-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semangat Juang Peserta Didik Mengikuti Pelajaran Online Di Tengah Ketiadaan Jaringan Internet

Minggu, 14 Maret 2021 | 11:29 WIB Last Updated 2021-03-14T08:05:47Z
Semangat Juang Peserta Didik Mengikuti Pelajaran Online Di Tengah Ketiadaan Jaringan
Gambar diambil dari mediaindonesia

Di tengah masalah covid-19 tak kunjung henti, sebagian besar peserta didik di seluruh Indonesia  mengikuti pelajaran secara  online. Seperti halnya di Manggarai, siswa/i juga mengikuti sekolah online. Namun tidak semua daerah di Manggarai memiliki jaringan internet. Pelajaran online bagi siswa/i di kota bukan menjadi masalah berat, tetapi di daerah-daerah tertentu di Manggarai seperti Satarmese bagian barat (SABAR) masalah jaringan internet menjadi bahan perbincangan di kalangan para peserta didik, orang tua maupun para guru. 

Sebagai anak negeri yang mewujudkan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, siswa/i berjuang dengan mengendarai sepeda motor bahkan ada yang berjalan kaki ke pantai untuk mencari jaringan internet. Semangat juang para peserta didik tersebut menjadi seni yang berlandas pada cita dan cinta akan hari depan yang cerah. Kerja keras hari ini sangat menentukan kerja cerdas di masa yang akan datang. Kelelahan masa kini akan berbuah manis pada masa yang akan datang. Harapan dan motivasi seperti ini menjadi api yang dapat mengasah asa dan kemampuan mereka sehingga pantai wae Aweng menjadi tempat perajut ilmu pengetahuan. 

Jaringan internet yang tidak merata menjadi sangat ironis di tengah kemajuan tehnologi, sementara di daerah-daerah lain di Indonesia, siswa/i dan para pendidik bahkan masyarakat luas sudah menikmatinya. Mengapa terjadi demikian? Daerah Satarmese bagian barat merupakan keterwakilan dari daerah-daerah yang belum memiliki kemajuan dalam hal jaringan internet. Pantai wae Aweng menjadi bukti bersejarah di mana para peserta didik bahkan masyarakat luas mencari jaringan internet untuk belajar online dan kepentingan-kepentingan lainnya. 

Hemat penulis, pantai wae Aweng merupakan rumah kedua atau tempat sekolah online dalam rangka mengasah kemampuan dan potensi-potensi yang dapat menjamin kecerdasan intelektual, mental dan spiritual para peserta didik. Pantai ini boleh diikatakan tujuan destinasi wisata dalam dunia pendidikan secara online. Tempat wisata pendidikan online ini ramai dikunjungi tidak hanya siswa/i tetapi juga guru, orang tua atau bahkan masyarakat luas, karena di sana jaringan telkomsel atau jaringan internet sangat stabil. Di balik keramaian ini terungkap kata hati yang merupakan rintihan dan harapan. Namun realitas itu hanya didengarkan dan disaksikan oleh pemandangan alam dan lautan yang indah. 

Setiap siswa di seluruh daerah di Indonesia memiliki hak yang sama untuk meraih mimpinya. Namun sebagian besar peserta didik di Manggarai yang merupakan keterwakilan dari semua siswa/i tidak memeroleh apa yang menjadi kebutuhan pokok (jaringan internet) dalam rangka ambil bagian dalam sekolah online di tengah bencana covid-19. Berbicara tentang hak sangat luas cakupannya, tetapi dalam konteks sekolah online, hak dan kewajiban perlu berjalan bersama. Memberikan apa yang menjadi haknya dalam menuntaskan kewajibannya sangat perlu diperhatikan. 

Pergumulan terkait ketidakadilan dalam dunia jaringan internetan menjadi persoalan mendesak agar siswa/i mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan dan kemajuan. Sebab derita dan rintihan hati para peserta didik menjadi bukti ketidakmerataan dan ketidakadilan dalam kemajuan tehnologi khususnya di dunia pendidikan. Pihak berwajib perlu bertindak segera supaya persoalan ini tidak menghambat proses kelancaran kegiatan belajar mengajar online.

Di tengah wabah penyakit menular dan mematikan ini, pemerintah diharapkan untuk menyediakan jaringan internet khususnya di daerah-daerah yang belum mendapatkan jaringan internet agar mampu mengikuti pelajaran online secara efektif sehingga kualitas pendidikan tidak hanyak dicapai oleh anak-anak didik yang memiliki jaringan internet yang full  tetapi juga dirasakan semua orang. 

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update