-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pak Yahya Waloni: “Berbahagialah Dengan Agamamu, Jadilah Muslim Yang Ramah”

Jumat, 16 April 2021 | 13:09 WIB Last Updated 2021-04-16T06:13:44Z
                                         Ilustrasi; suarakristen.com
Pak Yahya Waloni...

Mengikuti berbagai ceramah atau dakwahmu di setiap channel youtube yang mana di dalamnya selalu melecehkan dan memprovokasi jemaatmu dengan merendahkan umat kristiani dengan segala ajaran imannya, saya akhirnya menemukan bahwa pak tidak bahagia dengan agama baru pak. 

Meskipun ceramah atau dakwahmu disertai dengan suara yang keras dan panjang bagi saya itu sebuah luapan kekecewaan dan sakit hati pada cinta pertamu yang telah memutuskan hubungan denganmu. Meski pak sudah mendapatkan yang baru namun masih belum “move on” dengan yang lama.

Ibarat seorang cowok atau cewek yang diputus pacar yang sangat ia cintai, maka sebagai ungkapan kekecewaan dan kemarahan pada sang mantannya adalah dengan menjelekan, menghina dan memprovokasi orang lain dengan cerita-cerita negatif yang merendahkan mantan pacarnya. Walaupun sudah memiliki yang baru namun belum “move on” dengan yang lama.

Pak Yahya Waloni...

Ketika pak menyebut Kristen dalam setiap ceramah atau dakwahmu itu berarti tidak hanya Protestan atau komunitas gerejani yang lain tetapi termasuk juga Katolik. Selama ini Anda menghina soal salib, Yesus yang kami imani hingga yang terakhir soal kursi pemalas sebagai kursi gereja apakah kami membalas menghujat atau menggugatmu? Tidak!

Bukan karena kami takut, tapi kami tidak mau menambah dosa kami hanya untuk meladenimu yang dalam dakwahmu sudah menodai ajaran Islam yang ramah. Saya yakin ajaran agama Islam tidak mengajarkan untuk mengurusi agama orang lain apalagi menjelekkan. Saya yakin seratus persen Nabi Muhammad tidak mengajarkan itu.

Tapi mengapa Anda yang adalah seorang mualaf tega menodai ajaran Nabi dan ajaran Islam yang membawa kedamaian? Atas nama dakwah Islam engkau rela menjelekkan agama lain meskipun itu tidak menjadi ajaran agama Islam. Berperisaikan dakwah engkau merasa diri sebagai “tuhan” yang memiliki kuasa menilai ajaran agama lain yang disertai dengan ujaran kebencian dan pelecehan.

Pak Yahya Waloni...

Sebagai sesama tokoh agama, yang saya tahu bahwa dalam berkotbah atau berdakwah yang diajarkan adalah ajaran agama yang kita anut tanpa mengutak atik agama lain. Kita tidak memiliki kuasa apapun untuk mengurusi agama orang lain karena bukan ranah kita. Ajarkanlah ajaran Islam yang benar kepada jemaatmu tanpa harus melibatkan agama lain dalam dakwahmu. Itu yang seharusnya kita lakukan.

Betul agama Islam adalah agama pembawa kedamaian, namun ketika dalam dakwahmu engkau mengurusi agama lain bahkan merendahkan, secara sadar engkau menodai agama Islam yang adalah agama pembawa damai.

Pak Yahya Waloni...

Berbahagilah dengan agama yang Anda anut sekarang yaitu agama Islam. Kami tidak pernah membencimu atau merasa sedih karena Anda menjadi seorang Islam. Karena saya yakin Anda menjadi seorang Islam karena pengalaman iman pribadi Anda. 

Namun dalam keheningan; “syukurilah juga agamamu yang sebelumnya. Karena agamamu yang dulu paling tidak menjadi jalan engkau menemukan pengalaman iman yang mengantar Anda menjadi seorang Muslim.”

“Move on-lah” dengan keyakinanmu hari ini dengan mengajarkan kebaikan dan kebenaran tanpa harus mengurusi kebenaran iman agama lain terutama Kristen (Katolik).

Pak Yahya Waloni...

Saya tidak membencimu karena Kasih menjadi ajaran tertinggi dari Sang Guru saya untuk mengasihi siapapun termasuk yang membenci agama saya dengan kasih yang tulus (Mat 22:39; Luk 6:27).

“Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Luk 6:27) menggerakan saya untuk menyapamu karena saya mengasihimu. Semoga dengan sapaan kasih saya untukmu, pak menjadi seorang pendakwah yang berbahagia dengan mengajarkan ajaran Islam yang baik dan benar, yang ramah tanpa harus mengumbar kebencian pada agama lain secara khusus Kristen.

Manila: 16-April 2021
RP. Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update