-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TAHU, MAU, DAN SIAP MELAKUKAN

Kamis, 25 Juni 2020 | 09:32 WIB Last Updated 2020-06-25T02:40:06Z
TAHU, MAU, DAN SIAP MELAKUKAN
Fr. Yudy dan rekan sepanggilan

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian) 
Kamis, 25 Juni 2020
Edisi: Mensyukuri hidup

Sahabat SENIMAN yang terkasih, 

Setiap saya pergi ke suatu tempat entah ketika sedang menggunakan sepeda ontel, sepeda motor, mobil, atau kendaraan umum selalu saja kulihat  fenomena menarik yang dilakukan oleh para pengguna jalan. Pasti selalu ada saja satu, dua, atau bahkan lebih orang yang melanggar aturan lalu lintas. Saya yakin dan percaya mereka tahu apa yang seharusnya mereka lakukan ketika lampu rambu- rambu lalu lintas berwarna merah, kuning atau hijau. Dan kebetulan yang sering saya lihat saat itu adalah lampu rambu-rambu lalu lintas berwarna "merah" tapi masih ada saja orang yang melanggarnya. Bisa Anda bayangkan lampu berwarna merah tapi masih ada aja orang yang mencari celah untuk bisa lolos dan melanjutkan perjalananya. Entah apa yang mendorong dan melatar belakangi mereka sehingga dengan sadar, tahu, dan mau melanggar aturan tersebut. Entah dikarenakan sedang terburu-buru, entah karena tidak ada yang mengawasi (polisi) atau karena memang mentalitas yang rendah. Yang pasti ada faktor yang melatarbelakanginya. Kita bisa bayangkan apa jadinya jika akhirnya tindakan yang dilakukannya itu berujung pada kecelakaan. Siapa yang salah? Siapa yang dirugikan? dan Siapa yang harus bertanggung jawab?

Saudara dan saudari seperjalanan yang terkasih, 

Pengalaman kecil, sederhana, dan biasa di atas  dapat menjadi salah satu gambaran yang dapat melukiskan apa yang hendak diwartakan dalam bacaan-bacaan suci hari ini. Ada orang yang tahu dan paham tentang sesuatu tetapi tidak melakukannya. Tapi ada juga yang tahu dan paham sesuatu dan melakukannya. Semua ada pada pilihan dan keputusan kita. Apakah mau melakukannya atau tidak. Ada dimensi kebebasan dan tanggung jawab Allah berikan kepada kita manusia. Dalam pengajaran-Nya, Yesus bersabda "bukan setiap orang arang yang berseru kepada-Ku, 'Tuhan, Tuhan!' akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga..." (Mat.7:21).

Lebih lanjut Yesus menegaskan bahwa "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas wadas, kemudian turunlah  hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas..." (Mat.7:24). Melalui warta gembira hari ini, Yesus mengundang kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang tidak hanya sebagai 'PENDENGAR SABDA' tetapi sebagai 'PELAKSANA SABDA'. Artinya pribadi yang konsisten dan bertanggung jawab atas segala hal yang Tuhan percayakan. Dan perlu diyakini bahwa rahmat yang didapatkan bagi mereka yang mendengarkan dan melaksanakan Sabda Tuhan adalah Kerajaan Surga. Artinya Tuhan akan selalu meraja dalam hidup sehari-hari. Kebahagiaan dan sukacita yang sejati adalah buah dari semuanya itu.

Saudara dan saudari seperjalanan yang terkasih, 

Ketika sejenak kita merenungkan perjalanan hidup kita sampai saat ini, saya yakin bahwa banyak hal yang kita alami. Mungkin dalam perjalanan hidup saya, Anda, dan Kita pernah mengalami saat terpuruk. Saat di mana saya tahu bahwa itu salah tapi tetap kita lakukan: Marah tanpa alasan terhadap pasangan kita. Memukul, memaki, mengumpat, merajuk, atau membenci. Atau bisa jadi tidak jujur, masa bodoh-cuek, main hakim sendiri, otoriter, memaksakan kehendak kita kepada orang lain, kurang mau menerima dan mendengarkan masukan orang lain dan lain sebagainya. Saya pribadi pernah mengalami nya. Pernah menjadi pribadi yang kurang mau mendengarkan masukan orang lain. Saya sadar bahwa hal itu tidak baik untuk kedepannya, maka saya berjuang keras untuk pelan-pelan mengubahnya. Puji Tuhan kesetiaan berproses menghasilkan 'buah' nya. Dan saat ini saya rasakan buahnya itu. Mari, kita mohon rahmat dari Tuhan, rahmat TANGGUNG JAWAB dapat melaksanakan tugas-tugas harian dengan penuh sukacita.

Kita tetap sadari bahwa kia akan selalu dihadapkan dengan apa yang dinamakan dengan salib. Maka kita tidak mungkin dapat menghidari atau menghilangkan salib-salib kehidupan kita. Menghilangkan penderitaan dan cobaan dari pengalaman pribadi kita. Bila kedamaian tidak ditemukan dalam keluarga, bila pekerjaan tak kunjung didapat, bila rencana untuk membangun sesuatu tertunda, bila saya, Anda, dan Kita harus menghadapi penyakit, kesepian dan terjatuh dalam bahaya, kita tidak boleh menghindarinya. Justru kita harus merengkuh dan memenangkannya. Dari situ mengalirlah rahmat yang mengagumkan. Jika tidak percaya mari kita buktikan bersama-sama. Kalau kita tahu bahwa hal itu tidak baik ya jangan dilakukan. Sebaliknya kalau kita tahu bahwa itu baik maka kita lakukan.

JANGAN TAKUT UNTUK MEMULAI....
MARI KITA MAKNAI DAN RAYAKAN KEHIDUPAN INI.
YAKINLAH BERSAMA TUHAN KITA BISA
TOTUS TUUS ERGO SUM
BERKAH DHALEM

Oleh: Fr. Ignasius Wahyudi Paweling (Calon imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta)
×
Berita Terbaru Update