-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sikap Posesif Pertanda Rendah Diri

Minggu, 12 Juli 2020 | 12:06 WIB Last Updated 2020-07-12T05:06:35Z
Sikap Posesif Pertanda Rendah Diri
Sikap Posesif Pertanda Rendah Diri - Ilustrasi: google

Ujian cinta tercermin dalam cara memperlakukan pasangan. Sikap posesif memasung cinta. Tidak sedikit berujung malang dan luka. Mungkin juga tragis.

Tidak perlu merasa memiliki pasangan secara mutlak sehingga overprotectif, overcontrol, overjealous atau sewenang-wenang. Banyak masalah terjadi dalam sebuah relasi karena sikap posesif yang tidak proporsional.

Sikap posesif membatasi kebebasan sehingga pasangan menjadi seperti katak dalam tempurung. Ia tidak bisa berekspresi dengan bebas, tampil dengan keaslian, menunjukkan kreativitas atau keahliannya karena dipasung dengan banyak aturan atau syarat.

Cinta itu bagaimana menjadi tanpa pamrih. Tanpa syarat. Terlalu banyak syarat atau aturan pertanda egois. Tak perlu banyak syarat yang mengekang. Yang dibutuhkan adalah saling percaya. Ketika saling percaya, maka masing-masing akan saling memahami. Bahkan tanpa kata, sudah paham.
Sikap posesif membuat orang mudah cemburu dengan karier, keluarga, teman-teman, apalagi mantan. Dalil yang sering dipakai adalah rasa cinta yang mendalam dan tak ingin kehilangan.

Padahal kedalaman cinta tidak diukur dari rasa cemburu, melainkan dari kemampuan untuk setia pada komitmen dan saling percaya. Sikap posesif bisa jadi ekspresi ketakutan tanpa dasar.
Cemburu tanda cinta memang wajar. Tetapi jika sudah berlebihan dan tanpa dasar cepat lambat akan membuat relasi menjadi rapuh, dingin atau terombang-ambing.
Cinta itu bagaimana merasa nyaman dan bahagia. Ketika ada rasa nyaman dan bahagia, percayalah tidak ada lagi tempat bagi orang ketiga dan seterusnya.

Seorang yang posesif gampang mengancam untuk putus atau meninggalkan pasangan dan cenderung bersikap kasar atau keras. Dia tidak lagi memperhatikan harga diri dan pengorbanan karena baginya, ‘cinta adalah seperti yang ia pikirkan atau rasakan.’ Harus begini! Jangan protes! Cukup itu! Diam!
Hubungan yang dibangun bukan lagi hubungan yang sepadan melainkan berkasta; atasan-bawahan, majikan-karyawan, komandan-prajurit.

Cinta itu bagaimana memiliki ‘rasa’ yang sama; berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Dalam hubungan yang sepadan, cinta adalah ‘seia-sekata, senasib-sepenanggungan.'
Seorang yang posesif tidak mudah percaya pada pasangannya. Dia merasa tidak aman dalam menjalin hubungan dan gampang menuduh aneh-aneh. Tidak ada ruang privat, segala sesuatu harus diketahui. Kadang dengan cara yang memaksa.

Padahal, cinta itu bagaimana membebaskan pasangan untuk menjadi dirinya sendiri dalam kebersamaan. Sebab cinta yang berasal dari keaslian adalah cinta tanpa polesan. Jangan memaksa pasangan untuk akhirnya mencintai hanya sebatas di bibir saja.

Sikap posesif bukanlah cinta sejati. Cinta sejati adalah cinta yang membebaskan. Sebaliknya sikap posesif pertanda rendah diri, belum memahami pasangan dan tidak bisa mengalahkan egoisme diri atau mungkin sedang menyembunyikan sesuatu.

P. Yoseph Pati Mudaj, Msf
×
Berita Terbaru Update