-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semuanya Karena Cinta

Kamis, 04 Juni 2020 | 09:59 WIB Last Updated 2020-06-04T03:24:15Z
Semuanya Karena Cinta
Semuanya Karena Cinta - Ilustrasi dari google

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian)
Rabu, 3 Juni 2020
Edisi: Stay at Seminary

Sahabat seperjalanan yang terkasih, ketika saya, Anda, dan Kita ditanya "Apakah yang sesungguhnya mendasari Anda berani dan rela memberikan diri (bahkan nyawa) untuk sesuatu atau seseorang  yang berarti bagi hidup Anda? Apa jawaban kita? yang pasti jawabannya bermacam-macam. Untuk itu silahkan Kita menjawabnya masing-masing sesuai dengan pengalaman hidup kita. 

Dalam permenungan hari ini, tidak banyak yang dapat saya bagikan kepada Anda semua. Untuk  menjawab pertanyaan berdasarkan pertanyaan di atas saya hanya dapat mengatakan bahwa semua hanya bisa dijawab dengan satu kata dan tidak ada yang lain yaitu CINTA atau KASIH. Yang pasti Cinta atau Kasih yang saya maksudkan adalah Cinta dan Kasih yang berasal dari ALLAH. Mengapa berasal dari ALLAH? Karena  ALLAH adalah KASIH. Maka, Saya, Anda, dan Kita yakin bahwa Cinta atau Kasih itu bukan hasil usaha kita manusia tetapi semata-mata pemberian-anugerah dari ALLAH untuk kita manusia. 

CINTA-KASIH membuat kita selalu mencari apa yang baik, CINTA-KASIH menjadikan diri kita sebagai orang baik. Adalah CINTA-KASIH yang mendorong pria dan wanita untuk menikah dan membentuk sebuah keluarga yang terarah pada kehadiran anak. Adalah CINTA -KASIH yang mendorong seorang laki-laki ataupun perempuan untuk menerima kehidupan religius - selibat (imam, biarawan dan biarawati). CINTA-KASIH membuat saya, Anda, dan Kita memperhatikan orang lain yang miskin, tersisih, disingkirkan, sedang dalam kesulitan, menderita, kehilangan arah. Adalah CINTA-KASIH yang memungkinkan kita melihat orang lain sebagai kehadiran ALLAH dalam kehidupan ini.  Adalah CINTA-KASIH yang memampukan kita meyapa,  merangkul dan memaafkan orang yang telah menyakiti hati bahkan yang telah menghianati janji-janji suci pernikahan-perkawinan. Adalah CINTA-KASIH yang memampukan kita melihat dan menjadikan yang lain sebagai saudara dan bukan sebagai musuh. Adalah CINTA-KASIH yang memungkinkan kita untuk meninggalkan segala-galanya bahkan memberikan nyawa kita. Setiap CINTA-KASIH manusia yang murni merupakan cerminan dari CINTA-KASIH yang adalah ALLAH sendiri, sebagaimana dikatakan oleh St. Yohanes dalam suratnya yang pertama "Manusia tanpa CINTA-KASIH tidak tahu apa-apa tentang ALLAH; karena ALLAH adalah KASIH (bdk. 1Yoh.4,8). 

Sahabat seperjalanan yang terkasih,  CINTA-KASIH inilah yang membuat St. KAROLUS LWANGA dkk MARTIR di AFRIKA menerima mahkota kekudusan-kesucian. Gereja Semesta hari ini memperingati dan mengundang saya, Anda, dan Kita untuk meneledani keutamaan-keutamaan mereka. Mereka tidak melakukan hal-hal yang besar dan spektakuler tetapi mereka SETIA dengan IMANNYA ditengah cobaan-deraan hidup yang menghebat termasuk disiksa hingga mati. KESETIAAN mereka itu lahir dan bertahan sampai akhir karena CINTA-KASIH kepada ALLAH yang telah lebih dahulu mencintai dan mengasihi mereka. Melalui bacaan-bacaan suci hari ini kita semakin diteguhkan bagaimana CINTA-KASIH itu memampukan kita untuk berbuat yang baik dan benar di hadapan ALLAH. Rasul Paulus mengingatkan kita "Sebab Allah memberi kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, KASIH, dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang TUHAN kita..." (2Tim 1:1-3,6-12). Dan ditegaskan kembali oleh YESUS kepada kita "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Allah bukanlah Allah orang mati melainkan Allah orang hidup..." (Mrk.12:26-27). Pertanyaan bagi saya, Anda dan Kita sepanjang hari ini Bersediakah hati kita dipenuhi oleh CINTA-KASIHNYA? Jika bersedia jangan sia-siakan hidup kita hari demi hari.......

Sahabat seperjalanan yang terkasih, situasi, kondisi dan realitas yang kita hadapi saat ini dan kedepannya akan semakin sulit dan berat namun bukan berarti kita tidak mampu melewatinya. Pelan-pelan kita akan mampu melewati dan memaknainya satu persatu. Semua hanya akan mampu terwujud ketika kita mau hidup berdampingan, bersatu-padu baik dengan pasangan hidup kita, dengan rekan komunitas kita, dengan rekan sekerja kita, dengan masyarakat kita dan bersama dengan siapa saja tanpa memandang ras, suku, budaya, bahasa, dan agama apapun. Maka, dengan demikian KEINDAHAN dan KEHARMONISAN hidup akan kita rengkuh bersama. Kita yakin semua itu karena CINTA-KASIH.

SELAMAT BERJUANG DAN JANGAN TAKUT UNTUK MENCINTAI-MENGASIHI SESAMA DAN TUHAN. 
BERKAH DHALEM

Oleh: Fr. Ignasius Wahyudi Paweling (Calon imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta)
×
Berita Terbaru Update