-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gembala Baik Adalah Yang Bertahan Dalam Penderitaan (Yoh 10:11-18)

Senin, 26 April 2021 | 08:48 WIB Last Updated 2021-04-26T01:55:55Z
Semoga doa kita bukan; “Tuhan panggillah sebanyak mungkin orang muda untuk menjadi imam maupun religius asal bukan anak dan cucu saya.”

Gembala baik adalah yang menyangkal kesenangan, kehendak dan kesibukannya sendiri untuk membahagiakan dan melayani para dombanya (umat). Gembala baik adalah yang bertahan dalam penderitaan dan selalu berkorban dalam pelayanan meskipun ia sendiri terluka dan tersakiti. Gembala Baik sejati, tidak lain adalah Yesus Kristus Tuhan kita.

Pada perayaan hari Minggu Gembala Baik dan hari Minggu Panggilan ini, kita semua diundang untuk mendukung Gereja dan mendoakan panggilan untuk menjadi imam maupun religius. Ditengah kesulitan yang dihadapi oleh saudara-saudari kita dan juga Gereja, kita semua diundang menjadi Gembala Baik atau menjadi solusi atas persoalan maupun ujian yang sedang dihadapi sesama dan Gereja.

Kita tida hanya bergantung pada para imam dan religius. Kita semua tentu tahu bahwa sudah banyak imam dan religius yang meninggal dunia akibat terkena covid 19 berkat pelayanan mereka yang tanpa keluh dan penolakan melainkan melayani dengan tulus dan penuh pengorbanan. 

Meskipun para imam kita sudah berkorban dan bertahan dalam penderitaan namun dalam pengalaman masih saja ada yang cuek bahkan merusak nama baik mereka. Mereka tidak lari dari kesulitan yang dihadapi para domba (umat) mereka, tetapi kitapun masih menghakimi dan menyalahkan mereka.

Bahkan banyak diantara gembala kita yang meskipun merasakan kondisi fisik mereka tidak memungkinkan untuk melayani dan mengalami kesulitan yang dihadapi, mereka tidak mengeluh dan masih tetap melayani. Meskipun mereka menahan sakit sendirian di dalam kamar mereka, kita masih saja menyakiti hati dan menggosipkan mereka.

Tidak mudah menjadi Gembala Baik. Mungkin kita berpikir bahwa menjadi imam atau religius itu bagus dan menyenangkan. Tidak semudah yang kita pikirkan. Banyak hal yang mereka pikirkan untuk kita para domba yang dilayani. Mereka harus berjuang untuk mengalahkan hawa nafsu dan keinginan daging sendiri. Memang ada yang gagal, namun sebagai manusia normal, perjuangan terberat yang harus dihadapi oleh para gembala kita adalah berjuang menaklukan keinginan daging dan hawa nafsu.

Meskipun dalam perjuangan itu kadang mereka sampai stres, namun yang selalu mereka tampakan adalah sukacita dalam pelayanan agar tidak menjadi beban bagi para domba mereka. 

Kita semua dipanggil oleh Yesus untuk menjadi Gembala Baik. Dukunglah dan berdoalah bagi para imam, misionaris dan religius yang berkarya di daerah-daerah misi yang paling sulit dan menakutkan agar mereka tetap kuat, tekun dan penuh sukacita melayani dengan setia dan rendah hati.

Kita juga dipanggil oleh Yesus untuk mendoakan panggilan khusus di dalam Gereja agar semakin banyak anak muda yang terbuka untuk menjawab panggilan Tuhan menjadi imam dan religius. Kita dipanggil untuk menjadi jalan bagi siapapun yang hendak menjawab panggilan Tuhan menjadi imam dan religius dan bukannya menjadi penghalang bagi mereka.

Semoga doa kita bukan; “Tuhan panggillah sebanyak mungkin orang muda untuk menjadi imam maupun religius asal bukan anak dan cucu saya.”

Kita semua juga adalah Gembala Baik ketika kita juga mengambil bagian dalam penderitaan para gembala kita (imam) dan bertahan dalam penderitaan di dalam pelayanan kita dengan penuh pengorbanan dan kerendahan hati. Amen.

Manila: 25-April 2021
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update