-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tak Ada Keluarga yang Sempurna

Minggu, 28 Juni 2020 | 11:54 WIB Last Updated 2020-06-28T04:54:51Z
Tak Ada Keluarga yang Sempurna
Tak Ada Keluarga yang Sempurna

Tiada naungan terindah selain keluarga. Tiada suaka ternyaman selain keluarga. Meski begitu, tak ada keluarga yang sempurna. Tak ada keluarga yang luput dari luka dan kisah sedih.

Keluarga ibarat pohon. Setiap anggota keluarga adalah dahan-dahan. Meski berbeda arah pertumbuhan dan cara pikir, setiap anggota bertumpuh pada akar yang sama. Meski memiliki karakter yang berbeda, setiap anggota berasal dari batang yang sama. Keluarga!
Perbedaan arah, cara pikir, karakter dan interese pribadi dalam keluarga kadang menjadi sumber masalah sehingga terjadi pertengkaran antar satu dengan yang lain.

Perbedaan kadang dilihat sebagai ‘kutuk’ dimana yang satu memandang yang lain sebagai biang dan sumber masalah. Konspirasi jahat acap kali terbangun hanya untuk memberi ‘hukuman’ bagi yang lain. Perang tidak lagi antar negara, tetapi antar anggota keluarga. Keluarga tercerai-berai.
Ironi dalam keluarga kadang terjadi. Saat berpapasan dengan orang yang tidak dikenal, kita memberi rasa hormat yang tinggi. Tapi dengan anggota keluarga, kita menghardik dengan kasar.
Saat orang lain berbuat salah, kita langsung minta maaf atau memaafkan. Tapi dengan keluarga dan orang yang kita cintai, kita malah menyalahkan atau memaki-maki.
Saat bertemu dengan orang asing, kita memperlakukannya dengan baik. Tapi dengan anggota keluarga, kita berbuat seperti orang yang tidak dikenal.

Saat berada dengan orang lain, senyum, canda tawa dan keceriaan menjadi milik bersama. Tetapi dengan keluarga, kita mudah cemberut, marah, iri, jengkel, tidak nyaman.
Memang, tidak ada keluarga yang sempurna dan selalu ada yang berbeda. Tetapi perbedaan bukanlah kutuk melainkan berkat yang memperkaya keluarga. Ironi terjadi karena egoisme menguasai hati dan pikiran.

Jangan biarkan perbedaan menghancurkan akar yang sama, keluarga. Jangan biarkan ironi menghancurkan pohon yang sama, keluarga. Keluarga tetap Keluarga.
Maka saling mengampuni dan maaf-memaafkan adalah kunci untuk memulihkan segala permasalahan. Maaf dalam keluarga menjadi air yang menyegarkan kembali daun dan dahan yang sempat layu.

Tak ada keluarga yang sempurna. Semua keluarga punya luka dan derita masing-masing. Jangan jadikan ketidaksempurnaan sebagai alasan untuk hilangnya rasa dan tali kekeluargaan. Jangan biarkan luka atau derita itu menghapus kebahagiaan dalam keluarga.

Tidak perlu menunggu sempurna, sukses atau kaya untuk membahagiakan keluarga. Kita bisa merasakan kebahagiaan di tengah banyak ketidaksempurnaan dan kekurangan.
Bagaimanpun juga, keluarga adalah tempat dimana kita berasal dan tempat dimana kita kembali. Keluarga adalah tempat setiap anggota menemukan dan membagikan cinta.
Selamat Hari Keluarga Nasional ke-27!

P. Yoseph Pati Mudaj, MSF

×
Berita Terbaru Update