-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sebagai Gereja, Kita Wajib Menunjukan Kedisiplinan

Jumat, 12 Juni 2020 | 09:51 WIB Last Updated 2020-06-12T02:51:32Z
Sebagai Gereja, Kita Wajib Menunjukan Kedisiplinan
Sebagai Gereja, Kita Wajib Menunjukan Kedisiplinan

Kemarin hari Kamis, 11 Juni 2020, bertempat di Our Lady Of Fatima Parish, parokinya pastor Vikep (Pastor Aris), kami para pastor paroki Christ the King Vicariate (Kevikepan Kristus Raja) mengadakan pertemuan singkat untuk sharing dan laporan singkat tiap terkait situasi selama masa-masa lockdown dan juga tentang Pedoman Perayaan Ekaristi di tengah situasi menuju “New Normal”.

Berhubungan dengan Pedoman Perayaan Ekaristi di tengah situasi menuju “New Normal”; saya bertanya kepada pastor vikep;

“Apakah sudah ada pedoman baru dari Keuskupan terkait Perayaan Ekaristi dan berapa jumlah umat yang diijinkan untuk masuk ke dalam gereja mengikuti misa pada hari Minggu dan harian”?

Pastor vikep menjawab;

“Tidak ada. Kita mengikuti pedoman dari negara yaitu dari Tim Gugus Covid 19 Nasional”. Jadi yang boleh masuk di dalam gereja saat misa pada hari Minggu dan misa harian hanya 10 orang sudah termasuk imam dan petugas liturgi lainnya”.

Alasannya sederhana;

“Gereja harus menjadi contoh KETAATAN dan KEDISIPLINAN”.

Kita jangan membuat cluster covid 19 baru yaitu cluster Gereja Katolik. Jadi untuk kebaikan bersama terutama sebagai dukungan kepada usaha pemerintah, kita harus menunjukan ketaatan dan kedisiplinan.

Alasan yang sederhana namun tegas, jelas dan berwibawa. Martabat dan wibawa Gereja termasuk ajaran-ajarannya tetap terjaga ketika di sana ada KETAATAN DAN KEDISIPLINAN.

Kedisiplinan dan ketaatan bukan sekedar kewajiban memberi melainkan lebih dari itu kewajiban menjadi Jalan, Kebenaran dan Hidup (bdk. Yoh 14:6).

Manila: 12-Juni 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update