-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Imam Juga Butuh Pertobatan

Rabu, 15 Juli 2020 | 00:23 WIB Last Updated 2020-07-14T19:41:05Z
Imam Juga Butuh Pertobatan
Imam Juga Butuh Pertobatan - Ilustrasi: google

Imam juga jatuh dalam dosa. Imam juga jatuh dalam kesalahan dan kekeliruan. Imam juga marah dan mungkin paling cepat emosi dan marah dari kebanyakan umat awam. Imam juga keras kepala dan mungkin juga lebih “bandel” dan tidak taat pada Uskup atau pimpinan tarekat melebihi kebanyakan umat Allah.

Nonton Nucalale Channel: Apa Salah dan Dosaku Cover by Betrand Peto Putera Onsu

Singkatnya bahwa dalam menghidupi janji imamat dan kaul-kaul kebiaraan imam juga gagal atau berdosa. Namun kemudian tidak menjadikan alasan “imam juga manusia” untuk membenarkan kesalahan atau membela dosa yang diperbuat.

Imam adalah manusia “luar biasa” karena tidak hanya rahmat sakramen baptis dan krisma yang diterimanya tetapi juga rahmat sakramen tahbisan imamat yang memampukan dan menguatkan imam ditengah berbagai godaan dan cobaan.

Jatuhnya imam dalam dosa, adanya imam yang cepat emosi dan pemarah dan adanya imam yang “bandel”, tidak taat dan yang penting “semau gue” dalam memberikan pengajaran dan merayakan Ekaristi hanya demi memuaskan “selera” sebagian umat dan menuai “pujian” dari para fans menunjukan bahwa oknum imam tersebut gagal dalam membuahdayakan rahmat tahbisan yang diterimanya.

Rahmat tahbisan yang diterimanya melalui ritus tahbisan dan urapan suci tidak hanya memberikan kuasa penuh kepada sang imam untuk merayakan dan melayani sakramen-sakramen di dalam Gereja, tetapi lebih dari itu adalah untuk memampukan sang imam untuk rendah hati, taat, menjaga kesucian ajaran-ajaran Gereja serta kesucian diri sendiri serta dimampukan untuk menyangkal diri sendiri agar menghasilkan bua-buah iman yang melimpah bagi umat.

Ketika ada imam yang gagal memberdayakan rahmat tahbisan imamat dalam seluruh hidup dan karya pelayanannya maka imam tersebut jatuh dalam dosa atau dengan kata lain hidup dalam keadaan berdosa.

Jika demikian maka yang dilakukan oleh seorang imam adalah mengakukan dosanya dihadapan rekan imam atau dihadapan uskup. Umat seringkali bertanya, apakah imam juga mengaku dosa dan kepada siapa imam mengakukan dosanya?

Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang jujur tidak hanya sekedar dalam kata “Ya” tetapi juga dalam tindakan nyata yaitu mengaku dosa dihadapan rekan imam atau uskup dan memberdayakan penitensi yang diberikan sebagai silih atas dosa tetapi sekaligus membangun perobatan yang salah satu buahnya dapat dinikmati oleh umat yang dilayani yaitu: perubahan gaya hidup menjadi lebih baik dan benar serta tidak mengulanginya lagi.

Meskipun imam adalah pelayan biasa sakramen Tobat (KHK Kan. 965) tidak berarti imam tidak mengakukan dosa. Imam sebagai pelayan biasa sakramen Tobat tetap membutuhkan pengakuan dosa dihadapan ordinaris wilayah (Uskup, Vikjen, Vikep), kanonik penitensiaris serta pastor paroki dan lain-lain yang menggantikan pastor paroki (Kan, 968 § 1).

Mengapa imam juga wajib melaksanakan pengakuan dosa?
Karena seorang imam berkat sakramen permandian dia juga adalah seorang umat beriman (bdk. LG 10 & 11b) yang memiliki kewajiban mengakukan dosa sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun dalam masa pra paskah atau masa advent atau sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun(Kan. 989).

Seorang imam juga wajib melaksanakan pengakuan dosa agar tidak jatuh dalam kemanjaan dosa yang sama, tidak mengulangi dosa yang sama melainkan ada pertobatan dan pembaharuan hidup.
Agar imam juga menyadari bahwa ia ditahbiskan untuk meneladan Yesus Kristus sang Imam Agung yang rendah hati dan tidak keras kepala atau membandel, yang mengikuti kehendak Allah dan bukan mengikuti selera para fans atau kesukaan pribadi, yang mengajarkan Kebenaran dan bukan mengajarkan menurut pikiran dan pandangan pribadi. Imam wajib mengaku dosa agar mampu menghidupi ketiga kaul ataupun janji imamat terutama janji hidup selibat.

Semoga para imam tidak hanya mewajibkan umat untuk melaksanakan pengakuan dosa namun melupakan kewajibannya sendiri untuk melaksanakan pengakuan dosa. Demikian juga tidak hanya mengajak umat untuk taat pada kehendak Allah melalui Gereja-Nya namun ia sendiri membandel dan “semau gue”.

Manila: 14 Juli-2020

Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update