-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Merawat Ingatan: Iya Mulik Bengkang Turan

Jumat, 12 Juni 2020 | 22:16 WIB Last Updated 2020-06-12T15:16:37Z
Merawat Ingatan:  Iya Mulik Bengkang Turan
Merawat Ingatan:  Iya Mulik Bengkang Turan

“Iya Mulik Bengkang Turan", semboyan Kabupaten Barito Utara. Kabupaten ini adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, berdiri pada tanggal 29 Juni 1950. Penulis merasa decak kagum dan tersentak membaca semboyan itu ketika memasuki sebuah kota Teweh (Ibu Kota Kabupaten Barito Utara).

Iya mulik bengkang turan memiliki makna pantang mundur sebelum berhasil. Atau jangan berhenti di tengah jalan. Pandangan ini meliputi keseluruhan dimensi kehidupan manusia. Semboyan ini sangat relevan bagi kehidupan manusia. 

Saya sangat gatal untuk menggiring pembaca merenungkan dari perspektif hidup religius. Hidup manusia adalah sebagai sebuah tempat peziarahan. Hidup sebagai titik singgah. Manusia akan kembali ke suatu tempat (surga -  kata orang yang beragama). Manusia tidak boleh menyerah sebelum waktunya kembali ke “Rumah Kekal”.

Nalar sehat saya akan merasa bersalah jika tidak melihatnya dari aspek sosialitas. Hidup manusia dalam keterjalinan dengan satu sama lain. Orang harus bisa melakukan sesuatu dalam hidup. Panggilan manusia in se adalah untuk mencintai. Keterlaluan orang yang hidup jauh dari cinta. Dalam peziarahan hidup ini, perlu mendasarkan hidup pada cinta. 

Dari aspek personal, seorang (lebih khusus saya mengajak semua orang) di Barito Utara, terlebih khusus anak Kandui (sebuah kecamatan di Barito Utara) untuk selalu mengingat moto ini. Semboyan ini sangat nyata bagi seorang yang sedang sekolah. Kita yang sedang sekolah hendaknya jangan pulang sebelum berhasil. Berhasil yang dimaksud dalam berbagai dimensi, termasuk dimensi yang penulis sampaikan di atas. 

Oleh: Eugen Sardono
Penulis adalah mahasiswa STF Widya Sasana Malang, Jawa Timur. 

×
Berita Terbaru Update