-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

YESUS: Rangkullah Penderitaan dan Pengorbanan-Ku

Rabu, 31 Maret 2021 | 19:00 WIB Last Updated 2021-03-31T12:00:37Z
[…Anda tidak perlu menderita untuk belajar. Tetapi, jika anda tidak belajar dari penderitaan, yang tidak dapat anda kendalikan, maka hidup anda menjadi benar-benar tidak berarti… Viktor E. Frankl. 

Sulit rasanya menangkap makna harapan Paskah bila tidak merangkul penderitaan dan pengorbanan. Sudah terang-benderang bagi kita bahwa dalam Paskah, kita memiliki salib, kematian, kebangkitan, dan keselamatan dalam diri Yesus Kristus. 

Dalam Paskah Yesus merangkum semua makna dan tujuan hidup kita termasuk penderitaan itu sendiri.  Yesus mati untuk menebus dosa semua orang, untuk memulihkan relasi manusia dengan Allah.  Dia bangkit memberikan pengharapan kepada kita untuk tidak perlu khawatir, karena Yesus sendiri telah menang dari maut yang menandakan bahwa Ia berkuasa atas apapun, bahkan kematian itu sendiri. 

Yesus merangkul nilai penebusan dari penderitaan. Yesus hidup untuk mengunjungi yang terburuk, bahkan akhir hidup-Nya jauh lebih tragis. Dia membawa air hidup kepada yang kesepian, yang sakit, yang buta, yang lumpuh, yang dijauhi, yang kehilangan harapan, yang dianggap sampah masyarakat dan yang miskin. 

Yesus telah sampai ke titik dasar penderitaan manusia dan membawa menuju kehidupan untuk mengajar kita semua bagaimana memeluk harapan dalam kehancuran. 

Menemukan makna Paskah sementara disekap dengan pandemi Covid yang tak terhindarkan juga merupakan jalan yang harus kita rengkuh dan ingat bahwa, kita sekali lagi diberi kesempatan untuk mengembangkan kehidupan yang luar biasa. 

CS Lewis pernah mencatat, "Tuhan berbisik kepada kita dalam kesenangan kita, berbicara kepada kita lewat hati nurani kita, tetapi berseru dalam kesakitan kita demi menciptakan ruang untuk belajar dan mencintai. 

Penting untuk ditekankan bahwa potensi makna ada di setiap momen kehidupan bahkan dalam kondisi yang paling menyedihkan tetapi potensi makna ini hanya dapat dicari dan dideteksi oleh kita masing-masing secara individu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.  

Sekilas perintah 'Paskah' untuk merangkul penderitaan dan pengorbanan yang didemonstrasikan Yesus terdengar paradoks, kurang menggembirakan. Namun tak ada ruang bagi kita untuk bersembunyi. Kebenarannya jelas, jika kita menghindari penderitaan, kita membunuh pertumbuhan. Jika kita menolak dan melawan penderitaan, kita akan mati sia-sia.

Oleh: Pater Garsa Bambang, MSF
×
Berita Terbaru Update