-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Musim Kehidupan Bisa Jadi Mengamputasi Hidup itu Sendiri

Kamis, 09 Juli 2020 | 20:24 WIB Last Updated 2020-07-09T13:24:31Z
Musim Kehidupan Bisa Jadi Mengamputasi Hidup itu Sendiri
Musim Kehidupan Bisa Jadi Mengamputasi Hidup itu Sendiri

[…Bertekun memang tidak mudah, apalagi dalam hal sulit. Keberhasilan lebih ditentukan oleh ketekunan daripada kepandaian]…

Sakit hati, kesedihan dan gembira adalah nada dasar dari hidup. Tertawa itu bonus. Air mata itu percikan kesedihan yang akut. Demikianlah gairah dan alunan musik kehidupan.

Kehidupan ini banjir akan emosi. Kita harus bertahan dan berusaha untuk naik di atas setiap gelombang hidup seraya memeluk cara Kristus mencintai hidup-Nya. Sebab cinta akan hidup menjadi fondasi untuk mengatasi dan membiarkan setiap penolakan membunuh dirinya sendiri.

Matahari terbenam menuju terbit kembali. Selesai musim dingin datanglah musim semi. Untuk setiap kata dalam amarah yang diucapkan ada sukacita dan kegembiraan yang disampaikan. Ingatlah bahwa warna kehidupan terbuat dari kontras; manis dan pahit, keduanya harus jatuh bersama dalam kehidupan.

Tidak ada pelangi tanpa hujan. Tidak ada bayi yang lahir tanpa rasa sakit. Tidak ada musim panas tanpa musim semi. Tidak ada lagu sama sekali kecuali kita bernyanyi. Tidak ada cinta sama sekali kecuali kita memberi dan mencurahkan cinta kita setiap hari pada hidup.

Keterpurukan, kekeliruan, dan kesalahan seringkali berguna dalam hidup. Mereka adalah sekumpulan bunga yang lupa disiram dengan "air ketekunan".

Musim Kehidupan dapat mengamputasi hidup itu sendiri bila kesombongan, keegoisan  dan kegensian tidap dapat dikendalikan rasionalitas dan hatinurani.

Oleh: Garsa Bambang, MSF
×
Berita Terbaru Update