-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Benarkah Konsep Natura Law Thomas Aquinas tidak Sejalan dengan Politik Indonesia?

Rabu, 08 Juli 2020 | 13:45 WIB Last Updated 2020-07-08T07:38:34Z
Benarkah Konsep Natura Law Thomas Aquinas Sejalan dengan Politik Indonesia
Benarkah Konsep Natura Law Thomas Aquinas Sejalan dengan Politik Indonesia - Ilustrasi: google

Oleh : Ricky Richard Sehajun

Natural Law dialih bahasakan menjadi hukum kodrat. Bagaimana cara mengerti hukum kodrat? Mari kita telisik menggunakan metodologi berpikir Thomas Aquinas.  Menurut Aquinas, hukum kodrat adalah hukum yang difondasikan pada pengertian tentang natura (kodrat). Natura bagi Aquinas berkenaan dengan kepentingan langsung dari pertanyaan “Apakah manusia itu?”. Pertanyaan ini, dapat membongkar tabir kedirian manusia sekaligus aktifitas pergumulan hidupnya.

Thomas menjawab, manusia adalah ciptaan Tuhan. Ia diciptakan secitra Allah. Secitra bukan dalam artian wajah, fisik dan ulasan psikologisnya. Tetapi secitra berkaitan dengan natura. Natura dalam bingkai pikir Aquinas, adalah tentang akal budi. Lantas, hukum kodrat merupakan hukum yang didasarkan pada pemahaman akal budi manusia. Bagaimana akal budi manusia memahami manusia, bahwa dirinya diposisikan sebagai ciptaan?

Thomas menjawab, Tuhan menciptakan manusia agar manusia datang kepada Allah. Manusia diciptakan untuk diri-Nya. Bagi Aquinas, manusia tidak perlu mencari apa pun selain Allah. Ketika manusia diciptakan Tuhan, kehadiran manusia itu sangat menggembirakan Tuhan. Itu bisa kita cerna dari peristiwa manusia Adam dan Hawa, pada awal kisah penciptaan yang oleh Aqinas sebut sebagai State of Innocent (status sebelum jatuh ke dalam dosa). Inilah natura manusia. Hubungannya sedemikian mesra dengan Tuhan. Hal ini dipakai Thomas untuk mengarahkan kembali manusia pada keadaan lepas dari segala dosa dan hidup mesra dengan Tuhan, sesama dan alam.

Tata hidup manusia harus kembali pada tata relasi seperti ketika manusia pertama kali diciptakan di Eden. Bagi Thomas Agunias, Politik menjadi salah satu medium, manusia kembali kepada natura. Artiya, politik menjadi elaborasi menyejukkan untuk memulihkan relasi manusia dengan sesamanya dan manusia dengan Tuhan. Inilah skema hukum kodrat Thomas Aquinas. Kita bisa menelusuri jejak pemikiran ini dalam buku “Summa Contra Gentiles”. Dalam buku itu, Aquinas ingin mengajak manusia kembali pada kodrat semula ketika ia diciptakan.

Jika kita, menginterpretasi jalannya politik di Indonesia, sepertinya tidak mengarah pada konsep natura milik Thomas Aguinas. Politik Indonesia tidak sedang State of Innocent, malah dibuat semakin terseok dan terperosok dalam lumpur kemunafikan. Bahkan terjun ke dalam dimensi pecah belah. Orang tidak lagi melihat politik sebagai panggung meraih kebaikan tetapi kekuasaan. Abstraksi pemilu bukan lagi siapa yang baik

×
Berita Terbaru Update