-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BERANI MENGENDUS IDENTITAS DIRI

Selasa, 14 Juli 2020 | 22:53 WIB Last Updated 2020-07-14T19:43:32Z
BERANI MENGENDUS IDENTITAS DIRI
Berani mengendus identitas diri - P. Garsa Bambang, MSF

Siang dan malam adalah lapangan berproses tiap individu. Waktu-waktu ini babak belur di isi dengan sejumlah agenda, setumpuk pekerjaan dan segudang persoalan.
Di sinilah benih-benih pengakuan diri muncul. Masing-masing mendefinisikan siapa dirinya. Ada definisi diri yang kadang menyedihkan tentang dirinya juga ada yang memberikan apresiasi hebat atas dirinya.

Nonto Nucalale Channel: Apa Salah dan Dosaku Cover by Betrand Peto Putera Onsu

Ya, ruang dan waktu menjadi pengukur siapa saya, siapa kita. Kita bergerak menuju identitas yang asli. Cervantes pernah berkata, mengenal diri sendiri merupakan hal paling sulit di dunia.
Kehidupan berjalan cepat dan kita sering tidak punya waktu untuk melihatnya dengan baik atau mengenal diri kita sendiri dan orang lain. Kapan menghargai hujan yang turun dan kapan tertawa diterpa sinar matahari. Bilamana menerima kekecewaan dan kekalahan dengan senyum.

Kejujuran diri tidak mudah untuk dicapai, juga bukan sesuatu yang kita menangkan dalam semalam. Ini adalah sesuatu yang kita harus kerjakan dengan tempo lambat tapi stabil. Carl Rogers mengatakan bahwa hal terpenting dalam hidup adalah "open self"- diri yang terbuka.

Mereka yang mencapai pengetahuan diri sampai level ini tidak lagi takut hidup dan tidak kacau dalam mengurus persoalan. Dia dapat menerima semua pengalaman dan perasaan, baik dari kesedihan atau kebahagiaan, cinta atau rasa bersalah.

Roger sendiri mengakui bahwa kecerdasan hidup jenis ini terletak pada keterbukaan diri dan mau memilih cara hidup yang seperti apa. Harus berani memungut beberapa jawaban.
Kadang identitas diri dihasilkan oleh emosi. Beberapa dari ketegangan mengurus pekerjaan, beberapa dihasilkan dari citra diri yang dilecehkan, dan tidak sedikit diproduksi oleh rasa takut dan rasa tidak aman.

Katherine Mansfield memberi nasihat begini, "Kita harus percaya menghadapi fakta kehidupan, rasa sakit dan masalah. Sebab jika tidak segera disadari fakta kehidupan itu menjadi teror, mimpi buruk, raksasa, dan horror bagi kita yang tak kunjung selesai". Tetapi selama seseorang menyadarinya, ia adalah MANUSIA PENJAGA DIRI YANG TOP.

Seni melupakan juga elemen penting dalam hidup. Hiduplah di saat ini. Jangan hidup di masa lampau. Seorang pemain drama India, Kalidasa menulis, "Lihatlah hari ini! - karena itu adalah hidup, kehidupan yang sesungguhnya. Ketika hari ini dijalani dengan baik, penuh energi positif, niscaya itu menerangi lorong-lorong gelap masa lalu. Waktu yang tepat untuk berdamai dengan masa lalu.

Oleh: P Garsa Bambang, MSF
×
Berita Terbaru Update