-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PASKAH dan PEKAN SUCI

Selasa, 30 Maret 2021 | 08:59 WIB Last Updated 2021-03-30T02:15:38Z
Untuk kedua kalinya kita merayakan Paskah di tengah puing-puing hasil Covid-19.  Secara faktual Covid-19 telah menyalibkan cara hidup normal bagi semua kita; orang-orang bergumul dengan rasa takut, terkurung di rumah dan berduka atas cara hidup yang kita hadapi, namun Covid-19 tidak akan pernah bisa menyalib makna harapan Paskah. 

Paskah bukan hanya waktu untuk mengingat sejarah agama Kristen. Ini adalah kesempatan bagi lanskap dunia batin kita yang terbatas, mekanis, dan egois untuk berkembang maju dan hidup beradab. 

Artinya tidak harus menjadi Yahudi atau Kristen untuk menghargai dan merasakan kekuatan Paskah dan memaknai Pekan Suci yang segera dirayakan umat Kristiani di seluruh dunia. Tidak harus berdebat menerima kebenaran literal-historis dari cerita-cerita mengenai sosok sentral Yesus orang Nazareth itu. 

Dalam Perjanjian Lama, Paskah atau ‘Passover, atau ‘Pesakh’ (Ibrani) atau “Pascha” (Yunani) adalah perayaan pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir. Di mana pada saat itu diadakan upacara ‘roti tidak beragi, dan ‘persembahan anak sulung dengan upacara korban domba paskah. Ini adalah perintah Tuhan agar dikenang oleh Musa dan bani Israel ( Kel 12:14). 

Pada masa kini, Gereja Tuhan di seluruh dunia merayakan Paskah dalam arti yang sesungguhnya dan sempurna yaitu Kristus Anak Domba Paskah (1 Kor 5:7-8). Sejalan dengan makna Paskah dalam Perjanjian Lama, Paskah dalam Perjanjian Baru menunjukkan kasih, anugerah, dan kuasa Allah yang meluputkan umat milik-Nya dari kutuk dan maut, Ya Paskah hari ini membebaskan orang percaya dari perbudakan dosa serta memberikan kepastian kebangkitan kekal di akhir zaman melalui kebangkitan Kristus. 

PEKAN SUCI

Dalam ritus Latin atau Gereja Katolik Roma, pekan suci diawali dengan Minggu Sengsara (Passion Sunday) sampai Minggu Paskah.  Pekan Suci adalah kisah minggu terakhir dalam kehidupan seorang pria bernama Yesus. Dia adalah seorang guru, pengkhotbah dan penyembuh dari Keturunan Raja Daud. 

Pekan Suci sejatinya adalah kisah konflik kemanusiaan Yesus. Dia datang ke kota suci Yerusalem dan menghabiskan waktu satu minggu itu dengan intens bersoal jawab dengan para pemuka agama Yahudi prihal perutusan-Nya di dunia ini. 

Tadinya dia sambut dengan gegap gempita namun menjelang akhir minggu, lembaga tinggi agama Yahudi meminta bantuan lembaga politik mengeksekusi-Nya karena Dia dituduh menghojat Allah dan menyebut diri-Nya Raja. Di sinilah fajar terbitnya perselingkuhan agama dan politik. 

Yesus bisa saja menggunakan kekuatan spiritualnya dan lolos dari takdir ini, tetapi Dia menyerahkan diri-Nya sampai mati. Kemudian pada hari pertama minggu berikutnya, Yesus bangkit dari antara orang mati dan mulai menampakkan diri kepada para pengikut-Nya. Inilah Pekan Suci. 

Kristus yang hidup di dalam kita selalu menantang kemapanan yang mementingkan diri sendiri. Dia meminta kita membuka mata, membuka telinga dan membuka hati dengan memeluk cinta lebih erat daripada pemenuhan diri. 
Rasul Paulus menuliskan, “Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sia jugalah kepercayaan kamu.” (1Kor.15:14). 

Selamat merayakan Paskah saudara-saudaraku. GOD BLESS

Oleh: Garsa Bambang  MSF
×
Berita Terbaru Update