-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Untuk Sahabat Mas Menteri Agama: Benih “Terorisme” Itu Berbajusirakan “kotbah”

Selasa, 30 Maret 2021 | 09:35 WIB Last Updated 2021-03-30T02:42:26Z
Sahabat Mas Menteri Agama...

Sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dan perdamaian saya sangat menaruh harapan besar pada sahabat mas menteri untuk mengembalikan hakikat dan pemaknaan penghayatan agama yang sebenarnya yaitu sebagai inspirasi dan bukan aspirasi.

Harapan besar pada sahabat mas menteri karena melihat kegigihan sahabat mas menteri bersama kaum Nahdliyin yang terus mengusahakan persatuan dan perdamaian seluruh rakyat Indonesia.

Sahabat Mas Menteri Agama...

Peristiwa bom bunuh diri terus terjadi yang dilakukan oleh teroris. Kekerasan dan kekejaman para teroris masih saja dialami di bangsa ini. Dan ketika semua sudah terjadi, suara-suara kutukan terdengar menggema di seantero Nusantara.

Tidak salah dengan semua kutukan yang diberikan. Namun apakah kita hanya berhenti dengan kutukan, sedangkan suara-suara yang membawakan Sabda Allah dan menjadikannya sebagai “senjata” untuk menebar kebencian dan fitnah pada agama lain dengan dalih “kotbah” didepan jemaat masih terus menjadi suguhan “menarik” di media-media sosial.

Ketika ada bom bunuh diri dan kekerasan menimpah pemeluk agama lain, sebagian besar dari kita dengan lantang menggaungkan bahwa kejadian itu tidak berkaitan dengan agama. Bahkan sampai pada sebuah pernyataan pamungkas, “para teroris tidak beragama.”

Namun bagaimana dengan mereka yang dengan alasan “berkotbah” didepan jemaat walau isi kotbahnya hanya mengusik dan menafsirkan isi ajaran agama lain hanya untuk mencari panggung meski semua isi kotbah diiringi dengan irama fitnah dan kebencian.

Mereka merasa bebas, berteriak apapun didepan jemaat dengan alasan “kotbah” walau provokasi kebencian dan fitnah terus ditembakkan kepada pemerintah bahkan tidak jarang terdengar bahwa dengan alasan ajaran agama, segala alat pemersatu seperti Pancasila dan keututan NKRI tidak memiliki dasar pada agama yang diyakini.

Sahabat Mas Menteri Agama...

Ketakutan terbesar kita hari ini bukan saja para teroris yang melakukan bom bunuh diri. Tetapi benih-benih yang terus ditumbuhkembangkan dengan alasan “kotbah” didepan jemaat oleh oknum pengkotbah atau penceramah yang merasa legal dan benar atas kotbahnya yang bernada provokokatif, kebencian dan kebohongan terhadap pemerintah dan pemeluk agama lain.

Kotbah dijadikan alasan untuk mendapatkan panggung meski berbajusirakan kebencian dan provokasi yang memecah persatuan dan merusak perdamaian. Sedangkan para pengkotbah yang menyejukan dan yang mempersatukan serta mendamaikan seakan menjadi penonton diluar lapangan karena tak lagi mendapatkan panggung untuk menyuarakan kebaikan dan kedamaian.

Sahabat Mas Menteri Agama...

Kita semua termasuk saya dan Anda memiliki niat yang sama untuk memerangin segala bentuk kejahatan terorisme. Maka satu permintaan saya; “berikan panggung bagi tokoh-tokoh agama yang membawa kesejukan, persatuan dan kedamaian melalui kotbah dan ceramah-ceramah mereka.

Dan kalau kita memiliki niat yang sama maka mulailah membersihkan segala kotbah provokatif dan penuh kebencian dari ruang-ruang media sosial: facebook, youtube dan lainnya.

Sahabat Mas Menteri Agama...

“Sing Waras Ojo Ngalah” demikian pesan inspiratif dari Kyai Gus Mus. Dengan membersihkan panggung benih-benih terorisme berbajusirakan kotbah, kita sedang menuju pada kemenangan untuk menjadikan Indonesia rahim kedamaian dan persatuan bagi semua.

Manila: 30-Maret 2021
RP. Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update