-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pater Wendly J. Marot SVD: Jangan Takut Divaksin

Rabu, 21 April 2021 | 12:50 WIB Last Updated 2021-04-21T06:39:49Z

Menjaga imun dengan berpikir positif adalah salah satu jalan menangkal covid-19. Menurut penelitian, imunitas tubuh lebih besar dipengaruhi oleh cara berpikir. 

Jalan lain yang mendesak dan sedang ditawarkan dan sedang dijalankan adalah menerima vaksin. Dan untuk menerima vaksin ini juga, engkau membutuhkan pikiran positif juga; artinya engkau memilih untuk divaksin dengan bebas dan suka cita.

Bahwa anda tidak mau menerima, itu hak anda. Namun,  janganlah kemudian karena anda tidak suka dan tidak menerima, lalu memaksa orang lain untuk mengikuti anda. Dan lebih tidak benar lagi, ketika engkau menciptakan isu-isu yang menakutkan hanya untuk meyakinkan orang lain bahwa pilihan anda benar.

Benar bahwa vaksin itu bukan satu-satunya jalan.
Benar juga bahwa vaksin memiliki efek samping yang tidak menyamankan.
Namun janganlah menjadikan satu dua kasus sebagai alasan untuk kita dalam membantah kemujaraban sebuah penemuan ilmiah.

Vaksin ditemukan untuk membantu orang dan melewati proses ilmiah yang sahih. Vaksin covid-19 yang beredar sekarang dan dipakai di banyak negara, telah melalui banyak pengujian untuk keamanan dan efektivitas, sebelum disetujui dan setelahnya dipantau secara ketat. Artinya, vaksin tidak serta merta beredar tanpa uji klinis yang ketat. Dan dalam pelaksanaannya, orang yang memberi vaksin juga sudah dilatih, dibekali untuk mengikuti resep dokter dan specialisnya. 

Lalu mengapa, hanya karena orang membuat status di facebook atau di media sosial lainnya tentang dampak negatif dari vaksin ini, yang engkau sendiri tidak tahu informasi itu benar atau tidak, lantas engkau menyimpulkan VAKSIN TIDAK BAIK, masih sadarkah anda? Mengapakah kita begitu mudah pada isu kebohongan dari pada mempercayai hasil penelitian ilmiah? Apa yang kita dapatkan setelah kita berhasil memprovokasi orang lain untuk mengikuti kita untuk tidak menerima vaksin? Apakah sikap itu juga membebaskan kita dari covid?

Untuk saya, ini sangat menggelikan, kita yang hidup pada masa kini, zaman modern yang sangat menekankan rasionalitas, malah lebih percaya pada gosip picisan di jalanan. Malah seorang anak yang tidak sekolah, bisa mencaci maki tim medis dan menyebarkan isu bohong tentang efek mematikan dari vaksin, ternyata pada saat tertentu dia bisa mempengaruhi pola pikir seseorang yang terdidik secara ilmiah. Untuk saya, ini memprihatinkan. Sangat disayangkan.

Saya sendiri sudah divaksin dan untuk sementara waktu, saya baik-baik saja. Dan saya yakin akan terus baik-baik saja. Kalau ternyata besok atau lusa, ada hal negatif yang terjadi sebagai akibat dari vaksin, saya kira tim medis atau pun pemerintah tidak perlu dipersalahkan. Ini adalah risiko. Semua jenis vaksin ada efek sampingnya. Namun, saya secara pribadi yakin dan percaya bahwa: penemu dan pencipta vaksin, para tim medis dan pemerintah TIDAK ADA NIAT MEMBUNUH KITA DENGAN VAKSINASI. Ada efek samping? Yah...tapi tidak mungkin semua orang akan lenyap terbunuh karena vaksin. Efeknya juga tentu ada tingkatan: ada yang biasa saja, tentu ada juga yang luar biasa. Itu bagian dari dinamika imunisasi. Ada vaksin yang mungkin perlu penyesuaian dengan darah dan sistem imun dalam tubuh. Mungkin inilah yang perlu menjadi catatan untuk para ahli dan tim medis, yaitu mencegah atau meminimalisasi efek negatif dari vaksin itu.

Jadi intinya satu saja: JANGAN TAKUT DIVAKSIN. KALAUPUN ANDA TIDAK MAU DIVAKSIN, Janganlah menghasut orang lain untuk mengikuti pilihan anda. TOLONG HARGAI KEPUTUSAN ORANG LAIN YANG SIAP UNTUK DIVAKSIN. Kalaupun engkau berniat untuk meyakinkan orang lain, gunakan cara yang rasional, artinya alasanmu itu bisa dipertanggungjawabkan. KALAU ANDA YAKIN BAHWA ALASAN ANDA BENAR, TUNJUKAN DATA ILMIAH, JANGAN BERASUMSI. Kalau hanya berasumsi, satu saja pesan saya: JANGAN MENYEBARKAN KEBODOHAN. VIRUS YANG BISA MENGHANCURKAN DUNIA ADALAH KEBODOHAN. Wujud paling nyata dari  kebodohan adalah: LEBIH PERCAYA PADA HOAX DARI PADA TEMUAN ILMIAH.

JANGAN LUPA BAHWA, TUHAN BISA BEKERJA LEWAT SARANA APA SAJA. TERMASUK LEWAT VAKSIN ITU. CREDO ERGO SUM.

Oleh: Pater Wendly J. Marot, SVD
×
Berita Terbaru Update