-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Apakah Kulia Itu Harus Pulang Membawa Ijazah Atau Pulang Membawa Perubahan?

Minggu, 28 Maret 2021 | 19:15 WIB Last Updated 2021-03-28T12:28:33Z
Pertanyaan ini sebenarnya menguji eksistensi sekaligus esensi mahasiswa dalam hal apapun dalam menggapai hidup ditengah masyarakat. Tinjauan masyarakat publik, mengandaikan  keberadaan mahasiswa adalah orang yang serba bisa. Tidak dipungkiri latar belakang jurusan apa yang dibawanya selama Ia  menempuh  pendidikan di universitasnya.  Sehingga tanggung jawab besar untuk mengatasi masalah di tengah masyarakat, kuhusus "masalah SDM" selain pemerintah adalah mahasiswa. 

Ada berbagai macam tipe gagasan yang mesti saya tanggapi untuk menjawab pertanyaan diatas. 

Pertama secara horizontal, bahwa tidak semua mahasiswa harus membawa perubahan bagi seluruh masyarakatnya. Tetapi ada bidang-bidang tertentu yang dibawakan oleh mahasiswa untuk membantu dalam meningkatkan perkembangan ekonomi masyarakat. Dan hal itu nyata dalam realitas hidup masyarakat. Contohnya adalah dari mahasiwa peternakan, pertanian atau jurusan lainya yang selalu berpapasan langsung dengan masyarakat. Mereka bisa mengaktualisasikan teori yang didapatkan dari bangku kulia, kemudian mentransfer kedalam hidup masyarakat. 

Namun kita tidak merendahkan jurusan yang lain dimana tidak berpartisipasi aktif dalam hidup masyarakat. Jurusan yang tidak berpapasan langsung dengan kehidupan masyarakat adalah layaknya bersifat internal education. Menyumbang ide atau gagasan dari luar namun tidak ikut merasakan hal yang sama, namun tidak sekali berbeda dan tetap tinggal pada yang sama. Seorang dosen/guru hanya bisa mencetak akal sehat mahasiwa atau seorang guru hanya bisa mengajarkan murid. Lembaga seperti ini dapat menambah jumlah akal sehat ditenga masyarakat, juga bisa berkompetitif dengan dunia internasional.

Hidup masyarakat ibarat seperti bibit pohon dalam liang, jika bibit pohon tidak terkena sinar matahari secara langsung, maka tidak akan berfotosintesi dan menjadi kerdil, sehingga ia harus dipinda dan dipupuk agar bisa tumbuh subur. Mahasiswa disini sebagai sinar untuk merobek kekerdilan cara berpikir masyarakat. Mahasiswa bukan saja saja agen of cance tetapi juga sekaligus sebagai agen of control. Memberi edukasi baru terhadap perkembangan hidup masyarakat.

Masalah politik, masalah ekonomi yang terjadi saat ini, adalah kerapkali merenggut kedaulatan negara dan masyarakat. Masalah ini bukan hanya terjadi pada individu semata melainkan  terjadi pada semua warga masyarakat, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama. Namun yang menjiwa patriot bangsa adalah Mahasiswa, Karena yang memegang tongkat estafet kepemimpinan adalah yang berbasis pendidikan (mahasiswa) dan bukan yang non pendidikan.

Sedikit saya melenceng dari topik yang diangkat adalah membahas masalah politik, saya mengajukan salasatu teori politik dari seorang filsuf jerman. Namanya H. Arendt. Konsep politik yang digagas oleh H. Arendt adalah vita Activa, Arendt mengkategorikan politik dalam tiga bagian yaitu (Leybor, work, action)

Kerja adalah aktivitas yang terikat dengan kondisi hidup manusia. Kerja dinilai dengan kemampuannya untuk menopang hidup manusia. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan reproduksi biologis. Kerja menuntun manusia agar bisa hidup. Seperti binatang, manusia harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasariahnya. 

Karya adalah aktivitas yang terikat dengan kondisi keduniawian. Kerja dinilai dari kemampuannya dalam membangun dan mempertahankan dunia sesuai dengan pemanfaatan dan kesenangan manusia.

Tindakan adalah aktivitas yang terikat dengan kondisi pluralitas. Tindakan yang dinilai dari kemampuannya untuk memperlihatkan identitas agen, untuk menegaskan realitas dunia, mengaktualisasi kebebasan kita dan memberi makna eksistensi kita.

Dalam pemahaman tentang sifat tindakan (yang politis dan non politis) Arendt menyebut dua kategori Vita Activa kerja dan karya kedalam ruang privat. Kerja adalah tindakan manusia sebagai "homo laborans" yang berhubungan dengan produksi, sedangkan karya adalah aktivitas manusia sebagai "homo faber" yang dalam banyak hal serupa dengan kerja.

Sementara kegiatan manusia dalam ruang publik adalah tindakan. Ia bersifat tak terduga, tidak terkontrol dan tidak terkendali. Arendt mengganggap bahwa wadah yang cocok untuk tindakan manusia adalah polis  (negara)

Pertanyaanya adalah Mengapa masalah ekonomi, masalah politik dinegara kita terus tumbuh bermekar?

Mari Mengopi☕☕

Oleh: Zambrot Zambrotta
×
Berita Terbaru Update