-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kumpulan Puisi Maksimian Jd

Minggu, 14 Maret 2021 | 15:33 WIB Last Updated 2021-03-14T08:43:29Z
Satu Menit Yang Lalu

Pada sebuah gubuk tua tak berpenghuni
Kulihat bayang-bayang wajahmu
Melihat senyum yang tersungging di bibir manismu
Yang melekat erat di diinding gubuk kusam
 Tahukah dirimu?
Sepenggal nada kuucap tiada henti
Nada yang adalah namamu sendiri
Padahal inginku hanya satu 
Mengajakmu kembali ke gubuk tua itu
Demi merajut cinta yang tercecer
Akibat badai yang menerpa cinta kita kala itu
Aku ingin merajutnya rapi
Biarkan dia siap dibentang 
Untuk mengalaskan jalannya cinta kita
Tapi egomu memenangkan hatimu
Bagai si jago merah melahap berjuta rumah
Menjilat Lorong dengan langkah raksasa
Panjang rambutmu pun
Tak terlihat sedikit pun
Kau hanya menyisahkan jejak kakimu
Aroma tubuhmu yang menyengat di sekeliling jiwa ini
Meninggalkan bercak rindu untuku..

Sepotong Doa Untuk Tuhan

Dalam jiwa yang hening
Mulutku memuntahkan segunung syukur
Untuk segudang cinta yang lama kulahap
Segudang cinta yang tiada pudar
Cinta yang membakar jiwa para peziarah
Dari Tuhan sang sumber cinta
O Tuhan dengarkanlah pintaku
Biarkanlah jiwa ini terbakar oleh api cinta-Mu
Hingga menjadi abu kebijaksanaan-Mu
Di tengah dunia yang fana ini

Mendaki Gunung Tuhan

Tatkala fajar mendekap bumi
Gelap pun kembali ke peraduannya
Tetesan embun perlahan membasai dedaunan hutan
Langkah raksasa pun kuayunkan menuju puncak
Seraya memikul sekarung beban hidup
Pikirku untuk ditumpahkan di atas gunung
Aku pun bertelut di atas duri-duri tajam
Dengan mata berkaca-kaca karena tersipu malu
Atas sekarung beban yang kutumpahkan di hadapan-Nya
Secercah cahaya menembusi pori-pori kulitku
Cahaya Tuhan yang serentak merajut pecahan-pecahan jiwa
Di atas gunung ini pun kumuntahkan 
Berjuta syukurku kepada Dia.

Mencintai-Mu Tanpa Lelah

Raga ini tak pernah bosan menelusuri krikil-krikil tajam
Sunyi-senyap, dingin, panas, hening dan ramai
Tiada lelah untuk menatap-Mu setiap saat
Semua itu adalah kerinduan mendalam
Dari batin sang peziarah
Kau tahu
Aku telah meninggalkan segalanya
Meninggalkan tawaran dunia
Kenikmatan, kenyamanan, kekuasaan
Semuanya kutanggalkan
Demi memeluk erat kebijkasanaan-Mu
Memeluk erat segala tawaran-Mu
Sebab mulut-Mu pernah berkata
Aku akan memberikanmu
Dua ratus kali lipat

Secangkir Rindu

Cangkirku kini hampir retak
Kau tidak menetesiku setitik air kehidupan
Kini cangkirku kosong lagi kusam
Lagi-lagi kau lambat menabur bubuk manismu
Hausku meretakkan seluruh kerongkonganku
Ingin diisi dengan setitik air
Jangan lupa sebungkus bubuk pekat kautumpahkan di atasnya
Memenuhi cangkir kusam ini
Aku mau biarkan cangkir ini indah
Dipenuhi bubuk-bubuk cintamu
Biar suatu saat nanti
Aku dan kamu menyeruput
Dari cangkir yang indah ini
Cangkir yang adalah aku dan kamu

Oleh: Maksimian Jd
×
Berita Terbaru Update