-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jika Sendiri Saja Sulit Untuk Bertobat, Berhentilah Untuk Menghakimi

Rabu, 24 Maret 2021 | 08:36 WIB Last Updated 2021-03-24T01:36:12Z
“Who am i to judge them?” (Siapakah saya untuk menghakimi mereka?). Kata bijak Paus Fransiskus ini kalau direfleksikan sangat dalam maknanya. Paus Fransiskus tidak sedang mengajarkan kita untuk membiarkan kesalahan yang dilakukan oleh sesama kita atau membiarkan mereka untuk hidup dalam kemanjaan dosa terus menerus. Tidak!!

Makna dari pesan ini adalah menerima, mendampingi, menasehati dan menjadi teladan bagi mereka sehingga merekapun bisa menemukan jalan pertobatan dan kembali kepada jalan yang dikehendaki Allah itu lebih mulia dan berharga daripada menghakimi dan menghujat mereka sedang kita sendiripun sulit untuk bertobat.

Hal yang sama juga ketika Yesus bersabda kepada seorang perempuan yang kedapatan berzinah; “Pergilah dan jangan berbuat dosa lag.” (Yoh 8:1-11). Sabda Yesus ini merupakan sebuah sapaan untuk bertobat dan sakaligus ajakan bagi kita semua bahwa siapapun kita, sekecil apapun dosa kita, kita tetaplah orang berdosa yang diberi kesempatan untuk bertobat dan mengalami belas kasih dan pengampunan Allah.

Kita semua orang berdosa. Bahkan mungkin dosa kita lebih banyak dan lebih berat. Bahkan untuk bertobatpun sangat sulit. Bisa saja empat atau bahkan puluhan tahun kita tidak pernah mengaku dosa. Tetapi ketika menghakimi orang lain, kita tampil seakan-akan kita yang paling bersih dan suci. 

Maka yang paling penting adalah sebelum menghakimi kesalahan orang lain, kita sendiri yang harus menjadi orang pertama yang menunjukan pertobatan. Dan dengan pertobatan itu kita bisa menjadi teladan bagi mereka, menasehati dan membimbing mereka dengan penuh kasih sehingga mereka juga pada akhirnya membangun pertobatan sejati.

Semakin kita menghakimi dan sulitnya kita untuk melakukan pertobatan pribadi akan menjauhkan mereka dari wajah Allah yang berbelaskasih. Kita tidak akan mampu mendekatkan mereka dengan wajah Allah yang berbelaskasih melain membuat mereka semakin jauh dari Allah karena Allah yang mereka imani adalah yang berbelaskasih namun justru hadir dalam diri kita sebagai seorang pemarah karena penghakiman kita atas mereka.

Manila: 22- Maret 2021
Oleh: Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update