-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mengeluarkan Balok di Mataku dan Matamu dengan Cinta Tuhan

Senin, 22 Juni 2020 | 11:27 WIB Last Updated 2020-06-22T04:27:02Z
Mengeluarkan Balok di Mataku dan Matamu dengan Cinta Tuhan
Mengeluarkan Balok di Mataku dan Matamu dengan Cinta Tuhan - Ilustrasi: youtube

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian) 
Senin, 21 Juni 2020
Edisi: Sukacita Senin

Saudara dan saudari seperjalanan yang terkasih, waktu bergulir begitu cepat dan tak terasa sekarang saya, Anda, dan Kita sedang memulai hari yang baru. Serasa baru kemarin menikmati hari kini sudah beranjak berganti hari yang baru. Inilah realitas hidup yang tidak dapat kita tolak atau tidak dapat kita hindari. Menerima dengan penuh rasa syukur adalah cara terbaik untuk memaknai kehidupan yang Allah anugerahan kepada kita.  Mengawali permenunganku hari ini, terbersit dalam lubuk hatiku yang terdalam sepenggal pertanyaan, "Sahabatku Yudi, selama sehari kemarin berapa kali dirimu memiliki pemikiran negatif (mudah menghakimi) sesamamu? Jawab dan katakan dengan jujur kepada hatimu...  dan minta maaflah dengannya...!!! " Pertanyaan itu, telah menghantarkan aku pada permenungan pagi ini. Bagaimana dengan Anda sahabat SENIMAN yang terkasih... Mari sejenak termenung sambil merenung dan mencoba menjawabnya "Berapa kali...? "

Saudara dan saudari seperjalanan yang terkasih, kalau boleh jujur betapa mudah bagi saya, Anda, dan Kita untuk menghakimi orang lain. Betapa mudah bagi kita untuk melihat kelemahan, kekurangan, keterbatasan, kejelekan, dan aib sesama kita ketimbang melihat ke dalam diri kita sendiri. Betapa mudah bagi kita untuk memberi "cap" kepada orang main tanpa mempertimbangkan efek yang ditimbulkan dari apa yang kita perbuat bagi orang lain. Betapa mudah bagi kita untuk menjelekkan orang lain. Terkadang atau bahkan sering kali kita menganggap bahwa diri kita yang paling benar dan paling bersih ketimbang dia atau mereka. Hal seperti ini bisa saja terjadi di dalam keluarga kita, ditempat di mana kita bekerja, di gereja, masyarakat tempat kita tinggal, dan di manapun kita berada.

Dan inilah realitas yang kerapkali terjadi dalam hari-hari hidup kita. Dan kita dihadapkan dengan realitas seperti ini. Hari ini dengan tegas Yesus mengkritik sekaligus mengingatkan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang mudah melakukan hal itu "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?  Bagaimana engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang-orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. " (Luk. 7:1-5). Kritikan ini tidak hanya ditujukan kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat pad zaman Yesus tetapi juga ditujukan atau dialamatkan kepada saya, Anda, dan kita setiap hari.

Saudara dan saudari seperjalanan yang terkasih, melalui warta gembira hari ini, Allah (Yesus Kristus) tidak menghendaki kita jauh dari-Nya. Ia menghendaki kita hidup saling mencintai dan mencintai satu dengan yang lain. Ia menghendaki kehidupan yang penuh kedekatan, kebersamaan, keharmonisan, dan persaudaraan. Ia menghendaki kita semua hidup saling mendukung, menyemangati, dan meneguhkan. Karena hanya dengan demikianlah kita akan disebut sebagai anak-anak Allah Bapa, dan murid-murid Yesus Kristus yang disemangati dan digerakkan oleh Roh Kudus. Inilah panggilan dan perutusan kita sebagai orang beriman.  Sebagai orang yang menapaki jalan Tuhan  yaitu Jalan Kebenaran dan Hidup. Jika dalam perjalanan hidup harian ini kita berbuat salah dengan sesama kita maka baiklah saling mengingatkan, memaafkan dan mengampuni. Inilah cara yang terbaik mengeluarkan "balok" dari mata kita dan dari mata saudara-saudari kita. Dengan demikian mata (hati) kita akan menjadi jelas melihat kebaikan yang ada dalam diri kita dan saudara kita terlebih melihat kebaikan Allah dalam seluruh perjalanan hidup kita.

Suadara dan saudari seperjalanan yang terkasih, marilah dalam hidup ini kita memohon rahmat KERENDAHAN HATI agar dengannya kita di mampukan untuk mudah menyadari dan menerima keberadaan diri sendiri dan keberadaan sesama kita dalam kaca mata CINTA KASIH ALLAH. Tuhan memanggil dan mengutus kita untuk menjadikan seluruh diri kita sebagai saluran berkat dan rahmat ALLAH bagi SESAMA baik melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan kita. Mari kita saling menerima, mendukukung, dan meneguhkan satu sama lain. Melakukan besama-sama hinga pada akhirnya SUKACITA dan KEBAHAGIAAN hidup bersama kita alami dalam hidup ini...

SELAMAT MERAYAKAN DAN MEMAKNAI KEHIDUPAN HARI INI DENGAN PENUH SUKACITA KASIH.
YAKINLAH BERSAMA TUHAN KITA BISA.
MESKI BERAT KITA BELAJAR SETIA
TOTUS TUUS ERGO SUM
BERKAH DHALEM

Oleh: Fr. Ignasius Wahyudi Paweling (Calon imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta)
×
Berita Terbaru Update