-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pribadi Bernyala, Sang Pemanah Sejati, Gendang Adat, Rumah Kita

Minggu, 21 Maret 2021 | 15:08 WIB Last Updated 2021-03-21T08:08:28Z
PRIBADI BERNYALA

Engkau bagai lilin-lilin bernyala,
Sebab namaNya bertahta di hatimu
bibirmu berdendang ria,
wajahmu berbinar,
sinar kasih memercik
tatkala kau merana di belantara
titahNya bagai Sang Bintang,
membintangi sesama 
penuh sukacita

Lihatlah senyummu
engkau bersinar dalam adamu
hingga lawanmu tak mampu menatapmu
apalagi menghadangmu....
engkau paling beruntung....
sebab pilihanmu tak buntung
Tuhan yang terutama,
jalanNya jadi yang pertama 
hingga kau bernyala

Jangan berkecil hati
sebab kau berharga
jangan patah hati
sebab kau dicintaiNya
Dekap erat sabdaNya
pegang janjiNya
setialah sampai mati....
Tuhan pasti mengasihimu tiada akhir

SANG PEMANAH SEJATI

Lidah pemanah menajam,
kata-katanya berapi-api, dasyat....
suara hatinya menderas-deras
bergemuruh hingga lawanmu gentar

Sang Pemanah sejati mengasah asa tuk
menghalau kelabu
cintanya bernyala-nyala
melibas rintangan-rintangan
jangan takut
sebab sehelai rambutmu pun takkan hilang

Jadilah pemanah sejati kemanapun matamu tertuju
kasih-setia sebagai tumpuan pijakan
memanah ketamakan, ego, arogansi...
mengalahkan iri, dengki, dendam....
menggaungkan cinta.....
menggaulkan kabar keselamatan
menyuarakan sukacita
agar dunia ini penuh cinta dan cita....

GENDANG ADAT

Gendang adat sarat nilai-nilai.....
bunyian kulit mungilnya terdengar....
bergetar di antara dedaunan telinga
serasa jemari tak mau berpaling....
tuk bermain dan menari di antara bundarannya

Dengarkan paduan suaranya....
jangan bersedih hati
muntahkan duka dan luka
pada getaran gendang bergendang
menarilah hingga sanubari benderang, 
marilah bermain gendang,
sukacitamu akan penuh, sebab
adamu abadi terukir dalam getaran kulitnya

RUMAH KITA

Rumah kita seindah pelangi,
segagah alam asali
tempat janjiNya mengabadi,
Rumah kita, tempat memesona, 
rumah kita, hati kita, Bait Suci,
jangan dibiarkan porak-poranda oleh
kenikmatan dunia,
patahkan ketamakan, sebab
di rumah kita ada cinta, cahya, ketenangan, kedamaian....

Marilah saudara mengabdi di rumah kita,
menata langitnya agar tak berantakan
berfundasikan kasih agar tak runtuh
sebab di rumah kita akan ada
Tuhan bercahaya selamanya

Oleh: Nasarius Fidin
Penulis adalah Alumnus STF Widya Sasana Malangm Jawa Timur
×
Berita Terbaru Update