN) KEPADANYA ITU PENTING DAN MUTLAK PERLU UNTUK KESELAMATAN.
BERKAH DHALEM.....
×
Berita Terbaru Update