-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Salib Yang Kuimani Adalah Kekuatan dan Hikmat

Senin, 22 Juni 2020 | 18:24 WIB Last Updated 2020-06-22T11:29:19Z
Salib Yang Kuimani Adalah Kekuatan dan Hikmat
Salib Yang Kuimani Adalah Kekuatan dan Hikmat - Ilustrasi: google

Setiap kali memberkati rumah umat, yang pertama kucari adalah Salib Kritstus. Bukan semata karena Salib adalah kemenangan Kristus atas dosa dan menjadi jalan penebusan dan keselamatan umat manusia tetapi karena Salib adalah kekuatan dan hikmat.

Dalam permenungan pribadi Salib mengajarkan banyak hal dan kehidupan beriman dan pelayanan saya sebagai seorang imam. Setiap kali memandang Salib Yesus, saya disadarkan oleh Yesus akan banyak nilai iman dan kehidupan yang memguatkan dan menyanggupi saya untuk mencium dan memeluknya.

Salib itu bukan tantangan, tetapi Salib adalah KETAATAN dalam setiap situasi kehidupan dan pelayanan.
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Luk 22:42).

Salib bukanlah kebencian dan dendam, melainkan PENGAMPUNAN bagi setiap orang yang menyakiti dan melukai.
 "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Luk 23:34).

Salib bukanlah hinaan, pun pula bukan kegagalan, melainkan PEMBERIAN DIRI.
"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu, Kuserahkan nyawa-Ku” (Luk 23:46).

Salib bukanlah kegagalan cinta tetapi adalah PEZIARAHAN dan PENGORBANAN CINTA dari kesempitan cinta diri sendiri menjadi cinta universal, dari kegagalan cinta karena dosa menjadi sebuah kemenangan cinta dalam PERTOBATAN.

“Hai putri-putri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu”! (Lukas 23:28).

Salib yang kuimani adalah kekuatan dan hikmat Allah yang mengalirkan ketaatan, pengampunan, pemberiaan diri, pengorbanan dan pertobatan.

“Kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah”. (1Kor 1:23-24).

Manila: 23 Juni 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update