-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tuhan, Tolonglah, Kita Binasa

Selasa, 30 Juni 2020 | 12:22 WIB Last Updated 2020-06-30T05:24:18Z
Tuhan, Tolonglah, Kita Binasa
Tuhan, Tolonglah, Kita Binasa

SENIMAN (Setetes Embun Iman Harian)
Selasa, 30 Juni 2020
Edisi: Penyertaan Tuhan

Sahabat-sahabat SENIMAN yang terkasih; beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan WA dari seseorang yang dulu pernah saya ajar saat menjadi guru di SMAN I Putussibau Kalimantan Barat. Kurang lebih 5-7 tahun kami tidak saling kontak. Entah kenapa tiba-tiba dia WA saya. Dalam WA itu dia menulis begini "Halo...frater selamat malam. Frater gimanakabarnya? Semoga frater selalu sehat. Frater sibuk ndak? Kalau tidak sibuk bolehkah saya curhat....?

Kurang lebih seperti itu sapaan awal dia kepadaku. Saat itu juga saya langsung membalas WA-nya "Halo juga. Kabar frater baik. Semoga dirimu dan keluarga juga demikian. Dengan senang hati, frater siap mendengarkan. Silahkan kamu cerita sampai selesai, frater akan mendengarkan..." Lalu dia bercerita banyak hal: kesedihan, suka duka, kesulitan, ketakutan dalam hidup. Khusunya ketakutan jika ditinggal oleh orang-orang terdekat yang dikasihinya. Dan memang benar bahwa ia ditinggal kakak tercintanya menghadap Tuhan karena sakit yang diderita. Ia merasa terpukul dengan peristiwa itu.... (sampai disini kisahnya).

Saudara-saudari seperjalanan yang terkasih, saya yakin bahwa sahabat-sahabat SENIMAN pernah mengalami saat-saat tersulit dalam hidup. Pengalaman seperti murid yang pernah saya ajar waktu di Putussibau-Kalimantan Barat. Mungkin saat dimana pasangan hidup kita atau anak-anak kita sakit keras. Saat di mana ekonomi kita hancur dan kita tidak punya apa-apa. Saat dimana kita ditinggal pergi (meninggal) orang-orang yang kita cintai. Saat dimana kita difitnah dan dijatuhkan. Saat dimana kita dijauhi atau dikucilkan dari lingkungan kita. Saat kita gagal dalam mencapai harapan dan lain sebagainya. Saat-saat seperti itu kita merasa bawah Allah jauh dari kita. Merasa Allah hanya diam saja dengan penderitaan yang sedang kita alami dan hadapi. Seakan-akan kita merasa bahwa kita berjalan sendirian dalam memikul beban kehidupan ini. Jika saya, Anda, dan Kita mengalaminya setidaknya itulah yang juga dialami oleh para Rasul kala itu.

Pengalaman ketakutan yang amat sangat karena perahu yang mereka tumpangi ditimbus gelombang. Kehidupan (nyawa) mereka terancam oleh angin ribut yang menghantam dan menerpa. Mereka cemas dan takut hingga pada titik mereka tersadar dan memohon; "TUHAN, TOLONGLAH, KITA BINASA!" Mereka sangat ketakutan padahal Yesus ada bersama mereka. IA ada dalam perahu tersebut... (lih. Mat.8:23-27).

Di sini kita melihat sejauh mana para rasul-murid mengenal Yesus. Sangat manusiawi jika mereka ketakutan dan meminta tolong kepada Yesus yang saat itu sedang tertidur di perahu. Saya, Anda, dan Kita pun pernah dalam posisi seperti para Rasul dalam perjalanan hidup ini. Dalam hidup beriman kita. Tentu tidak hanya para Rasul yang memohon "Tuhan, tolonglah, kita binasa!" tapi juga kita menyerukan hal yang sama. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa ke kurang percayaan itu ada dalam diri kita.  Namun demikian jawaban Yesus sekiranya semakin mengingatkan, menyadarkan, dan meneguhkan kita; "Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!" Lalu Yesus bangun, menghardik angin dan danau. Maka danau itu menjadi teduh sekali..."

Saudara dan saudari seperjalanan yang terkasih, kehidupan kita pun ibarat perahu yang ditimbusi gelombang hingga membuat perahu kehidupan kita terombang-ambing dan hendak karam. Meski demikian TUHAN YESUS tidak tinggal diam. IA selalu ada, tinggal, dan bersama di "perahu-perahu" kehidupan kita. Ada, tinggal, dan bersama dalam kehidupan keluarga kita dan di manapun kita berada. hari ini kita dididik oleh TUHAN untuk menaruh rasa PERCAYA dan MEMPERCAYAKAN semua kehidupan kita kepada ALLAH seperti para dikatakan Rasul "Tuhan, tolonglah kami..." Semoga kitapun selalu menyerukan hal yang sama kepada TUHAN YESUS KRISTUS ketika dihadapkan dengan gelombang kehidupan. Dan bukan kepada hal-hal atau pribadi yang lain (dukun atau orang-orang pintar). Hari ini Tuhan memanggil kita untuk mencari DIA. Menemukan kehadiran-Nya dalam kehdiupan kita dan berusaha untuk mengenal DIA lebih dari sebelumnya. Jangan takut untuk memperkenalkan diri kita kepada-Nya. Marilah kita mohon rahmat kerendahan hati untuk menjadi pribadi yang "SUMELEH". Pribadi yang senantiasa mempersembahkan segala sesuatu kepada TUHAN dan PERCAYA seutuh-utuhnya kepada DIA.

JANGAN TAKUT.....
MARI KITA LAKUKAN PELAN-PELAN....
KITA PERCAYA BERSAMA DIA KITA BISA.
TOTUS TUUS ERGO SUM
BERKAH DHALEM

Oleh: Fr. Ignasius Wahyudi Paweling (Calon imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta)
×
Berita Terbaru Update