-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ino Madur, Wajah Gereja yang Hidup Meski Sudah Tiada, Apa Maksudnya

Rabu, 08 Juli 2020 | 10:52 WIB Last Updated 2020-07-08T03:57:57Z
Ino Madur, Wajah Gereja yang Masih Hidup Meski Sudah Tiada, Apa Maksudnya
Ino Madur, Wajah Gereja yang Hidup Meski Sudah Tiada, Apa Maksudnya - Foto bersama keluarga Ca Nai sebelum almarhum diberangkatkan ke Manggarai, daerah asalnya

Keluarga Flobamora dan Ca Nai Kutabumi, Tangerang dikejutkan dengan berita kepergian Bapak Inosentius Madur yang kerap disapa Kraeng (sebutan terhormat untuk seseorang) Ino ke rumah Bapa di Surga, Minggu pagi, (5/7/2020) pukul 06.00 WIB.

Kepergian kae (kakak) Ino sangat unik dan tidak merepotkan istri, anak-anak, keluarga dan sahabat-sahabatnya. Kraeng Ino menuju Rumah Bapa dengan bersepeda.

Minggu pagi, tatkala fajar tiba, angin segar, dan suasana menenang, Ino bersama beberapa teman Flobamora dan Ca Nai berolahraga sepeda.

Mereka mengayuh sepeda sekitar 30 km, dalam waktu sekitar 1 jam.  Sebelum pulang ke rumah, dia dan teman-temannya mengabadikan momen indah untuk diabadikan dan dikenang dalam cerita-cerita kehidupan.

Sekitar 1 km dari rumahnya, Ino kecapean, ia terjatuh dari sepedanya di pinggiran sawah. Ia ditolong teman-temannya, di bawa ke klinik terdekat. Namun, sampai di klinik, Ino sudah tidak bernafas lagi. Ia pergi selamanya.

Kraeng Ino sangat dikenal baik dalam keluarga Flobamora dan Ca Nai karena keteladanan hidup yang dia wujudkan dalam kehidupan setiap hari. Tutur kata yang dibingkai dengan wajah senyuman, serta candaannya membuat teman-temannya at home tatkala berada bersama.

Sebagai sesama dalam seiman, dia merupakan salah satu figur yang mengayomi dan mengajak teman-teman untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani di gereja St. Gregorius Agung, Paroki Kutabumi, Tangerang. Dia sangat terlibat aktif dalam tugas melayani (liturgi) seperti koor dan tugas-tugas lainnya di gereja, mewartakan kabar gembira dengan caranya tersendiri, membangun persaudaraan dan pesahabatan dengan sesama tanpa membeda-bedakan latarbelakang, bersaksi tentang iman melalui tutur kata yang lembut, perilaku dan cara hidupnya yang memesona.

Dalam organisasi di luar kegiatan gereja, Ino juga diakui sebagai tokoh panutan yang patut diteladani. Dia merupakan sosok pemimpin hebat yang melayani, merangkul, berpikir bijaksana dalam kegiatan beroraganisasi misalnya kegiatan keluarga Flobamora dan Ca Nai.

Dalam berelasi dan komunikasi juga, Ino memiliki banyak teman dari pelbagai latarbelakang karena dia mudah bergaul dengan siapapun.

Jadi, Ino Madur merupakan salah satu sosok yang sudah meneladani cara hidup yang patut dicontohi. Nilai-nilai positif yang sudah ditulis di atas selalu dikenang dan hidup di hati istri, anak-anak, keluarga dan teman-temannya meski dia sudah beralih dari dunia ini. Dia adalah Wajah Gereja yang Hidup Meski Sudah Tiada. 

Selamat jalan kae Ino Madur, Semoga Engkau diterima di Surga dan menjadi pendoa bagi keluarga yang ditinggalkan.

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update