-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mengangkat Martabat Perempuan dalam Politik (Refleksi Peringatan Hari Kartini, 21 April 2021)

Rabu, 21 April 2021 | 13:57 WIB Last Updated 2021-04-21T06:57:20Z
Oleh: Yopi Widiyanti*

Sebagai perempuan yang mendapat kehormatan menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, pada momen Hari Kartini, 21 April 2021 ini, saya merasa perlu membuat sebuah refleksi sederhana terkait komitmen politik saya dalam memperjuangkan kepentingan perempuan melalui jalur politik.

Perjuangan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan, bagi saya merupakan salah satu cara menghormati sekaligus melanjutkan cita-cita R. A. Kartini soal terwujudnya emansipasi dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam pelbagai bidang kehidupan.

Saya bersyukur sebab perjuangan Kartini sudah membuahkan hasil. Kita menyaksikan bagaimana perempuan Indonesia bisa berkiprah secara bebas dalam rupa-rupa profesi, termasuk menjadi politikus. Saya sendiri sudah merasakan iklim kesetaraan ini di mana melalui sebuah perjuangan yang demokratis, saya boleh menjadi salah satu wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi tiga Kecamatan, yaitu Lembor, Welak, dan Lembor Selatan.

Meski mewakili rakyat Mabar di Dapil 3, tetapi sejujurnya saya tidak bisa mengelak bahwa kepentingan perempuan Mabar menjadi salah satu fokus perjuangan saya. Naluri sebagai seorang ibu dan perempuan tidak bisa dibohongi.

Karena itu, saya selalu menyuarakan pentingnya pengambilan kebijakan dan penggunaan anggaran yang berpihak pada kepentingan kaum perempuan dalam setiap pembicaraan politik di ruang DPRD Mabar. Saya sadar betul bahwa masih banyak perempuan di Mabar yang belum mendapat perlakuan setara dengan kaum laki-laki.

Tingginya angka kematian ibu saat bersalin, banyaknya perempuan Mabar yang putus sekolah, tingginya perempuan penganggur, dan minimnya perempuan Mabar yang berkiprah dalam medan politik praktis, merupakan beberapa contoh kasus bahwa memperjuangkan martabat perempuan itu sangat mendesak saat ini.

Sesuai dengan tugas dan fungsi saya di lembaga Dewan, saya berjuang semampu saya agar pelbagai persoalan yang menimpa kaum perempuan di Mabar bisa diatasi dengan baik. Harus diakui bahwa perempuan sebenarnya mempunyai potensi dan kapasitas yang setara dan bahkan lebih dari laki-laki.

Saya yakin, bila potensi perempuan Mabar ini diberi ruang untuk dikembangkan, maka bisa memberikan sumbangan yang berarti bagi perubahan kondisi politik, ekonomi, dan budaya di daerah ini. Jika perempuan Mabar 'berani tampil' dan bersaing mengisi peluang yang tersedia, cepat atau lambat Mabar ini akan mengalami lompatan kemajuan yang berarti.

Untuk itu, agar perempuan Mabar dapat tampil maksimal, para pengambil kebijakan dan siapa saja yang berkehendak baik, mesti merancang dan melaksanakan kebijakan politik pemberdayaan kaum perempuan secara berkelanjutan. Aneka praktik budaya yang cenderung membatasi pergerakan perempuan mesti ditinjau lagi. Ruang politik, ekonomi dan budaya kita harus semakin ramah terhadap perempuan.

Peringatan Hari Kartini, Rabu (21/4/2021) menjadi momentum bagi kita untuk merenungkan dan memperkuat kemauan dalam menghidupkan spirit perjuangan emansipasi wanita yang dirintis R.A. Kartini dan generasi pendahulu kita. Roh perjuangan Kartini mesti menginspirasi kita untuk terlibat aktif dalam mengangkat martabat perempuan yang sering terabaikan.

Saya mengajak dan mendorong kaumku di Mabar untuk tidak takut berjuang melalui jalur politik praktis. Kita bisa menyuarakan secara lantang perjuangan kita melalui arena politik itu. Saya mau katakan bahwa perempuan Mabar sangat bisa untuk berkiprah dalam ruang politik.

Hanya perempuan sendirilah yang bisa mengerti dan memahami permasalahan perempuan. Kita butuh banyak perempuan yang membaktikan diri untuk berjuang dengan gigih terkait perbaikan nasib perempuan itu. Kartini menjadi contoh dan guru teladan kita.

Saya mengucapkan Selamat Merayakan Hari Kartini kepada seluruh perempuan Mabar. Semoga semakin banyak Kartini Mabar yang mau berkiprah di ruang sosial dan politik demi perbaikan dan perubahan nasib perempuan. Kebangkitan perempuan Mabar menjadi modal yang bagus dalam mewujudkan cita-cita Mabar yang lebih baik dan bermartabat.

Wahai kaumku. Mari, bangkitlah. Gunakan tenaga dan talentamu untuk kemajuan Mabar. Perempuan juga bisa mengubah jalannya sejarah. Semoga banyak pemimpin politik yang kebanyakan laki-laki memperlihatkan kepedulian yang tulus untuk memberdayakan kaum perempuan agar bisa memberikan sumbangan nyata bagi kemajuan Mabar.

*Penulis adalah anggota DPRD Mabar Dapil 3. Tinggal di Labuan Bajo.
×
Berita Terbaru Update