-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pandanglah, Cintailah Dan Peluklah Salib (Yoh18:1-19:42)

Sabtu, 03 April 2021 | 08:24 WIB Last Updated 2021-04-03T01:27:08Z
Pada Minggu Palma yang lalu, seorang suster Pilipina yang bermisi di Maumere bertanya kepada saya; “Apakah Pastor akan liburan tahun ini”?

Saya menjawab; “Saya tidak jadi liburan tahun ini. Saya tidak mampu meninggalkan umat saya ditengah situasi pandemi covid 19. Penderitaan yang mereka alami adalah penderitaan saya juga. Itu adalah salib kami. Maka penderitaan mereka yang adalah salib, juga harus kupikul, peluk dan cintai agar iman mereka dikuatkan.
 
Melalui sengsara dan wafat Yesus, Dia menunjukan solidaritas-Nya untuk kita semua. Karena cinta-Nya tanpa batas, Dia tidak meninggalkan kita melainkan terus mencintai dan memeluk kita melalui salib.
 
Meskipun Dia disakiti karena dosa-dosa kita, Dia tetap memperdulikan dan menyelamatkan kita. Kesalahan kita menjadi sengsara dan wafat Kristus. Ini merupakan solidaritas Yesus yang paling besar untuk kita. 
 
Arti dari penciuman salib tidak hanya sebagai ritus belaka melainkan tanda bahwa kita siap untuk menerima dan memikul salib kita. Pada masa sekarang salib kita adalah pandemi covid 19. 

Dari salib, Yesus mencurahkan rahmat salib yaitu: cinta, keselamatan, kerendahan hati dan pengorbanan. 

Kalau kita menghadapi banyak masalah dan cobaan, pandanglah salib, persembahkan segala persoalan yang kita hadapi kepada Tuhan dan menerimanya dengan penuh iman bahwa salib adalah jalan keluar atas persoalan yang kita hadapi. Karena berawal dari salib sukacita dan keselamatan hadir dalam hidup kita. Pandemi covid 19 akan segera berakhir kalau kita menghidupi rahmat salib yaitu tidak mudah putus asa, ada kerendahan hati dan pengorbanan serta solidaritas dan cinta pada hidup sesama kita.

Manila: 02-April 2021
RP. Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update