-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mengapa Perlu Mengenal Sejarah Asal-Usul Kita sebagai Elemen Pembentukan Mentalitas dan Kepribadian Manusia?

Kamis, 04 Juni 2020 | 22:25 WIB Last Updated 2020-06-05T01:41:09Z
Mengapa Perlu Mengenal Sejarah Asal-Usul Kita sebagai Elemen Pembentukan Mentalitas dan Kepribafian Manusia?
Ilustrasi: google

Sebelum melanjutkan ke episode kedua tulisan saya ini, ada beberapa poin penting yang harus perlu digaris bawahi yakni pertama, History tentang Lamba tidak memiliki dokumen tertulis sebagai referensi untuk menentukan kevalitan sebuah sejarah. Kedua, Saya menggunakan data-data empiris berdasarkan ceritera orangtua kita. Kalau kita ingin memiliki data-data yang valid perlu masing-masing kita sebagai generasi muda atau putera/i dari rahim kampung Lamba harus membuat penelitian yang intensif sehingga dapat memiliki data dan kemudian diliterasikan dengan baik. Saya sangat apresiasi dengan ide-ide yang muncul kemarin tetapi perlu didalami kembali. Bukan dengan ceritera satu atau dua orangtua saja yang harus kita dengar melainkan juga membutuhkan sumbangan ide-ide dari desa tetangga juga sebagai referensi. Terminologi dari Lamba perlu diperdalamkan lagi sehingga kita bisa menemukan filosofis hidup kita. Artinya kata "Lamba" memiliki nuasa apa dalam tingkah laku kita sebagai orang lamba.

(Saudara/iku,adik2 mahasiswa,kaum intelektual)

Dunia diterpa amukan tehnologi yang semakin canggih dalam kehidupan manusia dewasa ini. Perubahan dari hari ke hari merasuk kehidupan manusia. Mungkin ada yang mengatakan bahwa tehnologi sudah mulai tahun 2000 sampai sekarang. Sebenarnya pintu gerbang munculnya tehnologi itu terjadinya setelah revolusi Industri di Inggris, Perancis dan Amerika. Masa itu mulai babak baru bagi dunia dengan menggunakan mesin sebagai alat produksi dan memudahkan kehidupan manusia. Dengan adanya industri ini, pola berpikir manusia berkembang dalam banyak sektor kehidupan manusia. Abad 18, 19 dan 20 mulai gencarnya perkembangan tehnologi. 

Sejalan dengan itu, berbagai aliran ideologi seperti materalisme, sekuralisme, rasionalisme, dan isme2 yang lain mulai muncul dan berkembang. Dengan perubahan-perubahan demikian, wacana tentang modernisme muncul pula. Agen yang mengkampanyekan berbagai perubahan melalui teknologi dan munculnya ideologi itu adalah PBB (Perserikatan Bangsa- Bangsa). 

Kemudian tahun 1939 era Postmoderen mulai dikumandangkan oleh Arnold Toynbee setelah melihat dan mengevaluasi berbagai permasalahan yang dihadapi pada zaman moderen. Ada seorang Spanyol bernama Frederico de Onis mengatakan bahwa postmoderen muncul sebagai reaksi idea dan aksi oleh tempo moderen. 

Berdasarkan evaluasi PBB dan para pakar ilmu-ilmu sosial dunia, ada beberapa kelemahan zaman moderen ini (pakar limu sosial salah satunya adalah Francois Lyotard). Ada beberapa rekomendasi sebagai kelemahan dan peluang kedepan. Titik kelemahan zaman moderen yakni pertama, terjadinya krisis dehumanusasi. Krisis kemanusiaan ini menyebabkan manusia bukan sebagai subyek bagi perkembangan tehnologi itu melainkan obyek. Dalam hal ini terjadi: "krise da vida" krisis kemanusiaan. Sebagai salah satu contoh, negara maju membuat senjata nuklir,  berbagai sejata kimia  untuk menghancurkan sesama manusia. 

Kedua, kebenaran tunggal. Dalam zaman moderen yang telah kita lalui kebenaran tunggal yang harus kita taati yakni kebenaran berasal dari Eropa dan bersumber pada PBB. Misalnya, Diretur WHO menginstruksikan bahwa orang yang meninggal harus dikuburkan secara protokol dari dinas atau menteri kesehatan. Pihak keluarga tidak dilibatkan dalam hal ini. Disini boleh kita baca bahwa Organisasi kesehatan dunia (WHO) memiliki kebenaran tunggal. Sehingga negara-negara yang ekonomi pas-pasan ikut saja apa yang diperintahkan oleh WHO. Kalau kita analisis dan kritisi dengan baik, ada apa dibalik pandemia ini? Saya coba konfrontasi dengan hasil penelitian dari dokter Italia yang mengatakan bahwa covid 19 bukan sebuah virus melainkan bakteri. 

Para dokter Italia dengan sembunyi-sembunyi membuat penelitian. Tubuh orang yang meninggal dibelah, alhasil bahwa di dalam jantung orang yang meninggal tersebut ada gumpalan darah (terjadi pembekuan darah). Oleh karenanya, mereka memberi obat aspirin dan paracetamol sebagai solusi untuk menyembuhkan para pasien yang terpapar corona virus. Setelah mereka memberi obat itu maka banyak orang yang sembuh. Mengapa Italia mulai terbuka dengan dunia luar karena mereka sudah menemukan obatnya yang sangat sederhana. Hal ini mau dikatakan bahwa dalam arti tertentu (dalam konteks covid 19) kebenaran tunggal perlu dikritisi. Setiap daerah, negara dan organisasi mampu menemukan kebenarannya sendiri sesuai dengan konteksnya. 

Para ahli ilmu sosial menawarkan solusi kepada PBB yakni pertama, menghidupkan nilai-nilai budaya masing-masing daerah. Dalam hal ini kita menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya masing-masing daerah. Apa yang saya sentil kemarin (Sekilas Tentang Sejarah Kampung Lamba) hanya untuk memacing kita kembali melihat dan mengangkat nilai-nilai budaya yang barangkali akan punah. Untuk mengatasi krisis kemanusiaan yakni kita kembali kepada nilai-nilai budaya masing-masing karena nilai-nilai budaya adalah sebuah kebenaran. Kedua, abad ini merupakan era kebangkitan agama-agama. Ketiga, pluralitas sebagai sebuah kekayaan bagi kemanusiaan kita. Selama 7 tahun saya pernah bekerja di Unesco internasional, banyak ide dan pengalaman selama bekerja di sana, salah satunya berkaitan dengan pluralitas, meskipun saat ini hanya anggota biasa.

Berdasarkan pemikiran di atas saya mengajak kita semua,  mari merenung secara lebih matang,  apakah ada nilai-nilai budaya yang belum  direfleksikan. Budaya merupakan akar dan pedoman kita hidup dan dibesarkan. Budaya adalah dasar pembentukan sifat dan personalitas manusia. Bersambung....

Oleh: Rm. Benediktus Randung, Pr
×
Berita Terbaru Update